Monday, June 27, 2011

Antara Manila dan Jakarta

SEORANG teman yang pernah mengunjungi Manila, Filipina, bercerita tentang makanan eksotis negeri tersebut, yakni balut. Balut adalah telur bebek setengah matang, tapi yang khas di dalamnya ada embrionya yang berusia 18 hari (21 hari menetas). Memakannya cukup dengan taburan garam atau merica, seperti tradisi kita saat menyantap telur setengah matang.

Tradisi makan orang Filipina itu, yang mungkin sebagian orang menganggapkan sebagai pengalaman dalam Fear Factor, bisa Anda nikmati di Millennium Hotel Sirih Jakarta (Café Sirih) 14 hingga 26 Juni 2011.

Philipina Food Festival ini diadakan dalam rangka  memperingati hari kemerdekaan yang ke-113 negara tersebut yang jatuh pada tanggal 12 Juni. Dua koki sengaja didatangkan langsung dari The Heritage Hotel Manila, Lauro Montefolka Moreno dan Karl Dorado Fortaleza, khusus untuk mengkreasikan berbagai hidangan khas Filipina.

Kedua koki tersebut menyajikan berbagai hidangan lezat dan traditional seperti: atsarang papaya (acar pepaya hijau), rellenong manok (isi ayam tanpa tulang), kilawing tanguigue (asinan king mackerel), bistik tagalog (steak sapi tagalog ), chicken adobo (ayam masak cuka), calamares fritos (cumi goreng mentega), pancit canton (mie rebus ala Filipina), guinataang langka (nangka santan), adobo rice (nasi goreng adobo), halo-halo (es buah ala Filipina), dan bilo-bilo (beras ketan dengan santan).

Penawaran spesial tersebut tidak hanya untuk warga Filipina tentu saja, tetapi bisa dinikmati oleh siapa saja yang ingin memuaskan hasrat dan rasa keigintahuan tentang pengalaman menyantap masakan Filipina, yang berasal dari perpaduan antara masakan budaya Cina dan Spanyol.


Pengunjung dapat menikmati pengalaman menarik ini selama makan siang atau makan malam hanya dengan Rp 150.000 per orang. Anak usia di bawah 12 tahun akan mendapatkan diskon sebesar 50%. Sebagai tambahan, semua pengunjung dalam acara Fiesta Filipina berkesempatan untuk memenangkan voucher menginap di The Heritage Hotel Manila, Grand Millennium Kuala Lumpur, Orchard Hotel Singapore, Copthorne Malaysia dan Millennium Hotel Sirih Jakarta.

“Bring Back Batavia”
Kalau Filipina memperingati kemerdekannnya ke 113, maka Jakarta tahun ini merayakan ulang tahunnya yang ke 484, 22 Juni lalu.  Berbagai perayaan diadakan, dan The Ritz-Carlton, Jakarta mempersembahkan Bring Back Batavia, sebuah pengalaman kulinari untuk menikmati masakan khas Jakarta tempo dulu di era Batavia, bertempat di Asia Restaurant, 16 hingga 25 Juni 2011.

Tim kulinari Asia, yang dipimpin oleh Executive Chef Rudolph Blattler dan Chef de Cuisine Syaiful Bahri telah mempersiapkan beraneka ragam hidangan untuk menikmati pengalaman bersantap dari resep tempo dulu dengan variasi yang berbeda.

Dimulai dari hidangan pembuka dengan kategori salad yang terdiri dari gado-gado, ketoprak, asinan; dilanjutkan dengan kategori sup yang terdiri dari sop buntut dan sop kaki kambing Tanah Abang; lalu pilihan hidangan utamanya adalah: pindang banding Betawi, sayur besan, gulai tikungan melawai, sayur asem betawi, pepes ikan salem mangga dua, ikan tongkol baker sunda kelapa, semur ayam betawi, gulai sotong muara karang, tumis genjer pedas, jambal goreng bumbu merah, ayam baker tanah abang, semur daging Betawi, bandeng bumbu acar pedas, udang bakar mbah priok, tongseng kambing kwitang, sayur babanci, jambal goreng petai peda dan masih banyak lagi.

Selain itu terdapat beberapa kulinari booth seperti kambing guling, ketupat sayur, lontong sayur, nasi uduk lontong cap gomeh, gabus pucung, martabak (isi kambing, ayam, daging dan ikan), nasi goreng udik dan kerak telor Bang Somad.

Perjalanan menikmati kuliner a la Batavia tidak akan lengkap jika belum mencicipi Dutch Station seperti veal with red onion sauce, macaroni Dutch style, braised steak, cheese crocket with mayonnaise, mushroom crocket with mayonnaise, bitterballen with honey mustard, mushroom pie with tomato sauce; dan untuk booth minuman, para tamu diajak kembali ke masa silam dengan menikmati Bir Pletok (minuman tradisional yang terdiri dari berbagai macam bumbu singkong rebus yang manis, kentang dan kacang tanah). Para tamu dapat menikmati allyou-can-eat buffet pada malam maupun siang hari, dimulai dengan harga Rp. 208,000 per orang dengan dihibur oleh alunan lagu khas tempo dulu seperti Jali-Jali, Kicir-kicir, Keroncong Kemayoran dan Lenggang Kangkung dari Orkes Samrah, yang merupakan salah satu orkestra tradisional Jakarta yang beradaptasi dari budaya Melayu.

Pada perayaan ulang tahun Kota Jakarta kali ini, Asia Restaurant yang berkapasitas 399 kursi ini akan didekorasi dengan nuansa kota tua Batavia dengan beberapa barang antik dipajang di sepanjang area restoran, seperti mobil antik Mercedes, becak, ondel-ondel dan sepeda onthel.

Selain itu juga akan ada window display di area samping Asia Restaurant yang dibuat seperti teras, lengkap dengan kursi dan meja kayu khas Betawi, serta lemari kayu kuno dengan beberapa barang antik di atasnya (piringan hitam jaman dahulu, setrika arang, radio tua, guci kecil tua, dan lain sebagainya). Ini semua dapat dilihat di The Ritz-Carlton, Jakarta selama acara Bring Back Batavia berlangsung. (Burhan Abe)

Selamat makan!

No comments:

Post a Comment