Monday, February 21, 2011

25 Tahun Sheila Majid


TIDAK banyak penyanyi yang bisa bertahan begitu lama, di antara yang sedikit itu adalah Sheila Majid. Merayakan 25 tahun kariernya, penyanyi negeri jiran itu menggelar konser bertajuk “Sheila Majid 25 Years Radiance Celebration” di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, 15 Februari 2011.

Meski bukan pertama kali di Indonesia, namun penampilan Sheila Majid kali ini tetap diminati penonton. Sejak pertengahan 1980-an lagu-lagu Sheila sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia dan Malaysia, bahkan di beberapa negara lain. Tak ayal kalau konsernya kali ini adalah semacam konser nostalgia untuk para penggemar musik pop yang kini berusia 40 tahun ke atas – meski banyak remaja yang masih “nyambung”.

Bagi sang diva yang telah 25 tahun memperkaya industri musik regional, Indonesia sudah menjadi rumah kedua baginya. Banyak hits indah Sheila Majid yang telah mengisi hati jutaan penggemarnya di Indonesia. Dan telah beragam apresiasi pula yang diterima sang diva dari ajang penghargaan industri musik di Indonesia.

Sheila, seorang artis yang santun dan lembut pembawaannya, memiliki karakter suara jazzy. Penyanyi asal Malaysia itu juga dikenal sangat bersahaja, hal itu tercermin dalam lagu-lagu indahnya yang terus membekas di hati para pecintanya. Demikian bersahajanya, konser dengan promoter TIS Communication malam itu pun terasa sederhana untuk audiens di ruang sebesar Plenary Hall JCC. 

Pengiring konser tersebut adalah sebuah big band, yang lazim dalam pertunjukan musik jazz, yang memang mempengaruhi (terutama aransemen) lagu-lagu Sheila, bukan orkestra besar yang megah.

Namun, justru kesederhanaan itulah yang menuntut sang diva untuk menampilkan personalitinya lebih kuat – bukan oleh pernak-pernik yang lain, bukan pula oleh bintang-bintang tamunya, yang kebetulan malam itu hanya Balawan yang mengandalkan permainan gitarnya.

Malam itu Hashridz Murshim Hassim atau Acis, suami Sheila sendiri yang bertindak sebagai Music Director dan mengaransemen lagu-lagu yang dibawakan Sheila Majid. Ia membuka pertunjukan dengan lagu Ada-Ada Saja dan sebuah medley lagu Memori/Kasih/Hasrat Cinta/Tua Sebelum Waktu, Sheila Majid pun menyapa hangat penonton. Selanjutnya ada lagu Hadirmu, Emosi, Inikah Cinta, dan Embun. Sampai di sini, konser tersebut terasa berjalan linear tanpa kejutan, tapi cukup hangat – penonton bak mendengarkan lagu-lagu nostalgia 1980-an di sebuah kafe besar yang bernama Plenary Hall. 

Ketika masuk lagu Engkau Laksana Bulan, suasana pertunjukan yang megah mulai terasa. Lagu Melayu itu diaransemen sedikit jazzy, tapi di dalamnya ada tetap ada unsur aransemen khas Melayu, yakni gendang dan suling. Penari latar yang rampak melengkapi penampilan lagu ini.

Kolaborasi Indonesia – Malaysia agaknya sengaja diciptakan di konser ini, sebagai lambang persahabatan antar kedua negara mengingat hubungannya yang naik turun. “Siapa bilang kita berantem?” tukas Sheila, yang sepanjang konser sangat komunikatif dengan penonton. 

Memang terbukti ada di album Sheila terselip beberapa lagu ciptaan komposer Indonesia, Indra Lesmana (Warna) dan Oddie Agam (Aku Cinta Padamu dan Antara Anyer dan Jakarta), yang membuat Sheila diterima di industri musik Indonesia. Penampilan khusus malam itu adalah kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia, dan ini dibuktikan dengan hadirnya gitaris Balawan yang diduetkan dengan gitaris dari Malaysia, Aji, membawakan lagu Bunyi Gitar.

Ketika membawakan lagu Dia, secara spontan Sheila Majid menarik idolanya Vina Panduwinata yang dianggap memberi inspirasi sepanjang kariernya di industri musik, untuk bernyanyi di atas panggung, menyanyikan sepenggal lirik di bagian refrain. "Sebelum menjadi penyanyi, saya suka menyanyikan lagu ini dan membayangkan seperti Vina," ujarnya.

Antara Anyer dan Jakarta, tentu saja menjadi andalan, yang melekat sebagai trade mark Sheila. Di lagu ini, penyanyi kelahiran 3 Januari 1965 ini menghampiri Oddie Agam di kursi penonton dan mengajak untuk bernyanyi bersama. 

Yang patut mendapat catatan khusus adalah lagu Legenda, Sheila menyanyikannya dengan syahdu. Suasana panggung pun menjadi sedikit ‘sendu’ dalam permainan cahaya, dan di latar belakangnya muncul gambar-gambar para legenda itu; Chairil Anwar, WS Rendra, Benyamin S, Chrisye, dan Elfa Secioria. 

Konser yang dididukung oleh ELIVE dan Biru, dan disponsori Pond’s Gold Radiance itu ditutup dengan Lagu Sinaran. Dalam kesempatan ‘’muda bercahaya’’ telah didendangkan 20 lagu. Tak ayal, konser Sheila Majid 25 Years Radiance Celebration Live in Jakarta ini memberikan kenangan mendalam dan memuaskan kerinduan para penggemar Sheila Majid. (Burhan Abe)

No comments:

Post a Comment