Thursday, September 27, 2007

Magic VS Cinta Buta


Guna-guna, pelet, santet dan sejenis bukan monopoli masa lampau, tapi juga fenomena masyarakat modern. Fenomena ini hampir sama dengan fenomena sosial lainnya, berkembang sesuai dengan zaman. Era kini komunitas dukun mengganti nama menjadi paranormal padahal esensinya sama. Mengapa istri muda suka memanfaatkannya?

Kisah
Cut Memey yang memenuhi tayangan infotainment dikisahkan kembali di sinetron Selebriti Juga Manusia. Memang, dalam tayangan yang diproduksi Indika Entertainment dan disiarkan 4 Juni lalu itu, nama-nama yang terlibat dalam kejadian aslinya diubah. Cut Memey berganti nama menjadi Maya, sementara Jackson Perangin-angin menjadi Jony yang diperankan Toro Margen. Elza Syarief yang menjadi pengacara Cut Memey pun sempat hadir menjadi dirinya sendiri. Tapi, seperti pengakuan Memey, kisah tersebut adalah nyata adanya.

Dalam cerita tersebut, Jackson digambaxkan sebagai pria yang tergila-gila kepada wanita lain di luar istri sahnya, yang tak lain adalah Memey. la juga sering mentransfer uang ke rekening Memey. Sejak itu artis 25 tahun berdarah Aceh itu kepincut dengan kebaikan Jackson, hingga akhirnya mereka menikah. Dalam pernikahan tersebut, digambarkan Jackson sebagai pria yang suka menyiksa wanita. Cemburu atau kesal sedikit, Jackson menampar Memey hingga cedera. Sifat ringan tangan itulah yang membuat Memey memutuskan minta cerai.

Lain Memey, lain versi Jackson. Pengusaha asal Medan itu mengaku rela merogoh kocek sampai miliaran rupiah, karena pengaruh guna-guna Memey. Waduh!

Suci Hati, istri Jackson, pertama kali mengungkapkan kepada salah satu infotainment, bahwa gara-gara menafkahi Memey selama empat tahun terakhir ini, perusahaan suaminya bangkrut. Setiap bulan Jackson harus merogoh Rp 35 juta dari koceknya. Pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu juga memberikan sejumlah barang yang jika ditaksir jumlahnya mencapai Rp 1,5 miliar. Karena guna-guna? "Memang begitu adanya," tutur Minola Sebayang, kuasa hukum Jackson.

Bagaimana detilnya guna-guna tersebut, Minola - juga Jackson - memang tidak bercerita secara rinci. Pengacara yang juga menangani kasus bintang sinetron 'Cinta SMU' Faisal itu hanya menambahkan, sejumlah saksi seperti kerabat dekat Jackson membenarkan pernyataan soal guna-guna. "Diguna-gunanya sejak awal kenal," kata Minola lagi.

Bukan Fenomena Baru
Bagaimana akhir dari kasus ini agaknya tidak terlalu menarik. Setelah munculnya sinetron Selebriti juga Manusia, mungkin ada lanjutannya, tapi versi Jackson. Tapi yang menarik adalah bagaimana guna-guna masuk ke wilayah hukum. Dan lebih jauh adalah kenyataan bahwa guna-guna sudah menjadi bagian dari kehidupan bawah tetapi juga di kelas atas. Keberadaan paranormal tidak lepas dari budaya Indonesia yang masih percaya pada mistik," komentar Henny E. Wirawan, M.Hum, Psi, Pudek I Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara, Jakarta.

Jackson memang tidak sendiri, Agung - sebut saja demikian, mengaku terpikat wanita idaman lain (WIL) karena merasa dipelet. "Karena sekadar tertarik mungkin kejadiannya tidak seperti ini. Tapi wanita ini seperti `mengisap' materi yang saya miliki," ujar Direktur Operasional perusahaan kargo ternama ini.

Pria 35 tahun ini sampai kini belum mengerti mengapa ia bersedia menikahi Inge, mojang cantik berambut lurus sebahu, berkulit putih, dan bertubuh seksi, sebagai istri simpanannya. Bak kerbau yang dicocok hidungnya, Agung yang sudah beristri ini mengaku tak mampu menolak wanita berusia 25 tahun itu mengajak menikah siri, yang bukan didasari rasa cinta. Yang kerap bikin keki, Inge kerap membuatnya lupa daratan, bahkan segala permintaannya ia turuti, mulai dari tinggal di apartemen, mobil Mercedes A-100, dan juga seluruh biava hidupnya yang tergolong tinggi.

Agung mengaku sangat rasional, tapi menghadapi Inge is seolah tak bekutik. "Semua ini apalagi kalau bukan karena guna-guna," katanya menyimpulkan, setelah terlebih dahulu ia meminta bantuan paranormal.

