Monday, June 30, 2008

Pilih One-Stop atau Spesialisasi?


Sektor ritel di properti, seperti kata Benyamin Sueb, kagak ade matinye! Belum habis orang terperangah dengan kehadiran pusat perbelanjaan one-stop (satu lokasi terdiri dari berbagai fungsi) mewah di CBD (Central Business Distict) Jakarta, yakni Senayan City, Grand Indonesia, dan Pacific Place. Kini, para pendatang baru juga ikut meramaikan pasar ritel.


Paling tidak, sepanjang kuartal pertama 2008 sudah selesai dibangun lima pusat perbelanjaan, yaitu Pasar Grosir Cililitan 2 di Jakarta Timur yang dijual dengan sistem strata-title, Rawamangun Square dan Plaza Buaran di Jakarta Timur, fasilitas ritel tambahan di gedung perkantoran Menara Standard Chartered di Jakarta CBD, serta Pluit Junction di Jakarta Utara yang berkonsep gaya hidup, F&B (makanan dan minuman), dan hiburan. Hadirnya pusat-pusat perbelanjaan tersebut menambah pasokan ruang ritel di Jakarta sekitar 86.300 m2.


Pada kuartal I 2008 pasokan kumulatif total ruang ritel di Jakarta tercatat 2.875.100 m2, yang terdiri dari 1.793.000 m2 (62,4%) pusat perbelanjaan sewa dan 1.0882.100 m2 (37,6%) strata-title.


Pembangunan pusat-pusat perbelanjaan memang belum berhenti. Sampai akhir 2008 kami memperkirakan pasokan akan mencapai 473.500 m2, sekitar 69,2% di antaranya datang dari pusat perbelanjaan sewa. Bila pembangunan selesai tepat waktu, pasokan ruang ritel total di Jakarta akan mencapai 3.348.500 m2 pada akhir 2008.


Aktivitas Sewa
Aktivitas sewa pada pusat perbelanjaan selalu bergairah, tak terkecuali sepanjang kuartal I 2008. Peyerap utama memang penyewa jangkar (anchor tenant), yang selalu menempati ruang ritel di pusat-pusat perbelanjaan yang baru dibuka. Hypermarket dan department storeGiant di Ramawangun Square, dan M. Department Store di Pacific Place.
memberi kontribusi terbesar, seperti Carefour di Plaza Buaran,


Penyewa-penyewa lainnya yang membuka gerai-gerai baru, tercatat pembawa merek-merek top, sebutlah Zara, Forever 21, dan Dolce & Gabbana di Grand Indonesia. Paper Clip di Mal Kelapa Gading (MKG) 5, Periplus di MKG 2, Wall Street Institute di La Piazza, serta Kalbe dan Nuansa Musik di Mal Pondok Indah 2.


Yang menarik, penyewa-penyewa F&B makin dominan saja sepanjang kuartal pertama tahun ini. Sebutlah Cuisine Cuisine (masakan cina) dan Red Sapphire (masakan laut) di Pluit Junction, dan Tesate (masakan indonesia) di Plaza Senayan. Belum lagi para pemain lama yang juga mengisi tempat-tempat yang tersedia di beberapa mal dan plaza.


Prospek
Di antara sektor properti yang lain, pusat perbelanjaan tergolong yang paling tinggi pertumbuhannya. Memang, pada saat krismon sektor ini yang terpuruk lebih dulu, tapi begitu ekonomi membaik, sektor ini pula yang paling cepat pulih bahkan berkembang dengan pesat.


Kinerja pusat perbelanjaan strata-title di Jakarta memang belum membaik, itu pula yang menyebabkan pasokannya dalam dua tahun mendatang masih terbatas. Hanya tiga pusat perbelanjaan hak milik saja yang menonjol yang sedang dalam tahap pembangunan, yakni Blok M Square, Seasons City, dan Pusat Grosir Senen Jaya.


Sebaliknya, pusat-pusat perbelanjaan sewa, terutama berkonsep one-stop, akan mendominasi pasokan mendatang. Sebagian adalah bagian dari proyek-proyek superblok, yang di dalamnya tidak hanya pusat perbelanjaan, tapi juga kondominium dan gedung perkantoran.


Perlu dicatat, setelah suksesnya Cilandak Town Square dan EX Plaza, pusat-pusat perbelanjaan dengan spesialisasi F&B dan hiburan menjadi konsep yang populer. Bahkan tidak jarang, untuk menarik pengunjung, para pengembang rela membangun pusat perbelanjaan dengan konsep tersebut untuk jangka waktu tertentu, bersifat temporer hingga lahan tersebut siap dijadikan pusat perbelanjaan one-stop, atau bagian dari superblok, seperti EX, Automal, dan sebentar lagi Kuningan One. Lini Djafar - PT Property Advisory Indonesia (Provis)


No comments:

Post a Comment