Monday, December 06, 2010

Wisdom 2010: Kolokium untuk Ekonomi Kerakyatan


AGENDA utama perhelatan World Conference on Culture, Education and Science - Wisdom 2010, Colloquium in Honour of Dr. Ann Dunham and Prof. Dr. Mubyarto yang menghadirkan sejumlah pakar ekonomi dan antropologi dunia diselenggarakan secara khusus untuk memberi penghargaan terhadap karya penelitian dan kerja Dr. Ann Dunham & Prof. Dr. Mubyarto.

Kolokium yang diselenggarakan di Grha Sabha Pramana, Senin, 6 Desember 2010 dipimpin oleh Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra dari Universitas Gadjah Mada dan menghadirkan empat pembicara terkemuka. Mereka adalah; Prof. Alice Dewey, Profesor Emeritus Antropologi University of Hawaii, Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat, Profesor Ekonomi Universitas Gadjah Mada dan Staf Ahli Menteri Sosial RI, Prof. Dr. Sri Edi Swasono, Profesor Ekonomi Universitas Indonesia dan Sandra Niessen, Ph.D., ahli antropologi Kanada dan penulis buku “Legacy in Cloth: Batak Textiles of Indonesia.

Kolokium diawali dengan sambutan pembukaan oleh Prof. Alice Dewey dan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, Rektor Universitas Islam Indonesia. Pada sesi penyampaian makalah, Alice Dewey membawakan paper berjudul, “Changing Work Patterns of Women in Java,” yang menekankan berbagai perubahan pola kerja yang terjadi pada kaum perempuan di Jawa, sebuah realita yang dipotret dan menjadi obyek penelitian Dr. Ann Dunham sekaligus telah menjadikan beliau sebagai pejuang mikrokredit untuk kaum perempuan.

Sementara itu Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat menyampaikan makalah: “Prof. Mubyarto’s Local Wisdom Economy, Ekonomi Kerakyatan, Pancasila Economy, From Concept to Reality,” dan Prof. Dr. Sri Edi Swasono membawakan makalah berjudul: “Mutualism and Brotherhood,” yang menekankan konsep Ekonomi Pancasila dari Prof. Dr. Mubyarto yang dapat menjadi dasar sistem ekonomi terbaik bagi bangsa Indonesia di masa kini dan akan datang. Pembicara Sandra Niessen, Ph.D. membawakan paper bertajuk, “Surviving Against the Odds.”

Dalam kesempatan tersebut, Sandra menyampaikan bahwa atas berkat kesempatan dirinya hadir dalam acara inilah, beliau kemudian mengenal sosok dan karya Ann Dunham yang menurutnya melakukan hal yang sama; melakukan penelitian panjang terhadap kepentingan dan kehidupan rakyat kecil di Indonesia. Selain itu menurutnya lebih jauh, UGM dan Panitia Wisdom 2010 patut mendapatkan apresiasi tinggi atas inisiatif cermat menghadirkan tema “Local Wisdom Inspiring Global Solutions” serta gagasan untuk menghadirkan dirinya.

Sebagai bentuk penghargaan bagi Universitas Gadjah Mada sebagai penyelanggara Wisdom 2010, Sandra Niessen menyerahkan buku karyanya, “Legacy in Cloth: Batak Textiles of Indonesia” kepada institusi perguruan tinggi tertua di Indonesia ini. Prof. Dr. Yati Soenarto berkesempatan untuk menerima buku ini mewakili Universitas Gadjah Mada.

Pada kesempatan tanya jawab dan komentar dari peserta, mantan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Joop Ave yang hadir menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pembicara yang terlibat dalam kolokium ini. Beliau juga memberi masukan sekaligus komentar bahwa para pembicara hendaknya tidak hanya menekankan unsur local wisdom saja, tetapi juga global solutions juga perlu dijadikan perhatian khusus. Lebih jauh Joop Ave berpesan agar berbagai kearifan lokal yang diangkat dan dikenali dalam Wisdom 2010 harus secara realistis menjadi solusi di masa sekarang dan mendatang bagi rakyat banyak untuk kemudian menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang hebat dan besar.

Seluruh pembicara dalam gelaran Colloquium in Honour of Dr. Ann Dunham and Prof. Dr. Mubyarto memberikan pandangan yang sama bahwa Dr. Ann Dunham dan Prof. Dr. Mubyarto adalah dua sosok akademis yang tanpa kenal lelah memperhatikan rakyat kecil di pelosok negeri dan berjuang dalam pengembangan ekonomi kerakyatan dan kemandirian. (6 Desember 2010)

No comments:

Post a Comment