Saturday, October 13, 2007

Small Office or Virtual Office


Bagi perusahaan yang established mempunyai kantor yang representatif dengan fasilitas canggih dan lokasi strategis bukan hal yang luar biasa. Tapi bagaimana dengan perusahaan yang baru beroperasi, tapi ingin fasilitas modern, di lokasi strategis, dengan organisasi yang solid sekaligus?

Kendala seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi lagi. Kini, ada beberapa perusahaan yang menawarkan jasa penyediaan kantor instan, mulai dari sekadar virtual office yang menyediakan jasa pelayanan kesekretariatan dasar, hingga kantor mungil berukuran 12 m2 yang cukup untuk satu orang hingga ruangan 40 m2 yang menampung lima orang. Ibaratnya, tinggal bawa laptop saja, sudah bisa berkantor dan melakukan pekerjaan bisnis.

Dulu mungkin hanya CEO (nick name sebuah penyedia jasa perkantoran) yang bergerak dalam jasa penyewaan small office atau virtual office – Rhenald Kasali dan Hermawan Kartajaya pernah berkantor virtual di Gedung BEJ, bahkan konsultan Darwis Silalahi masih ber-small office di bilangan Sudirman Jakarta. Tapi kini sedikitnya lima perusahaan sejenis di Jakarta. Mereka punya afiliasi di kota-kota besar lain di dunia, yang semuanya berlokasi di CBD.

Kehadiran mereka ibarat memberi solusi kepada perusahaan-perusahaan baru di Indonesia, yang ingin memulai usahanya dari kecil, atau perusahaan-perusahaan yang memang membutuhkan space kecil. Juga perusahaan-perusahaan asing yang ingin membuka kantor cabangnya di Indonesia, tepatnya Jakarta. Yang ditawarkan penyedia penyewaan kantor sebetulnya tidak hanya ruang, seperti yang dilakukan building management sebuah gedung perkantoran, tapi lebih dari itu; jasa penyelenggaraan operasional perkantoran itu sendiri. Fungsi tersebut mirip dengan yang dilakukan business centre di hotel-hotel berbintang lima, tapi dengan harga yang jauh lebih murah dengan kemewahan yang sama.

Harganya? Untuk jasa pelayanan virtual office berkisar dari Rp 500.000 hingga Rp 1 juta per bulan. Sementara kalau ingin mempunyai ruang kantor, harganya berkisar mulai Rp Rp 7,5 juta hingga Rp 15,5 juta per bulan, yang tarifnya dalam mata uang rupiah yang tentunya tidak memberatkan para penyewa di Indonesia. Meski kecil, jangan dikira fasilitasnya pun mini. Selain fasilitas dasar, seperti kantor full furnished, listrik, AC, saluran telepon, mesin fax, fotokopi, juga tersedia resepsionis, jasa office boy yang siap menyediakan refreshment, serta sistem keamanan 24 jam. Ada lobi untuk menerima tamu, juga ada ruangan meeting yang bisa dipakai untuk rapat internal atau rapat dengan klien. (Burhanuddin Abe)

No comments:

Post a Comment