Wednesday, January 26, 2011

Menu Kanton ala Teratai


CHINESE FOOD atau makanan China selalu menarik untuk dicicipi. Ini lantaran makanan tersebut tidak berbeda jauh dengan makanan Indonesia – paling masih masih masuk dengan lidah orang-orang Indonesia, termasuk saya.

Seni masakan China telah meluas, dan hampir ada di berbagai belahan dunia, mulai dari Asia Timur hingga Amerika Utara, Australia dan Eropa Barat. Memang, seperti Indonesia yang berwilayah luas, tanah China pun jauh lebih luas, sehingga jenis makanannya pun sangat bervariasi.

Perbedaan kebudayaan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain di China, berbeda juga jenis gaya makanannya. Beberapa wilayah yang dikenal mempunyai makanan yang khas adalah Anhui, Kantonis, Hokkian, Hunan, Jiangsu, Shandong, Szechuan, dan Zhejiang. Terdapat juga masakan yang mengikuti agama, sebutlah Buddha (ada yang vegetarian) atau Muslim (menghindari daging babi).

Teratai Restaurant di Hotel Borobudur Jakarta, termasuk gaya Kanton – yang konon cocok dengan lidah orang Indonesia. Paling tidak saya, dan dua orang teman, Samuel Mulia (wartawan senior dan konsultan media) dan Dwi Sutarjantono (Pemimpin Redaksi Majalah Esquire) sudah membuktikannya ketika diundang oleh Fransisca Kansil, Director of Communications Hotel Borobudur, untuk mencicipi menu di restoran tersebut.

Ya, masakan Kanton, salah satu provinsi di China ini sangat kaya rasa. Seperti masakan Indonesia pada umumnya, yaitu pedas, asam, manis dan asin. Keistimewaan lain dari restoran ini adalah masakannya halal, sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Teratai Restaurant mulai beroperasi pada 23 Oktober 2010, setelah beberapa waktu ditutup lantaran harus direnovasi. Teratai sendiri sangat populer di China. Tanaman ini sudah sejak lama dimanfaatkan, baik sebagai penghias ruangan maupun untuk pengobatan dan bahan kosmetik. Kaisar wanita Wu Tse Tien konon tetap bisa terjaga kesehatan tubuh dan potensi seksualnya sampai tua karena mengonsumsi buah, akar dan bunga teratai secara rutin.

Di Teratai Restaurant tentu bukan tanaman teratai yang dihidangkan, seperti disebut di muka, masakan yang diunggulkan adalah sajian khas Kanton, dapurnya dikelola oleh Manajer Richard Chau dan tim Kulinernya dipimpin oleh Chef dari Hong Kong, yaitu Alex Kwok (Executive Chinese Chef), Winson Yao (Assistant Executive Chinese Chef) dan Steven Low (Chinese Dim Sum Chef). Ketika saya mengisi status di Facebook dan Twitter melalui Foursquare, seorang teman langsung merespons, “Bebek dan dim sumnya juara.”

Sayang, untuk acara makan malam tidak selalu tersedia dim sum, seperti malam itu. Kalau tidak saya pasti akan mencoba aneka dim sum yang dircaik Chef Steven Low seperti: Steamed Chicken Dumplings in Four Colors, Sweetened Bun with Egg Yolk Filling, dan Shanghainese Siew Long Bao Surprise.

Tapi tidak ada alasan kecewa, karena saya dan gang bisa menikmati beragam jenis masakan ala Kanton yang disajikan secara modern, seperti: Trio Appetizer Sampler, Double-boiled mini “Buddha Jump Over The Wall” with Mushroom, Chicken, Scallop, Shark’s Fin and Abalone, Braised Bird’s Nest with Scrambled Egg, Crab Roe and Asparagus, Seared Foie Gras with Apple, Pok Choy and Haney Glaze, dan Tower of Prawn Roll with Sea Whelk Abalone, braised Tofu and Crab Roe Egg Sauce. Hmmm…

Lima jenis makanan tersebut untungnya dinikmati oleh empat kepala, sehingga tidak membuat kekenyangan, tapi cukup nendang. Saya pribadi terkesan dengan Trio Appetizer Sampler. Paket yang terdiri dari Seared Goose Liver with Soya Honey atau hati angsa yang dilumuri kecap, Fried Shrimp with Green Horseradish and Basil Seed atau udang goreng ala Kanton, dan Crispy Roast Duck with Fresh Herb Salad atau bebek panggang yang renyah dengan taburan salad segar.

Untuk minuman, Teratai juga menawarkan beberapa minuman mocktail yang segar dan sehat seperti: Cantonese Delight (Ablend of Apple), Carrot, Orange and Lychee, Mount Wu Ji (Cucumber, Kiwi, Broccoli, Peppermint Syrup, Lemonade Soda), atau Yang Tze River (Kiwi, Apple, Mint Leaves, White Sugar).

Pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Layak untuk diulang lagi. Teratai yang berada di lobi Hotel Borobudur Jakarta, berkapasitas sekitar 150 orang termasuk 4 Private Room, buka setiap hari dan menyajikan makan siang (11.30 – 14.30) dan malam (18.30 – 22.30), hari Minggu dan hari besar sedikit berubah, makam siang pukul 09.00 – 15.00 dan makan malam 18.30 – 22.30. (Burhan Abe)

http://www.perempuan.com/index.php?comp=myday&do=index&id=45

No comments:

Post a Comment