Thursday, May 01, 2008

Bulan Madu Kedua


Kau janjikan berbulan madu
Ke ujung dunia

Tapi janji tinggal janji
Bulan madu hanya mimpi


Seharusnya
penyanyi Hetty Koes Endang tidak perlu menangis lewat tembang lawas ciptaan Rinto Harahap berjudul Dingin itu. Sebab, selalu ada kesempatan kedua, jika bulan madu yang pertama urung dilaksanakan.

Sama dengan pengalaman Donna Agnesia yang begitu menikah dengan Darius Sinathrya, tidak sempat menikmati bulan madunya dengan nyaman, karena berbagai pekerjaan keburu menunggunya. Itu sebabnya ketika pasangan selebriti tersebut mendapat kesempatan berbulan madu kedua, kegembiraan yang terpancar di wajah mereka tidak bisa disembunyikan. “Wow, ini memang sebuah pekerjaan juga, tapi sekaligus anugrah,” ujar Donna ketika mendapat tawaran dari rumah produksi Samuan dan Appetite Journey, membuat program TV “Honeymooner”, Maret lalu.

Dalam program life style documentary itu Donnna dan Darius memerankan diri mereka sendiri. Yang membedakan dengan bulan madu biasa, hampir sebagian besar kegiatan yang mereka lakukan on scene. Tidak menjadi soal, sebagai selebriti mereka tidak canggung di depan kamera.

Dalam reality show tersebut, mereka menikmati berbagai fasilitas mewah, mulai berangkat dari Jakarta hingga ke tujuan destinasinya, Bali. Mereka naik pesawat (dari Jakata) dengan kelas bisnis, dan sesampai di bandara Ngurah Rai dijemput mobil mewah Mercy. Tujuannya adalah sebuah resor mewah yang sangat lekat dengan nuansa Bali di kawasan Ubud, sekitar 40 kilometer dari Denpasar, The Royal Pita Maha.

Meski dibangun tanpa blue print, sang pemilik resor ini yang tak lain adalah keluarga kerajaan Ubud, merasa tidak perlu merusak alam sekitar. Bahkan bangunan di lahan seluar 12 hektare itu sangat menyatu dengan alam sekitar yang asri. Vila-vila dibangun menghadap ke lembah yang di bawahnya mengalir Sungai Ayung, lengkap dengan air terjun alaminya. Berada di vila, dengan perpaduan eksotis kebun yang hijau, bukit dan lembah, membuat suasana rileks.

Di The Royal Pita Maha yang didesain dengan Balinese style yang memadukan nuansa modern dan alami, pasangan ini seperti back to nature. Bermalas-malasan di resor bukan pilihan yang salah, tapi Darius – Donna juga memilih menikmati beragam aktivitas, seperti menonton pertunjukan tari, musik, yoga, serta ikut kelas memasak. Tak lupa pehobi olah raga itu ikut rafting yang menaikkan adrenalin.

Bulan madu kurang lengkap jika tidak mencoba candle light dinner. Darius – Donna memilih makan malam dalam cahaya yang temaram di tepi sungai Tjampuhan yang melintasi resor tersebut. “Benar-benar bulan madu!” tukas Donna. Berbeda dengan bulan madu yang pertama, pasangan yang menikah pada 30 Desember 2006 itu kali ini membawa putra semata wayangnya, Lionel Nathan Sinathrya Kartoprawiro yang berusia 9 bulan.

Sama-sama bertajuk “bulan madu kedua”, pasangan Winky Wiryawan – Asmara Siswandari mempunyai cerita tersendiri. Pasangan selebriti ini sudah empat tahun menikan, tapi belum juga dikaruniai anak. Iu sebabnya, dalam rangka ingin lekas punya momongan, mereka pun berbulan madu kedua ke Eropa, akhir April lalu. "Dalam situasi yang santai dan romantis, mudah-mudahan bisa jadi (berhasil hamil)," ungkap Winky.

Kita hanya menunggu hasilnya. Tapi yang jelas, bulan madu kedua adalah tren baru. Tidak hanya Darius – Donna, Winky – Asmara, tapi juga Anjasmara – Dian Nitami, dan para eksekutif yang mungkin tidak dikenal di ranah publik. Banyak pasangan suami-istri yang mengeluh tentang rumah-tangga mereka yang kini tak lagi indah. Mereka mengaku bosan dan jenuh. Tak ayal, bulan madu kedua adalah salah satu langkah untuk merekatkan hubungan kembali hubungan yang mungkin saja longgar.

Semakin Harmonis
Memang, kejenuhan dalam hubungan suami – istri adalah masalah klasik yang erap mendera kehidupan rumah tangga. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kesibukan masing-masing individu, hingga lamanya perkawinan yang bisa membat jemu. Jika tidak cepat tanggap, persoalan yang semula dianggap biasa itu akan berakibat fatal, bahkan sampai kepada perceraian.

Kejenuhan memang manusiawi. Tapi kalau kejenuhan berubah menjadi pertentangan atau konflik hebat, Anda harus segera mewaspadai karena bisa jadi hubungan suami – istri seperti berada di ujung tanduk. Penasehat perkawinan di Munich, Jerman, David Wilchfort, menyarankan bila pasangan muda menghadapi kondisi ini, sebaiknya mereka tidak tergesa-gesa memutuskan untuk mengakhiri hubungan. “Jika pasangan suami-istri dalam krisis selayaknya kesempatan kedua bisa menjadi pilihan,” ujarnya.

Salah satu cara yang paling umum disarankan para psikolog atau terapis perkawinan adalah dengan melakukan perjalanan bulan madu kedua. Efek bulan madu kedua memang bukan omong kosong, banyak pasangan yang berada dalam krisis mengaku mendapatkan hasil yang luar biasa: merasakan cinta yang lebih hangat, indah, dan menakjubkan.

Mengulang bulan madu banyak diyakini sebagai obat yang paling mujarab yang bisa menghangatkan hubungan suami istri. Tak perlu menapak tilas ke tempat yang dulu pernah dikunjungi, jika memang hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Banyak tempat-tempat baru yang lebih eksotis, yang mungkin saja memberi inspirasi baru dalam hidup dan kehidupan berumah tangga. Jangan ragu menciptakan hal-hal romantis hingga hidup Anda penuh kegembiraan dan dapat saling menghargai. Biarkan cinta tumbuh di antara Anda dan pasangan! (Burhanuddin Abe)

No comments:

Post a Comment