Thursday, December 16, 2010

Vodkapedia


MESKI tidak berwarna, rasa masing-masing jenis atau merek tidak sama – ada yang plain tapi ada yang fruty. Ada yang lembut, ada yang langsung ‘nendang’. Di sinilah preferensi masing-masing personal berbeda, mereka memilih vodka dengan cita rasa yang sesuai dengan selera.

Tidak hanya wine, minum spirit juga ada seninya. Kita sering melihat di klub orang menenggak tequila dalam gelas kecil dengan sekali tenggak, apa enaknya? Atau minum whiskey yang bergelas-gelas? Yang ada hanya efeknya, mabuk!

Minuman beralkohol itu pada dasarnya terbagi menjadi tiga besar: bir, wine, dan spirit. Yang disebut terakhir ini minuman beralkohol yang diperoleh dengan proses penyulingan – setelah melalui proses fermentasi tentu. Di antara jenis minuman yang lain, kadar alkohol pada spirit tergolong paling tinggi (sekitar 40%), sebutlah whiskey, vodka, gin, rum, tequila, bitter, cognac atau brandy, dan lain-lain.


Vodka berasal dari bahasa Rusia yang artinya adalah air. Vodka datang dari bagian budaya negara Rusia yang berupa minuman beralkohol dengan kadar etanol sangat tinggi sebesar 35% sampai 60% dengan ciri bening, tidak berwarna. Polandia mengklaim bahwa vodka pertama kali diproduksi pada tahun 1405 dan waktu itu dikonsumsi oleh penduduk Eropa Timur sebagai cara untuk memerangi udara dingin. 

Saat ini mungkin tdiak relevan lagi menyebut negara tempat vodka diproduksi, karena sudah menjadi minuman massal yang mendunia dan diproduksi secara global. Mereknya pun sangat banyak, sebutlah Absolut Vodka, Finlandia, Vodka RUS, Reyka, Ciroc, Fris, Belvedere, Effen, Pearl, Ultimat, Akvinta, Grey Goose, Iceberg, Sobieski, Svedk, 42 Below, Jewel of Russia, White Diamond, Ketel One, Orzel, U'Luvka, Luksusowa, Stolichnaya, Vox, dan seterusnya. 

Jika yang dicari hanya sensasi pusingnya, minum spirit dengan cara apa pun dan gaya apa pun, memang sah-sah saja. Tapi untuk menikmati secara benar, ternyata ada seninya. Beberapa waktu yang lalu saya ikut ‘kelas vodka’ yang dihadiri para bartender seluruh Jakarta di Hotel Intercontinental, disponsori oleh merek terkenal Absolut Vodka. 

Yup, minuman ini sangat terkait erat dengan gaya hidup. Vodka sudah pasti fungsinya bukan sekadar untuk pelepas dahaga, tapi ada seni dan tradisi yang meracik – sebagai campuran cocktail, maupun menyajikannya. Sehingga, minuman vodka bukan sekadar rasanya yang unik, namun juga proses dan tampilan yang menarik. 

Untuk itu, untuk ketiga kalinya, kembali diadakan Indonesia Finlandia Vodka Cup yang melombakan kepiawaian para bartender meracik minuman yang berlangsung di Musro, Hotel Borobudur Jakarta, 2 Desember 2010. 

Meski Indonesia baru mengikuti kompetisi meracik minuman bertaraf internasional untuk yang ketiga kalinya, namun pihak Brown-Forman selaku perusahaan yang memasarkan Finlandia Vodka merasa yakin, bartender Indonesia mampu bersaing dengan bartender dari sekitar 30 negara yang akan berkumpul di Finlandia. 

“Kami optimis pemenang yang nantinya akan mewakili Indonesia dapat memberikan kemampuan terbaik mereka di hadapan para bartender dari seluruh dunia. Sejauh ini kami melihat bahwa Indonesia memiliki potensi peracik minuman berbakat yang mengerti seni meracik minuman dengan menggunakan bahan dasar alami dan segar. Bakat inilah yang harus terus diasah melalui ajang kompetisi seperti Indonesia Finlandia Vodka Cup yang rutin kami gelar setiap tahunnya sejak 2008,” ujar Vincent Pantow selaku Market Manager West Indonesia, Brown-Forman Indonesia. 

