Thursday, September 27, 2007

IIMS 2007


Jakarta mempunyai perhelatan akbar, pameran industri otomotif internasional yang bertajuk The 15th Indonesia Motor Show (IIMS) 2007. Tak kurang dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang meresmikan, Kamis 19 Juli lalu. Acara yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) itu akan berlangsung hingga 28 Juli nanti.

Nama IIMS untuk pertama kali dipakai tahun lalu—sebelumnya menggunakan nama Gaikindo Auto Expo. Namun, untuk memperlihatkan bahwa IIMS merupakan kelanjutan dari Gaikindo Auto Expo, maka IIMS 2007 disebut sebagai IIMS yang ke-15.

Tidak ada event yang mendapat perhatian seluar biasa IIMS. Selain Presiden RI sendiri yang meresmikan, pembukaan pameran dihadiri oleh para duta besar negara sahabat, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, menteri Perhuungan Jusman Syafii Djamal dan juga Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Lingkungan Rachmat Witoelar, Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman.

Pameran yang mengusung tema Green – Better Living ini diselenggarakan untuk yang kelimabelas kalinya dalam rangka memperkenlakan produk-produk otomotif terbaru dari berbagai merek. Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan, tapi suatu bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dan komunitas dunia internasional untuk menciptakan dan mempromosikan teknologi yang ramah lingkungan.

Pada 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan pengurangan emisi yang dapat memicu pemanasan global yang lebih tajam. Indonesia pun ikut menyetujui perjanjian itu pada Desember 2004.

Industri otomotif yang menjadi salah satu penghasil emisi terbesar pun tak tinggal diam. Maka bermunculanlah apa yang dinamakan kendaraan hibrida, perkawinan mesin bakar dengan motor listrik bertenaga besar. Atau yang lebih maju lagi adalah kendaraan engan bahan bakar hidrogen yang dikenal dengan nama fuel-cell vehicle.

“Sebagai bagian dari komunitas dunia, Indonesia juga peduli dengan persoalan lingkungan. The energy crisis has induced the industry world, he developed countries in particular, to drive enviroment-frisendly technlogical breakthroughs, including the the search for alternative fuels. In emerging markets like Indonesia, there has been a growing concern towards compliance to enviromental solutions,” ujar Gaikindo Chairman, H. Bambang Trisulo.

Tercatat tak kurang dari 136 perusahaan yang terdiri dari 21 agen tunggal pemegang merek (ATPM) dengan 23 merek, 115 mewakili industri komponen dan industri pendukung lainnya, yang menempati 166 stand pada area pamer seluas 35.000 m2 di JCC.

Yang jelas, pameran mobil atau motor show selalu menarik untuk dikunjungi, terutama di Indonesia. Mengingat di pameran mobil biasanya ada banyak mobil keluaran baru yang dijual dengan harga khusus. Potongan harga, apalagi kalau besar, selalu menarik minat orang untuk membeli.

Bagi orang-orang yang mempunyai uang berlebih, yang bisa memutuskan untuk membeli mobil sesuai dengan keinginan hati, pameran mobil juga menarik untuk didatangi. Ada beberapa pemain baru yang hadir, antara lain Chery dan Great Wall asal China dan Proton asal Malaysia. Atau, Audi yang menghadirkan beberapa seri – Q7 4.2 FSI quatro, TT 3.2 V6 quattro, A3 Sportback 2.0 TFSI versi Abt (modifikasi) -- dan mengusung tema “quattro technology”.

Sementara itu DaimlerChrysler Indonesia yang mendatangkan Mercedes Benz C-Class. Juga CL-Class dan S-Class generasi terbaru yang sebelumnya belum pernah nonol di Indonesia. Menurut President & CEO DaimlerChrysler Indonesia, Rudi Borgenheimer, dengan hadirnya dua generasi baru perusahaan ini sangat optimis akan besarnya animo masyarakat akan produk ini. “Dengan perubahan exterior dan interior yan signifikan dari generasi tedahulu kami yakin C-Class W204 mempunyai prospek dan daya tarik tinggi,” tukasnya.

Memang, dibandingkan dengan IIMS tahun lalu, IIMS kali ini banyak ATPM yang absen. BMW, seperti juga pada IIMS 2006, tidak ikut nampang. Demikian juga Bentley, Renault, Peugeot, Porsche, dan Jaguar. Chevrolet Captiva baru yang diusung oleh General Motors juga tidak ikut berpartisipasi.

ATPM mobil asal Eropa yang berpartisipasi hanya Audi, Volvo, Mercedes Benz, dan Volkswagen; asal Amerika Serikat ada Ford. Sementara ATPM dengan produk asal Jepang dan Korea Selatan semuanya hadir, yakni Hino, Daihatsu, Honda, Isuzu, Mazda, Mitsubishi, Nissan, Nissan Diesel, Suzuki, Subaru, dan Toyota, serta Hyundai dan KIA. “Mutlak bagi kami untuk berpartisipasi dan memamerkan produk terkini,” ujar Will Angove, President Director PT Ford Motor Indonesia.

Ia menambahkan bahwa IIMS adalah ajang yang baik untuk memperkuat brand dan ujung-ujungnya mendongkrak penjualan. Tahun 2007 adalah tahun sukses bagi Ford, di mana penjualan kuartal kedua 2007 naik hingga 92% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tidak hanya Ford sebetulnya yang meraih pertumbuhan. Secara nasional, angka penjualan mobil tahun 2007 menunjukkan peningkatan. Apabila melihat data Gaikindo dari Januari hingga April 2007 terlihat data penjualan mobil dengan tren yang meningkat. Pada Januari 2007 mencapai 26.802 unit yang terjual, kemudian turun di Februari sekitar 23.806 unit, yang selanjutnya meningkat lagi Maret sebesar 33.912 unit dan April mencapai 35.340 unit.

Boleh jadi, IIMS 2007 menjadi momen untuk bangkitnya industri otomotif Indonesia. Meski pada 2006 angka penjualan mobil secara nasional menurun drastis dibandingkan dengan pencapaian tahun 2005, jumlah mobil yang terjual pada IIMS 2006 mencapai 5.406 unit, lebih besar ketimbang yang terjual pada Gaikindo Auto Expo 2005 yang hanya 4.738 unit.

Memang, dari segi nilai penjualan pada IIMS 2006 itu hanya Rp 1,005 triliun, sedikit di bawah Gaikindo Auto Expo 2005 yang mencapai Rp 1,142 triliun. Tentu tidak berlebihan kalau panitia berharap bahwa pengunjung IIMS tahun ini akan jauh melampaui jumlah pengunjung tahun 2006 yang mencapai 165.000 orang. Diperkirakan jumlah pengunjung IIMS 2007 akan mencapai 200.000 orang. Besarnya minat masyarakat untuk mengunjungi pameran ini dan lebih-lebih kalau melakukan transaksi pembelian mobil merupakan salah satu indikasi semakin baiknya kondisi perekonomian negeri ini. (Burhanuddin Abe)

Jakarta, 24 Juli 2007

No comments:

Post a Comment