Monday, December 06, 2010

Pembicara Wisdom 2010: Alice Dewey

Prof. Emeritus Alice Dewey adalah professor emeritus jurusan antropologi University of Hawaii at Manoa (UHM). Beliau adalah ketua komite penguji disertasi Ann Dunham, ibunda Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama.

Disertasi yang ditulis Ann Dunham itu , tentang kehidupan pandai besi di pedesan di Jawa. Wanita, yang setelah menikah dengan Lolo Soetoro asal Indonesia (1967) dikenal dengan sebutan Ann Soetoro, menganalisis bagaimana kelompok pandai besi tradisional di Jawa bertahan dari gerusan modernasiasi dan ideologi pembangunan. Ia juga mengkritik kebijakan pembangunan pemerintah Indonesia pada awal Orde Baru itu, selain tentu saja menawarkan solusi dan kalan keluar penyelesaian.

Alice Dewey adalah antropolog dari Harvard University, AS, generasi pertama yang masuk ke Indonesia pasca Kemerdeakaan RI. Ia memulai penelitian di Jawa pada 1952 hingga 1954 untuk tesis dan yang kemudian diterbitkan sebagai buku berjudul “Peasant Marketing” tahun (1962). Penelitian Alice Dewey adalah tentang interaksi ekonomi di pasar tradisional memperlihatkan bahwa nilai-nilai lokal dan pola ekonomi tradisional memiliki peluang besar untuk menjadi pondasi perekonomian nasional. Namun pendekatan ini tentu saja membutuhkan pemerintah yang memiliki cara pandang yang sama.

Alice namanya bisa disejajarkan dengan antropolog AS lainnya, juga dari Harvard, sebutlah Clifford Geertz yang meneliti bidang agama dan nilai tradisional, Hilderd Geertz (bidang organisasi keluarga), Donal Fagg (bidang administrasi organisasi, Robert Jay (bidang kehidupan dan ekonomi pedesaan), dan Edward Ryan (bidang komunitas Tionghoa di Jawa).

Bagi Alice, Jawa dan Indonesia adalah tanah air kedua baginya. Di Hawaii pun ia selalu hadir dan diminta berbicara dalam setiap acara yang diselenggarakan masyarakat Indonesia. Alice ternyata juga mempuyai naman Jawa, yakni Suratmi, nama yang didapatkannya dari seorang lurah saat dia menetap di Indonesia untuk melakukan serangkaian penelitiannya.

Alice Dewey, yang setelah kembali dari Indonesia memilih menetap di Hawaii dan mengajar di UHM, karena di Indonesia pada masa Orde Baru tidak terlalu kondusif untuk pemikiran dan keyakinannya tersebut.

Entah kebetulan, Ann Soetoro tahun 1973, setelah enam tahun menetap di Indonesia, juga kembali ke Hawaii untuk melanjutkan pendidikannya di jurusan antropologi. Di sinilah Alice Dewey dan Ann Soetoro bertemu. Pengalaman Ann di Indonesia, khususnya di masa-masa awal transisi politik dan ekonomi Indonesia, cukup untuk memahami jalan pikiran Alice Dewey, yang keal menjadi sang pembimbing disertasinya.

Alice Dewey yang kini terbilang sepuh tengah merampungkan buku tentang Jawa untuk kesekian kalinya. Buku yang berjudul “Guided by the Wahyu: The Yogyakarta Court in Modern Indonesia” itu merupakan bagian dari buku berjudul “Traditional Powers for a Modern King: The Investiture of Sultan Hamengku Buwono X”, dengan editing dilakukan oleh Nancy I. Cooper, juga profesor di UHM, mantan murid Alice, dan salah seorang teman dekat Ann Soetoro.

No comments:

Post a Comment