Tuesday, March 22, 2011

Coffe As Pure As it Comes

KOPI sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan kehidupan saya saat ini. Selain nongkrong di warung kopi sudah menjadi kebiasaan baru. Selain atmosfernya yang memberi inspirasi kepada para pengunjungnya, termasuk para mobile worker seperti saya, a cup of jo mampu menggugah selera dan membangkitkan spirit – di luar fakta melaui berbagai riset tentang manfaat minuman berwarna hitam luar biasa ini.

Itu sebabnya, ketika ada ajakan untuk berkongko-kongko di Pacific Restaurant & Lounge untuk ber-evening coffee, tiada keraguan untuk menyetujuinya. Saya berdua dengan Rian Farisa, eksekutif perbankan pecinta kuliner dan mempunyai blog gastronomyaficionado.wordpress.com. Sementara sang host adalah Angelina dan Hanny Gunawan dari The The Ritz-Carlton Jakarta.

Memang restaurant & lounge yang terletak di lantai enam Hotel The Ritz-Carlton Jakarta itu bukanlah sebuah coffee shop. Tapi tentu saja, duduk di sofa di venue ini, menyeruput kopi sambil mengintip dari kaca atas kesibukan kota Jakarta, sungguh sebuah pengalaman yang menyenangkan. 

Desain sempurna dengan dekorasi suasana yang nyaman oleh Hirsch dan Bedner Singapore, restoran ini memiliki tiga area, yaitu lounge, bar dan kemudian area restoran itu sendiri, serta juga tersedia empat ruangan khusus untuk makan malam. Desain restoran memperlihatkan campuran elemen dari marmer dan perabotan kayu dengan warna tanah dan jendela kaca yang besar mempersilakan tamu untuk menikmati pemandangan terbaik dari Jakarta.

Restoran menawarkan berbagai menu yang spesial dengan menonjolkan premium grills dengan memperlihatkan kelezatan dari Asia dan Mediterania dipadukan dengan tapas style. Area lounge merupakan tempat yang sempurna untuk menikmati acara minum teh sore ala tradisional Inggris, pilihan untuk makanan ringan, resepsi koktail, dan koleksi cerutu yang bermacam-macam dan gabungan koktail terbaik ketika menikmati percakapan dengan teman atau rekan bisnis.

Pacific yang elegan dapat mengakomodasi lebih dari 100 tamu untuk makan malam dengan kombinasi restoran dan area lounge yang akan menjadi tempat untuk berkumpul yang eksklusif dan elegan untuk acara makan formal maupun informal.

Khusus sore itu tujuan utama adalah menikmati minuman kopi, dan kebetulan Pacific baru saja memperkenalkan koleksi kopi berkualitas dari seluruh dunia sejak awal Maret 2010. Kopi-kopi eksklusif ini akan disajikan secara murni dengan metode French press di mana biji kopi akan dipanggang terlebih dahulu tepat sebelum diseduh. Enam varian kopi yang terkenal dari berbagai belahan dunia mulai dari kopi Brasil yang agak manis hingga kopi beraroma tinggi yang berasal dari Toraja, Indonesia akan disajikan bagi pecinta kopi.

Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi ternyata mengandung antioksidan yang tinggi, dan kabarnya dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler).

Yang jelas, sampai saat ini kopi masih tercatat sebagai salah satu minuman paling populer di dunia. Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu arabika (kualitas terbaik) dan robusta. Sejarah mencatat bahwa kopi ditemukan pertama kali oleh orang Etiopia di Afrika sekitar 3.000 tahun (1.000 SM) yang lalu. Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan. Di Turki qahwah disebut kahveh, di Belanda disebut koffie, dan seterusnya sehingga masing-masing negara mempunyai istilah tersendiri. 

Indonesia sendiri menggunakan kata kopi, yang konon penyerapan dari kata koffie. Saat ini Indonesia menjadi salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, tidak kurang dari 400 ribu ton kopi per tahun yang dihasilkan dari bumi pertiwi ini. 

Jadi, acara sore tersebut tidak sekadar evening coffee, tapi coffee tasting, karena kami mencoba enam jenis kopi yang ada di Pacific Restaurant & Lounge. Dimulai dari Brazil Santos, inilah kopi Brazil yang berasal dari pohon varietas Arabica yang terdapat di Amerika Latin, memiliki rasa yang agak manis dan agak ringan di mulut. Berikutnya adalah Mexico Organic, yang berasal dari salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. 

Kemudian ada Colombia Supremo, yang merupakan varietas tertinggi dari kopi Kolombia yang memiliki rasa keasaman medium, kaya akan rasa walnut dan sangat tinggi kepekatannya. Sementara Ethiophian Yirgacheffe, yang kami jajal berikutnya, diproduksi oleh eksportir kopi tertua di dunia. Kopi yang tumbuh di dataran tinggi ini memiliki rasa yang lembut dengan aroma yang mudah diingat dan tingkat keasaman yang ringan. 

Kemudian sampailah icip-icip kopi ini ke produksi dalam negeri, yakni Aceh Gayo dan Toraja Kalosi. Yang pertama, Aceh Gayo memiliki aroma yang kuat, dengan tingkat kepekatan sedang dan meninggalkan rasa cokelat di mulut. Sementara Toraja Kalosi beraroma tinggi dan memiliki karakter multi-dimensional dengan tingkat keasaman yang rendah. Yang menarik, menurut opini kami secara bulat, secangkir yang terakhir inilah yang menjadi favorit kami. 

Great to enjoy and learn coffee!

No comments:

Post a Comment