Tuesday, September 28, 2010

A Journey through Ancient Thai Traditions


Sebuah pengalaman di mana kuliner dan pijat adalah dua hal yang menyenangkan.


APA yang terbayang ketika mendengar kata Thailand? Wisata yang keren, tapi murah. Dua faktor ini menjadikan pengalaman wisata kita sangat memuaskan, karena uang yang kita bawa mempunyai nilai tukar yang lebih tinggi. Biaya hidup di Bangkok, misalnya, sekitar 30-50% lebih murah daripada di Jakarta, apalagi di Chiang Mai, Chiang Rai, dan lain-lain.


Meski masih di kawasan ASEAN, Thailand adalah negeri yang tidak membosankan. Negara berkembang itu mempunyai daerah tujuan wisata yang menarik, juga kebudayaan yang unik. Sementara di kota besar, sebutlah Bangkok, tidak kalah gemerlapnya dengan kota-kota dunia lainnya – lengkap dengan hiburan malamnya yang menggoda!


Tahun ini saya kebetulan sempat berkunjung ke Bangkok, dalam rangka mengikuti “Nokia Showcase 2010”. Selain meliput acara tahunan ponsel asal Finlandia tersebut, saya menyempakan diri untuk menikmati kota tersebut, berbelanja di Siam Square, jalan-jalan ke pusat hiburan malam Patpong, dan tentu saja wisata kuliner.


So, ketika Four Seasons Hotel Jakarta, dengan sponsor Thai Airways, mengundang ke pembukaan acara “A Journey through Ancient Thai Traditions”, eksotisme Thailand itu terbayang lagi. Acara itu memadukan pengalaman kuliner di Thailand di Seasons Cafe dan perawatan tubuh tradisional Thailand di The Spa. Para tamu dapa merasakan Thailand dari dekat melalui empat ahli yang didatangkan langsung dari Chiang Mai, Thailand antara 20 September – 10 Oktober 2010.


Hidangan Thailand dikenal melalui rasanya yang khas dan bahan bakunya yang segar. Lezat dan kaya akan kreasi, rasa pedas yang menggugah selera serta perpaduan dan bahan baku yang segar membuat saat bersantap menjadi pengalaman yang istimewa. Selama masa promosi, kita bisa menikmati kelezatan hidangan Thailand di Seasons Café bersama Chef Anchalee Luadkham dan Chef Pongsule Songsri dari Four Seasons Hotel Chiang Mai.


Masakan Thailand yang khas pasti tidak ketinggalan, sebutlah Tom Yum Kung Narm Khon (Sup Udang Asam Pedas), Yum Nua (Salad Daging Sapi Bumbu Pedas), Kaow Soi Gai (Hidangan mie telur khas Chiang Mai dengan kari ayam), Throd Man Goong (Perkedel Udang), aneka pilihan penganan kecil khas Thailand dan berbagai menu lainnya.


Penglaman bersantap yang istimewa ini tersedia untuk santap siang dan malam prasmanan dengan harga Rp 198.000++ per orang; Spesial Sunday Brunch degan sentuhan Thai seharga Rp 398.000++ termasuk free flow wine dan jus buah segar. Ada juga kelas memasak dengan biaya Rp 350.000 per orang di mana para chef akan mengungkap resep rahasia kenikmatan hidangan Thailand.


Tidak sempurna kalau dalam event ini tidak dilengkapi dengan pijat atau perawatan tubuh khas Thailand yang terkenal itu. Rasakan pengalaman perawatan olah tubuh yang unik, yang menyatukan Hatha Yoga, Akupresure dan Refleksologi yang sudah dikenal selama 2,5 abad. Awal mula Thai Massage diciptakan oleh Shivaga Komarpaj, yang dikenal sebagai ‘Father Doctor’. Di Thailand, masyarakat petanimengajarkan anak-anak mereka keahlian pemijatan yang mereka pelajari dari orang tua mereka, dengan cara ini massage tradisional Thailand menjadi tradisi turun temurun.


Ya, para tamu akan dapat menikmati berbagai ritual favorit melalui tangan-tangan ahli dua terapis, Manchupa Sucharat Kaewkun dan Patumrat Prompet yag didatangkan langsung dari Four Seasons Hotel Chiang Mai, seperti Traditional Thai Massage yang berfungsi menstimulasi aliran energi dan meredakan ketegangan otot; Chiang Mai Samunprai, terapi tradisional Thailand yang dapat meredakan ketegangan dan mengembalikan semangat; Thai Blend Massage, peijatan dengan teknik penekanan pada titik-titik, serta berbagai pilihan lainnya. Food and massage, the perfect pairing! (Burhanuddin Abe)


http://www.perempuan.com/index.php?comp=myday&do=index&id=33

No comments:

Post a Comment