Selain menggelar ajang kompetisi meracik minuman bagi bartender Indonesia, Finlandia Vodka juga memiliki kepedulian untuk memberikan edukasi mengenai mixology (ilmu meracik minuman) yang baik dan benar kepada bartender Indonesia melalui kegiatan Finlandia Finnishing School yang menjadi salah satu kegiatan penunjang ajang kompetisi ini. 

Pada kegiatan yang berlangsung sehari jelang kompetisi tersebut, Finlandia Vodka membuka kesempatan kepada para bartender untuk membuka wawasan mereka tentang minuman vodka sekaligus mempromosikan pekerjaan bartending sebagai pekerjaan yang menarik dan terhormat. 

Materi pelatihan seputar mixology yang disampaikan oleh Brand Ambassador Finlandia Vodka; Pekka Pellinen dan Markku Raittinen mencakup: 1) Taste training, mencakup sejarah vodka, sejarah Finlandia, pelajaran membangun semangat cita rasa, produksi vodka secara umum dan sebagainya), dan 2) Mixology training, mencakup sejarah cocktails dan bartending, teknik bartending, bagaimana membuat racikan cocktails Finlandia yang sempurna, tips dan keahlian mixology, ide-ide penyajian, teknik pemasaran dan sebagainya. 

Mengingat vodka merupakan merek minuman berakohol tinggi, maka dalam setiap kegiatan yang dilakukan Brown-Forman Indonesia, selalu mendengungkan tiga pesan tanggung jawab sosial, yaitu ‘Don’t Cross the Line, Serve Responsibly’, ‘Don’t Waste Your Talent, Serve Responsibly’ dan ‘Your Role is Clear, Serve Responsibly’. ”Hal ini merupakan pedoman tanggung jawab agar bartender dalam menjalankan pekerjaannya tetap mengacu pada aturan yang ada,” tukas Vincent. 

Dalam Indonesia Finlandia Vodka Cup 2010 dewan juri terbagi menjadi dua yaitu Penalty Judge yang terdiri dari bartender profesional Indonesia dari Jakarta Bartender Clubs dan Blind Judge terdiri dari Markku Raittinen dan Pekka Pellinen (keduanya adalah Brand Ambassador Finlandia Vodka) dan sporangi bartender senior Indonesia. 

Markku telah dikenal secara luas sebagai juara dunia pada Coctails Olympic di Toronto, Kanada tahun 1992 dan memiliki pengalaman bartender dari hotel-hotel, restoran dan cruise line terkemuka di dunia. Ia dikenal sebagai ‘vodkapedia’. Ia telah bepergian ke beberapa negara untuk melatih bartender bagaimana caranya membuat minuman cocktail yang menawan berbahan dasar vodka premium. Sementara Pekka Pellinen adalah juara Finlandia Vodka Cup dunia dan memiliki tanggung jawab mengelola dan menjalankan strategi pemasaran dan program pencitraan brand termasuk kegiatan Finlandia Vodka Cup. Pekka juga merupakan seorang sosok ‘drinkapedia’. 

Sementara juara Indonesia Finlandia Vodka Cup 2009, Mastur Camino yang bekerja sebagai bartender profesional di Gaudi Bar & Lounge, Hotel Gran Melia merasa tertantang untuk berpartisipasi kembali di kompetisi tahun ini. 

“Banyak sekali pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat dengan mengikuti kompetisi Finlandia Vodka Cup ini. Terlebih ketika saya berkesempatan mewakili Indonesia di ajang internasional di Finlandia beberapa waktu lalu. Rasanya pengalaman itu yang ingin saya dapatkan kembali, tetapi kali ini saya harus berjuang lebih keras agar dapat mewujudkan keinginan menjadi juara di The 13th International Finlandia Vodka Cup. Juga, saya harus bersaing dengan rekan-rekan bartender di Indonesia Finlandia Vodka Cup 2010," ujar Mastur antusias. (Burhan Abe