Friday, September 21, 2007

Lifestyle Retreats


Menikmati layanan spa akhirnya terobati ketika kami melakukan check in di The Bale yang lokasinya masih di seputar Nusa Dua. Begitu melangkah ke The Spa & Wellness Center, mata disejukkan dengan tatanan interior yang indah, hidung disuguhi aroma bunga dan minyak wangi esensial yang menenangkan, telinga dibiarkan mendengar kembali suara-suara alam, seperti gemericik air atau suara gesekan daun yang tertiup angin.

Spa di The Bale tidak sekadar menawarkan pijat tapi relaksasi total ala ritual Bali. Perawatan badan dan wajah menggunakan bahan-bahan alami. Bahkan pemijatan pun ada yang dilakukan dengan menggunakan batu atau pun kristal panas. Tangan-tangan terampil para terapis membuat badan kami menjadi rileks dan nyaman.

The Bale adalah resor yang sangat eksklusif, hanya memiliki 29 paviliun, dengan rates US$520 hingga US$850 per malam. Setiap paviliun dilengkapi dengan taman dan kolam renang pribadi. Didesain dengan gaya minimalis - modern, dominan putih –-termasuk seragam karyawan hotel yang putih-putih-, justru memunculkan aura kemewahan.

The Bale mungkin semacam antitesa ketika orang-orang bosan dengan pemandangan yang ‘ramai’, pada masanya hotel-hotel mewah di Bali berlomba-lomba menggali unsur-unsur etnik dalam tatatan eksterior dan interiornya. “A serene, luxurious retreat whose every purpose is to help relax ad re-energize in style,” ujar Jose Luis Calle, General Manager The Bale.

Yang menark, The Bale tidak menerima tamu anak-anak, sehingga menjadi pilihan yang cerdas bagi para lajang atau pasangan bulan madu yang menikmati liburannya. (Burhanuddin Abe)

No comments:

Post a Comment