Monday, May 23, 2011

Saint Emilion Grand Cru Classe

PESTA kuliner paling akbar di Jakarta, apalagi kalau bukan Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF), yang tahun ini berlangsung 14 hingga 29 Mei 2011.  Di sini pesta makanan dipadukan dengan dunia fashion, atau sebaliknya. Tapi yang menarik perhatian saya adalah Wine & Cheese Expo di sela-sela acara tersebut.

Acara “anggur dan keju” yang dipusatkan di Multi Purpose Hall, La Piazza, Mal Kelapa Gading ini menampilkan anggur dan keju terbaik dari sejumlah negara sahabat. Panitia bekerja sama dengan beberapa kedutaan besar dari negara-negara yang mempunyai tradisi wine dan keju, sebutlah Prancis, Chile, New Zealand, Australia, Amerika, Argentina, Italia, Jerman, Kanada, Portugal, Afrika Selatan dan tentu saja tuan rumah Indonesia.

Berbagai kegiatan menarik ada di dalamnya, seperti Meet & Greet 14 Chateau Representatives dari Bordeaux Prancis, Wine Tasting, Wine Dinner dengan lima chef ternama dunia, Wine Workshop, Wine & Food Pairing, Pastry Chef Show, Cheese Discovery, dan Foodtography Competition.

Wine adalah minuman beralkohol yang dibuat dari sari anggur jenis Vitis vinifera yang biasanya tumbuh di area 30 hingga 50 derajat lintang utara dan selatan.

Beruntung, pada hari pertama saya dan beberapa media, diundang untuk “Saint Emilion Grand Cru Classe Wine Dinner” di Intercontinental Hotel Jakarta. Malam itu kami mencicipi makan malam ditemani oleh berbagai wine yang dihasilkan oleh Saint Emilion, Bordeaux, salah satu wilayah penghasil wine di Prancis.

Yang membanggakan, kami juga berkesempatan bertemu dengan 11 wine maker dari chateau-chateau di St Emilion untuk mencoba wine produksi mereka. Sebelas wine yang bisa kami coba malam itu adalah wine-wine terbaik dari Chateau Dassault, Chateau Bellefont-Belcier, Chateau Guadet, Chateau Laroze, Chateau Franc Mayer, Chateau Fonroque, Chateau Fontplegade, Chateau Destieux, Chateau Couvent des Jacobin, dan Chateau Moulin du Cadet.Grand Cru termasuk kelas berat, yang dalam bahasa pecinta wine dikenal sebagai full bodied. Kami, terutama saya, mencoba meninggalkan preferensi sebelumnya dalam pengalaman rasa, dan mencoba menjelejah rasa baru minuman dari Prancis itu.

Ciri wine asal Bordeaux, di dalamnya termasuk St Emilion, adalah tidak ada yang terdiri dari satu jenis varietas anggur saja, alias blend.  Varietas anggur yang digunakan untuk pembuatan red wine di sini adalah Merlot dan Cabernet Sauvignon, serta jenis anggur yang lain, seperti Cabernet Franc, Petit Verdot, dan Malbec. Rasanya rata-rata kompleks, sehingga memberikan sensasi tersendiri.

Memang, masing-masing wine memiliki karakter rasa tersendiri, ada yang ringan ada yang kompleks. Aromanya pun ada yang fruity, smokey, creamy, dan lain-lain. Semua itu akan menemukan rasa yang sempurna jika dipadupadankan dengan makanan yang pas. Semua itu membutuhkan eksperimen dan pengalaman, tapi paling gampang adalah menanyakan kepada ahlinya alias sommelier – meski rasa bersifat personal tapi mereka umumnya tidak salah memberikan rekomendasi. Cheers!

Saturday, May 21, 2011

Tour de Singkarak 2011: Sport + Tourism

234 Pebalap 15 Negara Rebutkan Hadiah Rp 750 Juta

MENTERI Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik bersama dengan Gubernur Provinsi Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar meresmikan peluncuran perhelatan Tour de Singkarak 2011 di Balairung Soesilo Sudarman, kantor Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI pada Jumat, 20 Mei 2011. 

Acara peluncuran ini menandai siap digelarnya perhelatan akbar Tour de Singkarak 2011 yang diselenggarakan di Sumatera Barat pada 6 – 12 Juni 2011 mendatang. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik menyampaikan, “Penyelenggaraan Tour de Singkarak 2011 adalah bukti bahwa citra pariwisata Indonesia dan khususnya Sumatera Barat demikian baik diterima oleh dunia internasional. Acara yang sudah menjadi agenda tahunan dari Union Cycliste Internationale bukan hanya diramaikan oleh tim pebalap internasional, namun juga pelancong mancanegara yang ingin ikut menyaksikan lomba dan menikmati keindahan kekayaan alam dan budaya Sumatera Barat.”

