Tuesday, January 29, 2008

Truffle


Para pecinta makanan Italia pasti tidak asing dengan Rosso. Restoran (dan lounge) mewah itu terletak di Hotel Shangri-La Jakarta. Rosso, dalam bahasa Italia, berarti merah, "the colour of passion, heat, and everything exciting in life, and Rosso prides itself with presenting authentic northern Italian cuisine with a fiery Italian vibe."

Tapi bukan hanya keotentikan kuliner Italia versi "utara" yang pastanya lebih banyak menggunakan butter, cream, polenta, mascarpone dan parmigiano cheese itu. Yang menarik perhatian saya adalah menu dengan menggunakan truffle.

Truffle adalah bahan sejenis jamur yang tumbuh 5 cm-40 cm di bawah tanah dan hanya ada di tempat-tempat tertentu. Truffle putih (Tuber magnatum) yang baunya lebih tajam dibandingkan dengan truffle hitam (Tuber melanosporum), adalah makanan yang sejak beratus tahun telah dikenal sebagai makanan lezat di Italia dan kemudian keterkenalannya menyebar ke berbagai tempat di dunia.

Selain tidak bisa dibudidayakan, truffle tumbuh liar dan bersimbiosis saling menguntungkan dengan pohon oak, juga masa panennya pendek. Truffle dipanen antara pertengahan Oktober sampai pertengahan Desember. Di luar waktu itu tidak ada truffle putih. Asal tahu saja, karena langka harga truffle putih disebut sebagai emasnya masakan bisa mencapai 3.500 dollar AS atau sekitar Rp 31,5 juta per kilogram. Rosso hanya dapat menyediakan menu truffle (putih) pada November dan Desember saja.

Untuk indra pengecap, truffle terasa agak menggigit. Aromanya yang amat tajam terus menemani setiap suapan. Dan inilah yang luar biasa, meskipun belum terbukti secara ilmiah, ada yang memercayai truffle memiliki khasiat afrodisiak alias membangkitkan gairah seks. "Efeknya mungkin seperti viagra," tukas Chef Rosso, Alessandro Santi, sambil tertawa. Wow!

Bagaimana mungkin makanan disamakan dengan viagra? Tapi yang jelas, cerita tentang makanan-makanan tertentu yang bisa membangkitkan gairah asmara bukan omong kosong belaka. Kepercayaan bahwa afrodiasiak ampuh membangkitkan libido juga bukan isapan jempol. Konon, otak kita merupakan organ seks terbesar yang kita milki. Makanan, wewangian, dan minuman merupakan 'benda' menyenangkan yang dikenali otak.

Ada beberapa, yaitu bumbu, seperti cabe, kare, dan makanan yang berbau merangsang memicu keluarnya keringat diyakini sebagai afrodisiak yang ampuh. Lalu ada tiram. Makanan laut yang satu ini sudah lama dipercaya mampu membantu aktivitas seksual untuk berbagai golongan usia. Masih banyak deretan makanan yang diyakini sebagai afrodisiak; kaviar, wasabi (horseradish), jahe, bawang putih, ketumbar, pare, kucai, seledri, ginseng, ginko biloba, vanila, cokelat, pisang, madu, dan lain-lain.

Boleh percaya, boleh tidak, tapi jawaban yang lebih masuk akal saya peroleh dari Sezai Zorlu, Head Chef Anatolia Restaurant Group. Makanan Turki, katanya, banyak memiliki syarat sebagai makanan sehat, bahkan lebih dari itu makanan afrodisiak. Negeri dari selat Bosphorus itu menawarkan petualangan kuliner dengan cita rasa khas: dari menu sehat ala vegetarian sampai yang berbahan daging pilihan dengan kandungan protein tinggi. Selain kaya sayur-sayuran segar, masakan Turki juga boros dengan minyak zaitun yang menyehatkan dan konon mengandung antioksidan tinggi.

Makanan afrodisiak agaknya ada hubungannya makanan sehat. Menurut Sezai, pada dasarnya, makanan yang sehat membuat tubuh menjadi sehat pula. Dan dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, eit kok mirip "Men sana in corpore sano". Maksudnya, tubuh yang sehat berarti sirkulasi darah ke jantung juga lancar, tidak tersumbat kolesterol jahat, bebas dari asam urat, organ-organ tubuh pun dapat berfungsi dengan baik pula, tak terkecuali organ seksual. So, seberapa sehatkah makanan Anda? (Abe)

No comments:

Post a Comment