Tuesday, November 09, 2010

Absolut ‘Eatertainment’ at Benihana


SEMUA bisa dikaitkan dengan entertainment, sebut saja infotainment, edutainment, dan seterusnya. Ya, kata tersebut cukup sakti untuk memberi tekanan pada sesuatu tidak sekadar informasi atau pendidikan, tapi juga hiburan. Tentu tidak berlebihan kalau pengalaman berwisata kuliner kali ini saya sebagai eatertainment. Maklum, di sini tidak sekadar makan, tapi lebih dari itu, sebuah pengalaman yang menghibur. Sambil duduk di meja ala teppan yaki, sang koki juga mendemonstasikan keterampilannya yang tidak sekadar memasak.

Lokasinya di Benihana Restaurant, Grand Indonesia, East Mall lantai 3, Jakarta. Dari namanya restoran ini restoran ini jelas restoran Jepang – yang bagi lidah sebagian besar orang Indonesia sudah tidak asing lagi.

Makanan Jepang, yang juga disebut nihonshoku atau washoku, adalah makanan yang dimasak dengan cara memasak yang berkembang secara unik di Jepang dan menggunakan bahan makanan yang diambil dari wilayah Jepang dan sekitarnya. Sushi, tempura, shabu-shabu, dan sukiyaki adalah makanan Jepang yang populer di luar Jepang, termasuk di Indonesia.

Sebagian besar ahli kuliner berpendapat masakan Jepang mudah sekali dibedakan dari masakan negara tetangga seperti masakan Korea dan masakan Cina. Walaupun demikian, sejumlah makanan Korea dan Cina juga mendapat pengaruh dari masakan Jepang, atau sebaliknya.


Di Jakarta, dan kota-kota besar di Indonesia, kita dengan mudah mendapatkan restoran-restoran Jepang, mulai darirestoran mewah hingga restoran cepat saji, bahkan kelas kaku lima.

Benihara, yang dibuka 5 Mei 2010, tentu golongan yang disebut pertama, apalagi lokasinya yang berada di mal paling mewah di Jakarta saat ini. Dibandingkan dengan restoran Jepang lainnya, venue ini tergolong unik, baik makanannya maupun desain interiornya. Benhana di Jakarta agaknya memiliki desain interior terbaik dan termegah di dunia, karena berhasil menyajikan inovasi tema ‘perkampungan Jepang asli’. “Konsepnya adalah Benihana Village,” tukas Kevin Aoki putra Rocky Aoki, pendiri Benihana.

Beinhana memang restoran franchise, yang uniknya bukan berasal dari Jepang, tapi Amerika Serikat. Benihana Jakarta, selain menyandang predikat desain terbaik, juga merupakan satu-satunya restoran di dunia yang memiliki tiga konsep sekaligus, yaitu restoran, bar, dan lounge, dengan total luas area 1.400 meter persegi.


Sohornya merek dan kesuksesan Benihana tidak terlepas dari hasil kerja keras dan semangat Hiroaki “Rocky”Aoki sebagai pendiri Benihana pertama di kota New York, pada 1964. Saat ini Benihana telah memiliki l02 cabang yang tersebar di 18 negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, Argentina, Romania, Rusia, Inggris, Dubai, Jepang, Thailand, dan lain sebagainya, menjadikannya sebagai salah satu perusahaan restaurant-franchise tersukses di dunia. Salah satu buktinya adalah restoran ini termasuk satu dari sedikit restoran yang tercatat sebagai perusahaan publik di Wall Street, Amerika Serikat.

Rocky berhasil menciptakan transformasi kultur dalam restoran Jepang, dengan cara mempersiapkan bahan makanan di meja teppan yaki, untuk kemudian dimasak langsung di depan tamu oleh para chef, yang sudah mendapatkan training khusus tentu. Chef berkarakter fun dan entertaining menjadi salah satu kriteria utama, karena restoran ini menyajikan aksi akrobat sambil memasak, selain interaksi personal dengan pelanggan.

Misi Rocky saat mendirikannya sangat simpel, yaitu menghadirkan eatertainment, yaitu perpaduan antara kuliner dan hiburan. “Saya ingin mengubah cara pandang semua kalangan tentang makanan Jepang,” ujarnya.

Bukan isapan jempol, saya sendiri merasakan pengalaman berkuliner ria sambil merasakan pengalaman yang menyenangkan di Benihna beberapa waktu yang lalu ditemani Ari Respati sang manajer dan Ollie Sungkar dari Vox Populi Syndicate. Atraksi yang menghibur tamu menjadikan pengalaman bersantap kuliner berkualitas prima dengan bahan-bahan fresh menjadi sulit dilupakan.
Selain teppan yaki, saya menikmati berbagai macam menu makanan lainnya seperti robata yaki, yakni barbeque Jepang yang dimasak di hadapan pelanggan di atas robata, panggangan khas Jepang, dan disajikan di atas bambu dan fusion style sushi -- sebutlah nigiri, maki, dragon dan spicy rolls sushi. Hmmm…

Pemilihan lokasi restoran juga menjadi daya tarik tersendiri. Bayangkan, dari lantai tiga kita bisa menyaksikan pemandangan spektakuler Bundaran HI.

Tidak berlebihan kalau sang pengelola menyebut bahwa Benihara dapat menjadi pilihan utama untuk menampung acara private party dan gathering hingga 150 orang di bagian lounge. Untuk acara reguler di lounge ada live performance oleh Tropical Transit Band dari Bali dengan permainan akustik yang menambah suasana restoran menjadi hangat dan rileks. Pada bagian depan terdapat Rocky Bar, sebagai tempat untuk bersantai dan berkumpul bersama kolega sambil menyaksikan acara TV khusus sports dan news. Bonapeti! (Burhan Abe)

No comments:

Post a Comment