Tour de Singkarak 2011 akan melombakan 7 etape yang berjarak total 739,3 km, melewati 12 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. Ketujuh etape tersebut adalah; Etape 1 Padang, Etape 2 Padang-Sicincin-Pariaman, Etape 3 Pariaman-Bukittinggi, Etape 4 Bukittinggi-Lembah Harau, Etape 5 Payakumbuh-Sawahlunto, Etape 6A Sawahlunto-Istana Basa Pagaruyung, Etape 6B Istana Basa Pagaruyung-Padang Panjang, Etape 7A Padang Panjang-Danau Kembar dan Etape 7B Danau Kembar-Danau Singkarak. 12 Kabupaten dan Kota yang terlibat dalam perhelatan ini adalah Pemerintah Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten 50 Kota.

Sementara itu, dalam paparan Tour de Singkarak 2011 yang disampaikan oleh Dirjen Pemasaran Kembudpar Sapta Nirwandar dijelaskan bahwa 2011 adalah penyelenggaraan tahun ketiga lomba balap sepeda internasional yang bertema sport tourism dan memperebutkan total hadiah uang sebesar 750 juta rupiah. Tahun ini, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI mengundang Amaury Sport Organization (ASO), penyelenggara Tour de France, salah satu lomba balap sepeda internasional terbesar di dunia, untuk hadir dan memberikan masukan terhadap penyelenggaraan Tour de Singkarak. Lebih jauh, Kementerian berharap konsultasi dengan ASO akan membawa perhelatan ini menjadi lebih populer dan besar gaungnya di kancah internasional.

Tour de Singkarak 2011 diikuti oleh 234 pebalap sepeda dari 15 tim/negara meliputi; Jepang, RRC, Iran, Indonesia, Filipina, Australia, Malaysia, Belanda, Inggris, Taipei, Selandia Baru, Irlandia, Rusia, Kirgistan dan Spanyol. Indonesia sendiri menurunkan 11 tim nasional. 15 tim mancanegara meliputi; 1. Azad University – Iran, 2. Tabriz Petrochemical Cycling Team – Iran, 3. CCN Colossi – berbagai Negara, 4. Giant Kenda Cycling Team – Taipei, 5. 7 Eleven – Filipina, 6. Aisan Racing Team – Jepang, 7. Action Cycling Team – Taipei, 8. Plan B Racing Team – Australia, 9. Holy Brother Cycling Team – RRC, 10. Global Cycling Team – Belanda, 11. Trenggganu Pro Asia Cycling Team – Malaysia, 12. Team Fuji – Taipei, 13. Eddy Hollands Bicycle Services – Australia, 14. Le Tua – Malaysia dan 15. Hongkong. Sementara itu tim nasional yang turut serta dalam lomba adalah; 1. Araya Indonesia – Sidoarjo, 2. Custom Cycling Club – Jakarta, 3. Polygon Sweet Nice – Surabaya, 4. Putra Perjuangan – Bandung, 5. United Bike Kencana Team – Malang, 6. Tirta Cycling Team – Solo, 7. Binong Baru Passel – Cirebon, 8. DKI Jakarta – Jakarta, 9. Peng – ISSI Prov. Sumbar, 10. Prima Utama – Pelatnas Sea Games dan 11. Prima Muda – Pelatnas Sea Games.

Penyelenggaraan Tour de Singkarak 2011 mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan 12 Kabupaten/Kota yang menjadi lokasi penyelenggaraan acara. Partisipasi dan dukungan tersebut meliputi hadiah lomba, liputan media daerah, perbaikan infrastruktur jalan, perbaikan sarana dan prasaran lokasi Start & Finish serta perlengkapannya, penyelenggaraan jamuan makan, pengamanan kegiatan dan pengaturan lalin serta penyediaan cinderamata.

Saturday, May 14, 2011

Wine Dinner @ The Steak House


ORANG Jakarta kini makin terbiasa dengan wine. Lounge-lounge yang khusus menyediakan wine juga makin banyak. Ini indikasi bahwa wine adalah bagian dari gaya hidup pergaulan kelas menengah ke atas kota-kota besar, yang apa boleh buat, diadopsi dari budaya Barat, terutama Amerika dan Eropa.

