Monday, December 03, 2007

Fashion 08 Tendance


Bali tidak bisa dilepaskan dari industri fashion. Sepanjang jalan Kuta, Seminyak hingga Oberoi, misalnya, akan mudah kita dapati toko-toko bahkan butik yang menjual pakaian jadi dengan style dan karakter yang khas. Bahkan ada nama-nama merek yang terkenal seperti Paul Robb, Animale, Rusty, Billabong, juga Surfer Girl, yang merek asli Bali, yang kini mulai mengglobal.

Pulau Dewata itu juga mempunyai acara tahunan yang bergengsi, “Bali Fashion Week”. Tempat bertemunya para desainer dengan pengusaha di bidang industri fashion dari berbagai negara. Awal September 2007 lalu Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPM) Cabang Bali kembali menggelar karyanya. Bertempat di Balai Raya Grand Ballroom, The Laguna Resort & Spa, Nusa Dua, sebanyak 10 desainer memamerkan karya terbarunya dalam acara yang bertema “Fashion 08 Tendance”.

Fashion Tendance adalah fashion event tahunan, yang mempresentasikan karya-karya desainer muda dan dinamis Bali, yang sudah punya nama, baik di Bali dan Jakarta, bahkan luar negeri. Sepuluh desainer itu, dengan 12 – 15 karyanya, adalah Ali Charisma yang mengambil tema “Out of Bali”, Angelica Wu (“Neo Ori”), Dewi Suarjani (“The Secret of Art”), Dwi Iskandar (“Be Ta Beda”), Eny Ming (“Non Ordinary”), Putu Aliki (“Me and My World”), Yenli Wijaya (“A Touch of Spirit”), Monika Weber (“A Hoe for Tomorrow”), Muji Ananta (“Trap in the Border”), dan Oka Diputra (“The Silk Road”). Tema-tema yang digali oleh para desainer adalah kekayaan etnik Indonesia, serta national heritage yang memang patut dilestarikan.

Acara fashion show, yang dilengkapi dengan cocktail party, itu juga dipersembahkan untuk program “UNICEF Check out for Children Challenge” 2007. Para desainer mengudang tamu-tamu dari fashion community dari seluruh Indonesia, khususnya Jakarta dan Bali. Seluruh hasil penjualan hasil busana yang dilelang malam itu didonasikan sepenuhnya untuk program tersebut. Sementara koleksi khusus yang dijual di Ballroom Foyer, 50% hasilnya akan disumbangkan ke UNICEF. (Burhanuddin Abe)

No comments:

Post a Comment