Wednesday, December 08, 2010

“The Spirit of Merapi”





PERHELATAN World Conference on Culture, Education and Science – Wisdom 2010 di Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi diakhiri oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Ir. Jero Wacik, SE pada Rabu, 8 Desember 2010 di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Agenda Wisdom 2010 yang menggelar pesan kunci dari Jean-Michel Cousteau, pakar konservasi kreatif dunia, Colloquium in Honour of Dr. Ann Dunham & Prof. Dr. Mubyarto, ajang penghargaan bagi dua tokoh pejuang ekonomi kerakyatan di Indonesia dan 6 workshop dengan tema-tema berorientasi kearifan lokal ini telah menghasilkan rekomendasi-rekomendasi dalam bentuk Deklarasi Wisdom 2010.

Deklarasi ini akan diserahterimakan secara simbolis dari Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng. Ph.D. kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik, setelah dibacakan terlebih dahulu di depan seluruh peserta Wisdom 2010 oleh Ance Triomarta, wakil mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sekaligus pemenang The Young Entrepreneurship 2009. Pada kesempatan istimewa ini, mantan Menteri Pariwisata, Pos & Telekomuniasi, Joop Ave berkesempatan untuk menyampaikan simpulan perhelatan ini dalam bentuk Conference Reflection.

Deklarasi Wisdom 2010 ini akan disampaikan langsung oleh Jero Wacik kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai rekomendasi penyelenggaraan World Culture Forum 2012 (WCF 2012) di Bali. WCF merupakan gagasan dan inisiatif dari Presiden SBY untuk menjadikan forum ini sebagai pasangan World Economic Forum (WEC) di Davos, Swiss.

Perhelatan Wisdom 2010 ini menghasilkan delapan pokok deklarasi, yaitu; Indonesia mengemban tanggung jawab untuk membentuk sebuah forum kebudayaan antar bangsa; Keragaman budaya menjadi komponen penting dan berharga yang harus dirangkul; Memprioritaskan penyelamatan kebudayaan yang terancam punah; Pentingnya keterlibatan masyarakat dalam perlindungan dan revitalisasi budaya; Pengembangan kebudayaan harus diberikan peran sederajat dalam manajemen dan perencanaan tingkat nasional dan internasional masyarakat modern; Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan adalah pilar-pilar pokok bagi dialog kebudayaan yang kokoh dan membumi; Forum kebudayaan membahas isu-isu budaya global; dan Demi keberhasilan dialog nan produktif, forum kebudayaan harus melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh dengan perspektif yang beragam dan bahkan kontroversial.

Peserta pada penghujung perhelatan ini juga akan melawat beberapa desa dalam “Post-Merapi Eruption Social Program” yang mengunjungi desa Pangukrejo, Gondang, Petung dan Pagerjurang. Program yang dihadiri oleh Dr. Surono, Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi para peserta Wisdom 2010 untuk memahami “The Spirit of Merapi” yang menjadi akar kearifan lokal yang telah ada dalam masyarakat sekitar Merapi selama berabad-abad. Kunjungan tersebut juga menunjukkan kepada para peserta Wisdom 2010, bagaimana kearifan lokal berperan sebagai sumber daya alam untuk menjaga Merapi dan penduduk disekitarnya. Diakhir program, seluruh peserta akan mendapatkan cenderamata berupa potongan kerikil dari letusan Gunung Merapi yang dikemas dengan apik. (8 Desember 2010)

No comments:

Post a Comment