Saturday, May 14, 2011

Wine Dinner @ The Steak House


ORANG Jakarta kini makin terbiasa dengan wine. Lounge-lounge yang khusus menyediakan wine juga makin banyak. Ini indikasi bahwa wine adalah bagian dari gaya hidup pergaulan kelas menengah ke atas kota-kota besar, yang apa boleh buat, diadopsi dari budaya Barat, terutama Amerika dan Eropa.

Berbeda dengan minuman berlkohol lainnya, wine memang lebih ditekankan sebagai pendamping makan, yang katanya akan menambah kelezatan rasa saus dari makanan-makanan tersebut. Tidak heran kalau sejumlah hotel, bar, dan restoran pun kini kerap menyajikan wine. Bahkan mereka mempunyai agenda khusus menggelar “wine dinner” untuk pelanggan mereka.

Di acara seperti itu, para tamu bisa menikmati aneka macam wine yang tersedia. Para sommelier atau orang dengan keahlian khusus menilai cita rasa maupun merekomendasikan padanan wine dengan makanan. Demikian pula dengan acara wine dinner yang saya ikuti di The Steak House, Four Seasons Hotel Jakarta, 5 Mei 2011.

Perjamuan itu sendiri dipandu oleh Nicholas Dumergue, seorang sommelier yang sudah malang melintang di dunia wine. Ia memulai kariernya sebagai sommelier di negara asalnya Selandia Baru tahun 1990 dan menghabiskan waktunya selama 15 tahun di London untuk studi dan belajar sisi komersialnya industri wine.

Setelah empat musim bekerja untuk Fine Wine di Super Yachts yang melintas Mediterania dan Karibia, ia juga sempat menghabiskan waktu dua tahun sebagai buying team di Harrods, London. Ia juga pernah bekerja di belasan vintage di sembilan negara, dan bertugas di bagian sales, baik ritel maupun grosir di Eropa, Asia dan Australia. 

Pernah bekerja sebagai tasting coordinator untuk Decanter Magazine, Nicholas juga dikenal sebagai penulis wine dan tim penilai reguler di beberapa majalah wine. Sebagai guru dan trainer, dia juga seorang ambassador untuk Sherry Institute of Spain, juga pengajar di Roma, dan pengajar yang bersertifikasi di Wine & Spirit Education Trust di London, Prancis dan Asia, termasuk online tutor untuk mahasiswa diploma di seluruh dunia.

Sekarang ia memilih bermukim di Asia, dia pernah bekerja di Hong Kong sebagai wine director untuk perusahaan importir, dan sekarang tinggal di Bali di mana ia bisa menyalurkan hobinya berselancar, dan sebagai wine ambassador untuk PT Jaddi Internasional, salah satu distributor wine terbesar, di Jakarta dan seluruh Indonesia.

Dengan pengalaman sebarek itu, mari kita intip, apa yang ia tawarkan malam itu untuk para tamu di The Steak House. Pertama-tama kami mencoba Amuse Bouche, yakni Crab Hazelnut Filled Cherry Tomatoes. Hmmm…

First Course-nya adalah Steamed King Prawn Salad, Asian Mushroom, Spicy Lobster Bisque. Padanan wine-nya Vasse Felix, Chardonnay 2009. Wine asal Prancis ini rasanya kompleks, dengan tekstur Chardonnay yang lembut. Permulaan wine dinner yang bagus.

Berikutnya adalah sup, yang terdiri dari Roasted Tomatoes Soup, Lamb Tortellini, Basil Foam. Kali ini ditemani Cullen, Margaret River 2009. Wine Australia ini tidak kalah mantabnya dengan yang pertama, malah menjadi favorit di meja kami yang terdiri dari saya, Marlene Danusutedjo (Director of Public Relations, Four Seasons Hotel Jakarta), Ollie Sungkar (Vox Populi), dan Jim Watson (Viva Asia). 

Bagaimana makanan utamanya? Roasted Angus Beef Striploin, Dried Apricot and Pistachio Crust, Char-grilled Asparagus, Mushrooms Potato Croquettes. Wine-nya agak full body, Edward Shiraz 2007. Karakter wine ini agak unik, fruity dan fresh, campuran antara cherry, spice dan sedikit oak. Perpaduan yang pas antara daging merah dan anggur merah.

Habis yang berat-berat, Cheese Course bisa membuat lebih santai, yakni Gratinated Camembert Cheese, and Apple fondant on Puff Pastry. Wine-nya juga yang agak light, Glaetzer-Wallace Shiraz Grenache 2008. Wine ini berasal dari perkebunan anggur tradisional Barossa Valley, campuran antara jenis shiraz dan grenache, yang diolah dengan cara modern. Dengan acidity yang cukup, wine ini tergolong fruity, dan terasa menyegarkan.

Adapun penutupnya adalah Flourless Chocolate Cake, Peach Compote and Vanilla Sabayon. It’s perfect dinner! (Burhan Abe)


No comments:

Post a Comment