Saturday, October 13, 2007

Menguja Rasa, Meramu Nikmat





Maraknya home spa di Indonesia sekitar tahun 2000-an. Begitu menurut pengamatan Aditya Indrajaya, Pemilik Gran Odiseus Fitness & Spa, yang tersebar di beberapa lokasi. Hal ini didorong oleh tuntutan global masyarakat dunia, terutama di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika yang menginginkan bisa menikmati spa dalam kehidupan sehari-hari. Dan, itu tidak cuma mereka mendatangi pusat spa yang tersebar di sejumlah tempat, tapi juga bisa melakukannya sendiri di rumah sendiri.

Hal ini juga melanda ke Indonesia di mana sebagian orang, terutama kalangan premium, untuk membangun spa di rumahnya sendiri. Tuntutan global itu juga berimbas kepada semua fasilitas akomodasi seperti hotel, cottage, penginapan, tempat rekreasi, dan lain-lain, sehingga hotel yang ada dituntut untuk menyediakan fasilitas spa. Bahkan fasilitas spa sendiri berkembang mengikuti perkembangan zaman.

Nusa Dua Spa, misalnya, untuk menyebut contoh, semula hanya bagian dari health centre yang menyediakan massage service. Tapi dalam perkembangannya, karena potensi pasar semakin besar, unit bisnis ini diubah menjadi spa centre. Dalam memberikan jasanya spa centre yang berlokasi di Nusa Dua, Bali itu membagi dua jenis, wet spa dan spa treatment. Yang pertama bisa dilakukan sendiri, yakni berendam di whirpool, masuk ke ruang sauna dan uap. Sedangkan kedua berkaitan dengan pelayanan, meliputi pemijatan, lulur dan perawatan muka.

Tren maraknya home spa juga dibenarkan Serlie Tjandra, Assistant General Manager Hal Mar Sanitary. Trennya sekitar lima tahun terakhir ini. Permintaan akan peralatan spa dalam kurun waktu tersebut, seperti bathub maupun mesin spa untuk whirlpool, terus meningkat. Kalau dulu spa hanya dipunyai hotel dan spa centre, kini sudah merambah ke rumah-rumah tangga. ”Penjualan perlengkapan spa produk Hal Mar, misalnya, tumbuh sekitar 10-20 persen per tahun,” katanya.

Serlie menyebut tiga peralatan utama dalam spa. Yakni, whirpool, yang befungsi sebagai hydrotherapy, menghasilkan tekanan air dalam bak mandi (bathtub), yang mampu memperlancar peredaran darah, menghilangkan rasa letih sehingga tubuh menjadi segar kembali. Air dalam bak mandi jadi ada arusnya serta gelombang, karena ada tekanan air yang dihasilkan dari whirlpool. Tekanan keluar dari sepanjang sisi bak mandi.

Berikutnya adalah airpool, dipasang pada dasar bathtub. Gelembung udara yang dikeluarkan mini jet mengenai bawah paha sehingga tekanan gelembung tersebut mampu menstimulasi sel kulit yang sudah waktunya berganti. Dengan demikian sel kulit baru akan tumbuh dan kulit menjadi halus kembali.

Yang ketiga, aqualight, terdiri dari 12 macam pilihan warna cahaya, warna yang dihasilkan berfungsi sebagai stress therapy, misalnya biru merangsang konsentrasi dan kreativitas, mengurangi selulit dan kegemukkan; hijau untuk terapi relaksasi, memberi ketenangan; merah merangsang memperlancar sirkulasi darah, dan sebagainya.

Gabungan dari ketiga alat tersebut disebut spa. ”Namun, tren yang ada sekarang bukan kombinasi dari ketiga alat, tapi lebih memprioritaskan alat whirlpool. Kalau sudah punya alat whirlpool, maka sudah disebut spa. Sedangkan airpool dan aqualight dianggap sebagai aksesorisnya,” kata Serlie.

Selain itu, ada juga alat yang disebut hot pump, fungsinya seperti whirlpool, namun memiliki kelebihan mampu menjaga kestabilan suhu air dalam bathtub lebih lama. Ini pun dianggap sebagai aksesoris.

Aditya menambahkan, fasilitas spa umumnya terdiri dari whirpool, steam, sauna, dan shower. Kemudian juga ada yang ruang berendam yang sudah dicampur dengan bunga atau ramuan tradisional. Ada juga yang mengunakan arus air untuk pijatan. Kolam dibuat sedemikian rupa sehingga di dalam kolam tersebut mengalir arus yang kuat, dan yang berencam dibuat seperti mengarungi arus tersebut (aqua medic).

Memang sesuai namanya, spa adalah treatment yang dilakukan dengan air. Sesuai dengan perkembangannya, tradisi asal Eropa itu kemudian dikombinasikan dengan treatment-treatment tradisional setempat. Kebanyakan itu berasal dari negara-negara Asia seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Dari Eropa juga dipakai, tapi treatment-nya lebih banyak hanya dengan air, kemudian dengan pengobatan, psikologis, dan pijat. Yang digunakan di Indonesia adalah gabungan terapi air dan treatment-treatment seperti pijat tradisional, luluran, foot reflexoloy, serta pijat aromatherapy.

Aromatherapy adalah salah satu treatment yang banyak disukai orang. Ada yang menggunakan wewangian untuk merangsang syarat kita untuk memberikan hasil sesuai yang kita inginkan. “Kalau kita lelah, biasanya kita gunakan wewangin dari mawar sehingga kita bisa merasa segar kembali,” ujar Aditya, arsitek lulusan Jerman itu.

Wewangian, katanya, ada yang dibakar, dicampur dalam air panas, dan uapnya dihirup. Tapi ada juga yang melalui pijatan, seperti dilulur sehingga kita bisa rileks. Selai itu, ada terapi untuk mata. Dalam hal ini desainnya dirancang sedemikian rupa sehingga setiap orang yang masuk atau menjalani spa mata ini menjadi segar. Warna yang biasa digunakan adalah warna putih kekuning-kuningan (gading), atau warna biru. Kemudian juga ada treatment untuk pendengaran. “Ada musik yang lembut, sehingga pikiran kita pun akan fresh kembali,” katanya.

Yang jelas, semua kenikmatan ber spa itu kini bisa dinikmati di rumah. (Burhanuddin Abe/W Setiawan)

Platinum Society, 2004

No comments:

Post a Comment