Sunday, August 14, 2011

Favehotel, dan Maraknya Hotel Bujet


TIDAK ada yang menyangkal Tanah Abang adalah kawasan perniagaan yang paling sibuk di Jakarta. Sayangnya belum banyak tersedia hotel yang layak sebagai tempat persinggahan para pedagang dan pembeli yang datang dari berbagai penjuru tanah air, bahkan manca negara.

Itu sebabnya kehadiran Favehotel Wahid Hasyim, budget hotel yang masih di bawah manajemen Asto International, bak oase di padang pasir. Saya merasakan atmosfer yang nyaman di hotel tersebut dalam jamuan buka bersama, 10 Agustus lalu. Memang tidak mewah, tapi sangat woth it dengan biaya yang dikeluarkan para tamu. Opening rate-nya Rp 468.000 Nett per malam.

Favehotel Wahid Hasyim adalah hotel bintang dua yang menawarkan 70 kamar tamu yang nyaman dan bergaya trendi, serta beberapa ruang pertemuan. Dengan harga kamar yang sangat kompetitif, para tamu hotel akan menikmati standar dan pelayanan yang pada umumnya diterapkan pada hotel dengan kategori harga yang lebih tinggi, seperti tempat tidur berkualitas terbaik, sprei berbahan katun terbaik, Wi-Fi berkecepatan tinggi, serta pelayanan binatu.

Daya tarik utama Favehotel terbaru ini tentu adalah lokasinya yang sempurna tepat di jantung kota Jakarta, tidak jauh dari Jalan M. H. Thamrin, di sekitar gedung PBB dan Kedutaan Jepang. Selain itu, tempat di Jakarta yang terkenal lainnya seperti Plaza Indonesia, serta tempat hang out para ekspatriat yang cukup populer, dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Menurut Norbert Vas, Wakil Presiden Penjualan & Pemasaran, Favehotel bertujuan untuk mendefinisikan kembali bagaimana para wisatawan berpikir mengenai budget hotel. Hotel yang sesuai dengan bujet seperti Fave kami ini sedang populer dan menjadi tren saat ini. Desain yang menarik, pelayanan dari hati dan standar keamanan serta kebersihan yang yang tanpa kompromi tidaklah harus mahal. Yup, Favehotel Wahid Hasyim adalah contoh yang sangat tepat untuk filosofi ini.

Favehotel Wahid Hasyim adalah yang pertama di Jakarta, bergabung dengan Favehotel di Denpasar dan Surabaya yang telah dikenal luas, dan kabarnya akan segera diikuti pembukaan Favehotel di wilayah Bali yang trendi yaitu Seminyak, Umalas, Legian serta pulau wisata Malaysia, yaitu Langkawi.

Favehotel merupakan brand pilihan terbaru yang diluncurkan oleh Aston International, Grup Hotel terbesar di Indonesia, ditujukan untuk menawarkan pilihan menginap dengan harga terjangkau, baru, menarik dan hotel bintang dua kontemporer bagi para pelancong berbujet.

Semenjak peluncurannya Juli 2009 Favehotel telah menjadi yang terdepan bagi sektor hotel berbujet sehingga menjadikannya sebagai standar industri dalam hotel pilihan dengan desainnya yang menarik, ditujukan bagi kelas menengah yang menawarkan tempat tidur berkualitas tinggi dan televisi LCD serta mengusung tema yang berkaitan erat dengan lingkungan.

Aston memasuki pasar Indonesia pada akhir tahun 1990-an dan saat ini menjadi perusahaan di industri hospitality terdepan di Indonesia yang menawarkan jaringan hotel, kondotel, resor, apartemen servis, dan vila berkelas yang berkembang cepat dengan kantor perwakilan di Jakarta, Kuala Lumpur, Yogyakarta, Surabaya dan Bali.

Aston International saat ini mengelola hotel bintang 5 Grand Aston, vila mewah Royal Kamuela dan Kamuela, bintang 4 Aston, bintang 3 Aston City Hotel dan Quest, hotel butik berbujet Neo serta Favehotel bergaya trendi.

Tren permintaan hotel bujet yang marak belakangan memang dirasakan oleh para pengelola hotel. Kalau Aston menawarakan Favehotel, Accor Indonesia bahkan sudah terlebh dahulu membuka dua Formule 1, hotel bujet yang berlokasi di Menteng dan Cikini, Jakarta. Yang disebut pertama memiliki 135 unit kamar dan yang kedua  memiliki 150 unit kamar.

Sebelumnya Hotel Santika juga memperkenalkan produk hotel bujetnya, Amaris, yang kini sudah ada di beberapa lokasi. Juga Max One Hotel berlokasi di Jl Sabang Jakarta yang juga bertarif murah, yang diresmikan 29 April 2011. Hotel yang dibangun oleh grup baru di bidang perhotelan, Milestone Pacific Hotel Group ini, menyebut dirinya sebagai sebagai design value hotel, karena berancang arstistik, serta menyediakan akomodasi bergaya metropolis sekaligus berorientasi pada nilai, dengan perhatian khusus pada kebutuhan profesional yang dinamis.

Kebutuhan hotel bujet memang terus meningkat. Jadi jangan heran kalau budget hotel Tunes, yang masih di bawah jaringan maskapai penerbangan murah Air Asia, setelah sukses di Bali, segera membuka gerainya di Jakarta. Juga Tauzia Hotel Management, yang sukses dengan Hotel Harris di Indonesia, kini siap-siap mengembangkan second line products-nya, yakni POP!

No comments:

Post a Comment