Thursday, July 01, 2010

Culinary Legends of Batavia


Re-discover Batavian favorite recipes such as Soto Betawi, Sop Kaki Tanah Abang, Semoer Daging Betawi, Kerak Telor and much more. All are prepared by Chef Syaiful Bahri and his team for you to enjoy @ Asia Restaurant, The Ritz-Carlton, Jakarta.

SAYA pasang flyer tersebut di wall FaceBook saya, lengkap dengan gambar suasana Betawi tempo dulu. Ternyata banyak yang menanggapi positif, jempol-jempol diberikan, bahkan ada teman berasal dari Filipina, yang pernah tinggal di Singapura dan Jakarta memberi komentar, “Another great reason to visit Jakarta!”

Di tengah serbuan makanan asing, makanan legendaris Betawi di Jakarta ternyata masih mendapat tempat di hati masyarakat, terutama pecinta kuliner. Dan memang tidak salah kalau holet sekelas The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta menggagas festival makanan bertema Culinary Legends of Batavia di salah satu restorannya, Asia, sekalian menyambut haru ulang tahun Kota Jakarta yang ke 483. Hmmm… Jakarta ternyata lebih tua dari usia negara Indonesia.

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar kulinari Betawi? Pasti banyak, meski beberapa di antaranya sangat susah dicari. Chef de Cuisine Syaiful Bahri dan tim kulinernya sudah menyiapkan hidangan Betawi. Aneka resep terbaik para leluhur saat Jakarta masih bernama Batavia pada abad 16 silam, ada di sini.


Beruntung saya dan para wartawan kuliner dan gaya hidup mendapat kesempatan megikuti pembukaan festival makanan tersebut acara yang berlangsung pada 16 hingga 25 Juni 2010.

Daftar makanan yang dihidangkan memang banyak, dan setiap hari sangat bervariasi. Sebutlah Sop Kaki Kambing Tanah Abang, Macaroni Dutch (macaroni met ham en kaas), Bitter Ballen with Mustard Honey Sauce, Sayur Besan, Pepes Ikan Salem Mangga Muda, Gado-gado, Oseng-oseng Kangkung Jamur, Terik Daging Ayam Opor Kuning Jambal Pete Goreng Pedas, Tongseng Kambing Kwitang Kambing Bumbu Kecap Benteng, Gulai Sotong Muara Karang, Ayam Bakar Tanah Abang Nasi Goreng Udik, Kerak Telor "Bang Somad", Gabus Pucung dan Saus Semur, Beer Pletok, dan masih banyak lagi.

Jangan lupa, sambil bersantap pengunjung bisa mendengarkan alunan musik khas Betawi, seperti Jali-Jali, Keroncong Kemayoran, Ondel-ondel, Lenggang Kangkung, dan lain-lain. Juga musik gambang kromong dengan penyanyi legendaris H. Benyamin Sueb.

Tidak hanya makanan dan hiburan memang, karena pernik-pernik pajangannya juga ikut menyesuaikan dengan suasana Betawi. Asia Restaurant sendiri disulap menajdi kota tua Batavia, dengan meletakkan barang-barang antik di depan dan sepanjang area restoran, seperti delman, becak dengan berbagai buah dan sayur mayur di dalamnya -- ada kelapa, salak, pepaya, terong, dan lain-lain. Di sebelah restoran juga ada window display rumah ala Betawi, kursi kayu, lemari kuno dengan barang-barang antik di atasnya, seperti piringan hitam zaman dahulu, setrika arang, radio tua, dan lain sebagainya. Untuk melengkapi atmosfer “tempo doeloe” tersebut, mobil antik Mercedes-Benz SL dan Pagoda ikut nongkrong di situ.

Sungguh sebuah pengalaman bersantap yang tak terlupakan! (Burhan Abe)

No comments:

Post a Comment