Wednesday, August 04, 2010

Canton and Szechuan at Table8


TABLE8, inilah restoran baru yang berlokasi di Hotel Mulia Senayan Jakarta. Bukan berarti hanya untuk berdelapan, tapi karena ini chinese restaurant, yang percaya pada keberuntungan angka 8.

Saya memang tidak sempat menghadiri pembukaannya, tapi undangan dari Adeza Hamzah, Asisstant Director of Communication Hotel Mulia, tidak mengurangi nilai apreasi saya terhadap restoran ini.

Resto ini menggantikan Samudra Shark's Fin di lantai dasar, tapi tentu dengan konsep baru, yakni menghadirkan masakan China ala Kanton dan Szechuan. Memasuki pintu resto ini kita seperti diajak untuk bersiap-siap memasuki pengalaman bertualang rasa. Suasananya eksklusif, modern, dan stylish bergaya Chinoiserie yang mendominasi venue ini.

Di dekat pintu masuk terdapat gerai chinese tea yang eksklusif, tersedia berbagai jenis teh, mulai dari black tea, green tea, oolong tea, flower tea, herbal tea hingga teh premium dari China. Yang menarik, jika kita memilihteh sebagai minuman, seorang pramusaji akan menghidangkannya dengan cara yang unik – menuang tehnya dari teko kaca memanjang seperti memperagakan salah satu jurus kungfu.

Yang menjadi pusat perhatian restoran ini terletak di ruang tengah, yakni sebuah meja makan panjang terletak di tengah dengan hiasan 23 pagoda di ketinggian yang berbeda (sampai 6 kaki). Di atasnya terdapat lampu-lampu kristal berbentuk naga yang

menjuntai indah. semuanya dirancang secara eksklusif dan custom made. Dengan demikian tamu tak hanya menikmati kelezatan hidangan tetapi suasana nyaman dan bisa “cuci mata” selama bersantap.

Yang menarik, semua pramusaji yang ramah itu berbaju seragam hitam ala gadis-gadis China yang cool. Rambutnya hitam lurus berponi (semua pakai wig), bibirnya berlipstik merah menyala.

Pilihan hidangannya sangat beragam, mulai dari hidangan Szechuan yang pedas hingga masakan Kanton yang lembut, juga aneka jajanan khas China yang mungkin jarang kita jumpai di sini. Chef-nya yang berasal dari China dan Hong Kong, meracik semua hidangan dengan penampilan yang indah, sehingga bercita rasa prima. Hmmm…

Hidangan andalannya? Ada Braised Superiors Shark's Fin with Black Truffle - sirip ikan hiu premium disajikan dengan jamur truffle dari Prancis. Sajian kerang-kerangannya juga istimewa, cobalah Dried Scallop Server in Stone Pot, atau Scallop Cake with Asparagus and Shimeji Mushroom in Ebara Sauce.

Kebanyakan orang Indonesia suka pedas, dan di restoran ini kita dimanjakan dengan hidangan ala Szechuan. Tersedia Szechuan Stirfried Chicken Cubes with Dried Chili and Peppercorn. Dari kuliner Hong Kong pun tersedia Table8 Fresh Steamed Bun yang tak lain adalah bakpao dengan beragam pilihan isi, dan Wok Fried Fragnant Rice with Foiegras and Seafood atau nasi goreng dengan hati angsa dan seafood.

Jangan lupa, selain hidangan yang populer ala street food, restoran ini juga menyajikan hidangan China klasik populer seperti Beggar's Chicken - ayam pengemis atau 'Buddha Jump Over the Wall' Soup yang bercitarasa alami. Sederetan pilihan dessert pun tersedia dan khusus penggemar cokelat, tersedia Table8 Chocolate Fondue.

Dengan konsepnya yang matang tidak heran jika restoran ini meraih penghargaan “Winner on the Fine Dining Restaurant Category in the 2010 Hospitality Design (HD) Awards for Creative Achievement”, New York City.

Siang itu suasana memang agak lengang, tapi saya lihat ada beberapa grup profesional berbaju kantoran yang datang. Bahkan di ruang VIP ada ibu-ibu sosialita yang mungkin sedang berbincang tentang bisnis atau sekadar arisan rutin. Di meja yang lain ada saya, Adeza Hamzah, dan fotografer Daddy Tjeuw yang kekenyangan karena mencoba semua hidangan unggulan Table8. Sungguh, sebuah pengalaman kuliner yang menyenangkan. (Burhanuddin Abe)

http://www.perempuan.com/index.php?comp=myday&do=index&id=28

http://burhanabe.blogspot.com/2010/08/canton-and-szechuan-at-table8.html

No comments:

Post a Comment