Berbeda dengan minuman berlkohol lainnya, wine memang lebih ditekankan sebagai pendamping makan, yang katanya akan menambah kelezatan rasa saus dari makanan-makanan tersebut. Tidak heran kalau sejumlah hotel, bar, dan restoran pun kini kerap menyajikan wine. Bahkan mereka mempunyai agenda khusus menggelar “wine dinner” untuk pelanggan mereka.

Di acara seperti itu, para tamu bisa menikmati aneka macam wine yang tersedia. Para sommelier atau orang dengan keahlian khusus menilai cita rasa maupun merekomendasikan padanan wine dengan makanan. Demikian pula dengan acara wine dinner yang saya ikuti di The Steak House, Four Seasons Hotel Jakarta, 5 Mei 2011.

Perjamuan itu sendiri dipandu oleh Nicholas Dumergue, seorang sommelier yang sudah malang melintang di dunia wine. Ia memulai kariernya sebagai sommelier di negara asalnya Selandia Baru tahun 1990 dan menghabiskan waktunya selama 15 tahun di London untuk studi dan belajar sisi komersialnya industri wine.

Setelah empat musim bekerja untuk Fine Wine di Super Yachts yang melintas Mediterania dan Karibia, ia juga sempat menghabiskan waktu dua tahun sebagai buying team di Harrods, London. Ia juga pernah bekerja di belasan vintage di sembilan negara, dan bertugas di bagian sales, baik ritel maupun grosir di Eropa, Asia dan Australia. 

Pernah bekerja sebagai tasting coordinator untuk Decanter Magazine, Nicholas juga dikenal sebagai penulis wine dan tim penilai reguler di beberapa majalah wine. Sebagai guru dan trainer, dia juga seorang ambassador untuk Sherry Institute of Spain, juga pengajar di Roma, dan pengajar yang bersertifikasi di Wine & Spirit Education Trust di London, Prancis dan Asia, termasuk online tutor untuk mahasiswa diploma di seluruh dunia.

Sekarang ia memilih bermukim di Asia, dia pernah bekerja di Hong Kong sebagai wine director untuk perusahaan importir, dan sekarang tinggal di Bali di mana ia bisa menyalurkan hobinya berselancar, dan sebagai wine ambassador untuk PT Jaddi Internasional, salah satu distributor wine terbesar, di Jakarta dan seluruh Indonesia.

Dengan pengalaman sebarek itu, mari kita intip, apa yang ia tawarkan malam itu untuk para tamu di The Steak House. Pertama-tama kami mencoba Amuse Bouche, yakni Crab Hazelnut Filled Cherry Tomatoes. Hmmm…

First Course-nya adalah Steamed King Prawn Salad, Asian Mushroom, Spicy Lobster Bisque. Padanan wine-nya Vasse Felix, Chardonnay 2009. Wine asal Prancis ini rasanya kompleks, dengan tekstur Chardonnay yang lembut. Permulaan wine dinner yang bagus.

Berikutnya adalah sup, yang terdiri dari Roasted Tomatoes Soup, Lamb Tortellini, Basil Foam. Kali ini ditemani Cullen, Margaret River 2009. Wine Australia ini tidak kalah mantabnya dengan yang pertama, malah menjadi favorit di meja kami yang terdiri dari saya, Marlene Danusutedjo (Director of Public Relations, Four Seasons Hotel Jakarta), Ollie Sungkar (Vox Populi), dan Jim Watson (Viva Asia). 

Bagaimana makanan utamanya? Roasted Angus Beef Striploin, Dried Apricot and Pistachio Crust, Char-grilled Asparagus, Mushrooms Potato Croquettes. Wine-nya agak full body, Edward Shiraz 2007. Karakter wine ini agak unik, fruity dan fresh, campuran antara cherry, spice dan sedikit oak. Perpaduan yang pas antara daging merah dan anggur merah.

Habis yang berat-berat, Cheese Course bisa membuat lebih santai, yakni Gratinated Camembert Cheese, and Apple fondant on Puff Pastry. Wine-nya juga yang agak light, Glaetzer-Wallace Shiraz Grenache 2008. Wine ini berasal dari perkebunan anggur tradisional Barossa Valley, campuran antara jenis shiraz dan grenache, yang diolah dengan cara modern. Dengan acidity yang cukup, wine ini tergolong fruity, dan terasa menyegarkan.

Adapun penutupnya adalah Flourless Chocolate Cake, Peach Compote and Vanilla Sabayon. It’s perfect dinner! (Burhan Abe)