Thursday, January 31, 2008

Valentine's Day di Tahun Tikus


MEMASUKI bulan Februari ini ada dua peristiwa penting, yang banyak orang merayakannya. Yang pertama adalah imlek, tahun baru Imlek, yang tahun ini jatuh pada 7 Februari. Yang kedua, apalagi kalau bukan Valentine’s Day yang selalu hadir setiap 14 Februari. 

Imlek adalah salah satu hari raya Tionghoa tradisional, yang dirayakan pada hari pertama dalam bulan pertama kalender Tionghoa, bulan baru kedua setelah hari terjadinya hari terpendek musim dingin. Hari raya yang juga dikenal sebagai “Festival Musim Semi” dirayakan oleh ras keturunan Cina di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Tidak hanya tradisi yang khas, tapi juga makanannya pun khas.

Sementara Valentine’s Day, meski bukan budaya asli Indonesia, mendapat perhatian khusus bagi para pasangan yang ingin melanggengkan cinta dan tali kasihnya. Sebenarnya, ada berbagai ersi bagaimana hari kasih sayang ini terbentuk. Versi yang populer adalah, berawal dari pernyataan oleh Paus Gelasius sebagai hari untuk memperingati Santo Valentine. Ia adalah orang yang dianggap suci dan berjasa menyebarkan cinta kasih kepada manusia. Berawal dari itu, Valentine’s Day akhirnya dikenal sebagai hari yang dipenuhi kasih sayang. Termasuk segala perbuatan seperti berbagi hadiah dengan orang yang disayangi, pernyataan cinta, dan hal-hal indah lainnya. Lalu, tradisi ini berjalan secara turun-temurun hingga saat ini. Bagaimana cara Anda merayakannya? Atau justru anti perayaan ini? (Abe)

No comments:

Post a Comment