Thursday, December 02, 2010

Jakarta Midnight Shopping





BELANJA tengah malam? Begitulah tren yang terjadi belakangan ini di Jakarta. Grand Indonesia Shopping Town, misalnya, 27 November (kali yang kedua untuk 2010) menggelar Midnight Shopping. Program belanja yang dimulai sejak pukul 20.00-24.00 dan melibatkan partisipasi lebih dari 130toko ini menawarkan diskon hingga 80%.
Beberapa tenant mal tersebut ikut mengadakan promo besar, di antaranya Seibu, Ranch Market, juga Ace Home Center yang mengadakan Grand Opening Sale, begitu juga dengan toko-toko yang ada di Level One. Semakin meriah karena acara belanja tengah malam itu dimeriahkan dengan fashion show dan penampilan Vidi Aldiano.

Di hari yang sama Mall of Indonesia (MOI) juga menggelar acara yang sama dengan tajuk “MOI Night SaleBration”. Mal yang berada dikawasan Kelapa Gading itu menawarkan diskon hingga 80%. Penyemarak acara tersebut adalah Hudson, penyanyi dua suara (pria dan wanita) yang ngetop lewat “Indonesia Mencari Bakat” Trans TV.

Centro Department Store, yang menjadi tenant utama mall itu juga ikut berpartisipasi dengan acara Late Night Sale at Centro. Centro – yang juga berlaku serentak di mal yanglain – menawarkan diskon hingga 50 persen untuk merek-merek dari P.S., Chic Simple, Body and Soul, Contempo, Invio, Sorella, Nautica, Chronotech, Hush Puppies, Jack Nicklaus, Ambrogio, Hana, Palomino, Elle, Gobelini, Kickers, Revlon, Maybelline, Florence, Elegance, Terry Palmer, Parachute, dan lain sebagainya.

Jangan lupa, secarabersamaan Supermal Karawaci juga menggelar acara yang sama, Super Midnight Sale, yang juga menawarkan diskon hingga 80%. Selain ketiga tempat tersebut, Plaza Indonesia dan Senayan City juga merencanakan untuk menggelar belanja hingga tengah malam di pertengahan bulan Desember 2010.

Yup, mal kini sudah tidak bisa dipsiahkan dari kehidupan sehari-hari. Mayoritas orang kota memilih mal untuk mengisi waktu luang mereka, entah itu sekadar nongkrong, berbelanja, atau sekadar window shopping.

Berkunjunglah ke mal pada akhir pekan, niscaya akan banyak pengunjung. Mal bukan sekadar tempat belanja tapi memang sebagai tempat wisata. Tidak jarang kita melihat, pasangan suami-istri dengan anak-anak mereka keluar-masuk setiap gerai di mal. Baby sitter dengan kereta dorong berjalan mengikuti majikannya.

Mal telah menjadi magnet yang menarik semua warga kota. Di tempat ini mereka bisa mendapatkan segalanya; barang belanjaan, makan dan minum, atau sekadar menghilangkan stres akibat tekanan hidup sehari-hari.

Itu sebabnya, para pengembang berlomba-lomba membangun mal, di kota-kota besar di Indonesia, terlebih-lebih di Jakarta. Selain mal-mal yang disebut atas, ada Emporium Pluit, Pluit Village, Plaza Senayan, Central Park, Gajah Mada Plaza, Menteng Plaza, EX Plaza Indonesia, Plaza Atrium, Lifestyle X'nter, MGK Kemayoran, Mal Kelapa Gading, La Piazza, Mal Artha Gading, Sports Mall Kelapa Gading, Emporium Pluit Mall, Arion Mall, Mal Ciputra, Mal Daan Mogot, Mal Puri Indah, Mal Taman Anggrek, Blok M Plaza, Blok M Mall, Blok M Square, Mal Ambassador, Mal Pondok Indah, Pacific Place, Plaza Semanggi, dan masih banyak lagi.

Mal tentu bukan sekadar tempat berbelanja, segala kegiatan bisa dilakukan di sini. Bertemu dan bersosialisasi sering terjadi di mal. Janji bertemu dengan kerabat, teman, atau rekan bisnis pun lebih asyik dilakukan di tempat ini. Mal agaknya sudah menjadi candu yang adiktif, yang membuat banyak orang merasa belum lengkap kalau belum mengunjunginya.

Mal menemukan puncak magnetnya pada pertengahan tahun, menjelang Idul Fitri, atau Natal dan Tahun Baru. Pada saat-saat itulah, gerai-gerai di mal memberikan diskon, hadiah, dan gimmick pemasaran lain yang membuat konsumen bisa mabuk belanja. Dengan label Mid Year Sale, Big Sale, atau Great Sale, mal berlomba-lomba menjaring pembeli. Itu saja ternyata tidak cukup sehingga muncullah Midnight Shopping. (Burhan Abe)

No comments:

Post a Comment