Meski tanpa bantuan dari paranormal pula, ini untuk kasus yang lain, Susan - nama samaran - juga menyimpulkan bahwa suaminya yang berselingkuh dengan sepupunya karena guna-guna oleh sepupunya tersebut. Bahkan Susan sempat mengidap penyakit aneh, yang ia yakini akibat perbuatan jahat WIL suaminya tersebut via media gaib. "Kepala saya sering sakit dan nafsu makan saya berkurang. Di waktu tertentu, badan saya mendadak panas. Saya juga batuk yang tak henti-henti. Pernah juga saya muntah darah. Ketika saya periksakan ke beberapa dokter, diagnosisnya selalu berbeda. Bahkan, sampai dokter di Singapura bilang saya kena TBC. Padahal, merokok pun saya nggak pernah, dan saya hidup di lingkungan yang bersih," jelasnya.

Saat itu Susan sempat ingin mengakhiri hidupnya, tapi beruntung tidak dilakukannya. la pun tidak lari ke paranormal, tapi memasrahkan din kepada Allah SWT. Suaminya meninggal dunia secara mendadak. Kabar simpang siur tentang perselingkuhannya juga terkuak. Kasus "rebutan warisan" antara dirinya dengan selingkuhan suaminya juga sempat bergulir ke pengadilan, tapi kemudian dimenangkan oleh Susan secara legal.

Memakai Simbol-Simbol Modern
Memang menarik, mengkaji perdukunan masa kini. Apalagi, demikian Henny E. Wirawan, M.Hum, Psi., fenomenanya hampir lama dengan fenomena social lainnya, berkembang sesuai dengan zaman. Ini bisa dilihat dari segi nama dan sarana yang digunakan paranormal. Sebelum berganti nama, nama asli paranormal adalah dukun.

Berhubungan zaman sudah berubah, komunitas dukun mengganti nama menjadi paranormal - pada hal fungsinya sama. Begitu juga dengan sarana yang mereka gunakan. Kim paranormal tidak lagi memakai ayam hitam, kain putih, telur ayam, keris, kemenyan, dan sebagainya. Sarana yang mereka pakai sekarang adalah komputer, telepon genggam, dan simbol-simbol kehidupan modern lainnya.

Kita juga mafhum kalau penampilan dukun-dukun masa kini bak selebriti. Sebutlah Ki Kusumo, yang seolah tak nampak sosok paranormal pada dirinya. Pemilik kumis tipis ini sekarang malah merambah dunia selebriti. Selain main film ia juga seorang produser. la mengoleksi sejumlah mobil mewah, mulai dan Jaguar, Bentley, Ferrari, hingga Hammer. la bahkan mengaku memiliki sebuah helikopter seharga Rp 40 miliar, alat transportasi untuk menemui pasien-pasien eksklusif yang lokasinya di luar Jakarta.

Gaya hidup mewah ini ia dapatkan karena kliennya adalah para superkaya yang rela membayar mahal atas jasa spiritualnva. la memang tidak mematok tarif kepada 70-an pasiennya yang datang setiap harinya, tapi ia juga tidak menampik ketika ada pasien eksklusif memberikan imbalan kepadanya hingga puluhan miliar.

Kepercayaan terhadap hal-hal yang irasional, bagi banyak orang di Indonesia, memang bukan hal yang aneh. Selalu ada yang ditokohkan (baca: paranormal) dan "konstituen" yang menghormati dan mempercayainya. Hanya, produk mistik tersebut, entah disebut guna-guna, pelet, atau apalah, senantiasa menjadi kontroversial. Melihat sahabat atau saudara yang tiba-tiba tergila-gila pada seseorang, langsung kita vonis, kena pelet! Kena guna-guna! Ada lagi, melihat wanita yang terlihat wajahnya biasa, tetapi seperti memancarkan daya tarik mempesona, kita vonis juga, pakai susuk!

Seorang ulama seperti Quraish Shihab, sangat memaklumi fenomena ini. Hanya saja, sebelum memvonis dengan tudingan yang bersifat mistis, hendaknya terlebih dahulu mencari penyebab yang logis. Boleh jadi, suami yang terpikat kepada wanita lain, karena memang kesalahannya terletak pada diri sang istri. Pun sebaliknya. Sebelum melempar isu guna-guna atau sihir.

Dalam al-Quran surat al-Baqarah 2:102, demikian Quraish, memang dikemukakan adanya sekelompok manusia yang mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Nabi Sulaiman. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang ditunuikan kepada dua orang malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut. Dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Ayat itu juga menyatakan, "Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihimya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah".

Artinya, selama masih berpegang teguh kepada agama - tiak hanya Islam tentu saja -, santet, guna-guna, pelet atau apa pun, pasti "tidak berdaya". Tidak ada sesuatu pun yang terjadi di alam raga, kecuali atas izin-Nya. Ketika Tuhan memberikan potensi kepada sihir dan yang mempraktikkan ilmu ini, maka Tuhan juga memberikan kesempatan kepada manusia agar memohon perlindungan kepada-Nya dari semua "pengaruh jahat" ini. Pilihan pada akhirnya memang terpulang kepada kita. (Burhanuddin Abe)

Sumber: Male Emporium
http://portal.cbn.net.id/cbprtl/cyberman/detail.aspx?x=Hot+Topic&y=cyberman00439

No comments:

Post a Comment