Wednesday, April 30, 2008

Aha, Mobil Murah!


Mengapa industri otomotif Thailand berkembang pesat? Selain pajaknya sangat meringankan, regulasi pemerintah sangat memudahkan. Itu sebabnya, Pemerintah melalui Departemen Perindustrian tengah melobi produsen mobil Toyota Motor Corp (TMC) untuk mengembangkan mobil mini, murah, dan kompak di Indonesia, sebagai basis produksi untuk pasar domestik maupun ekspor.

Masuk akal, saat ini tren permintaan mobil di dunia khususnya negara-negara berkembang adalah mobil mini dan murah. Indonesia yang telah menjadi basis produksi sejumlah produsen otomotif dunia, menginginkan jadi basis produksi mobil tersebut. Apalagi,

Sebetulnya, wacana mobil murah di Indonesia ini sudah mengemuka sejak 2-3 tahun terakhir ini. Anda pasti ingat kehadiran produk-produk seperti Daihatsu Xenia yang memiliki harga paling rendah (Rp 99-116 juta), sementara itu Honda Jazz berada di level harga teratas di kelas ini, dengan angka Rp 144-160 juta. Sementara itu, mobil-mobil terlaris tahun 2007 juga dikuasai jenis MPV-LMPV CC 1.5 dan harga di bawah Rp 150 juta, sebutlah Avanza (yang selama setahun terjual hingga 62.010 unit), Xenia (28.914 unit), Hyundai Avega (20.991 unit), Honda Jazz (14.057 unit), Suzuki APV (12.434 unit).

Indonesia memiliki basis industri komponen yang cukup kuat untuk mengembangkan mobil mini yang murah untuk membidik pasar kelas bawah. Lampu hijau sudah menyala, kalau tidak ada aral melintang realisasi investasinya bisa terjadi tahun 2010 atau 2011.

Tapi apa pun, yang terang, pabrikan-pabrikan besar saat ini sudah menyiapkan mobil-mobil dengan harga yang terjangkau konsumen. Walaupun harga murah, tapi kualitas, kenyamanan dan safety yang ditawarkan tidak murahan. Saat ini, dengan merangkaknya harga mobil, pasar menjadi stagnan, maka tidak heran kalau produsen-produsen asal negara Eropa Barat dan Amerika Utara, ngebet ingin memproduksi dan memasarkan mobil murah.

Pasar potensial yang belum digarap optimal adalah negara-negara berkembang dengan laju pertumbuhan ekonomi tinggi. RRC, Russia, Brasil, India, negara-negara ASEAN masuk dalam list dan hebatnya lagi, populasi penduduk di negara-negara itu tinggi. Diprediksi dalam lima-sepuluh tahun lagi, akan muncul kelas menengah baru yang butuh mobil.

Untuk menangkap peluang itu, produsen mobil harus menciptakan mobil untuk kelompok konsumen yang sebelumnya hanya mampu membeli sepedamotor. Yang paling siap saat ini mungkin kongsi Renault-Nissan dengan Tata Motors yang mengembangkan mobil murah sejak 2003 dan meluncurkannya seharga US$ 2.500 tahun 2008 di India.

Di Eropa, Renault menawarkan sedan Logan dengan harga US$ 7.200, atau 40% lebih murah dari sedan lain di kelasnya. Tidak hanya Renault-Nissan-Tata. Toyota, Volkswagen, Fiat, Peugeot, General Motors dan Hyundai ikut terjun. Mitsubishi juga dikabarkan menyiapkan model dengan harga terjangkau untuk pasar Asia seperti diungkapkan President Mitsubishi Motor Corp Osamu Masuko.

GM menggunakan keahliaan orang-orang Daewoo untuk merancang dan memproduksi mobil-mobil di bawah US$ 7.000. Chrysler menggandeng perusahaan otomotif RRC, Chery, dan Hyundai memusatkan produksi mobil murahnya di India yang SDM-nya luar biasa, ongkos engineering, komponen lokal dan proses manufacturing-nya murah.

Daihatsu sebagai bagian dari Toyota Group masih menyimpan rencana pengembangan mobil super murah seperti ini. Padahal mereka jago membuat mobil kompak dengan harga terjangkau. Seharusnya tidak sulit bagi Daihatsu untuk menawarkan mobil seperti ini. Inilah tantangan bagi perusahaan yang berusia seabad lebih itu. (Burhanuddin Abe)

No comments:

Post a Comment