Monday, October 10, 2011

Malaka, Gumilang, Asmila, Burgundy


MAKIN banyak saja hotel-hotel bermunculan di Bandung, baik yang sama sekali baru atau pun hotel lama yang direnovasi kembali. Maklum, Kota Kembang itu kini menjadi salah satu destinasi favorit, tidak hanya bagi turis domestik tapi juga turis manca negara. Asal tahu saja, Air Asia berani melakukan penerbangan Kuala Lumpur – Bandung tiga kali sehari.

Undangan para pengelola hotel di Bandung untuk awak media pun, yang entah untuk memberikan materi liputan atau pun sekadar ajakan beranjangsana, datang bertubi-tubi. Itu sebabnya, HAM (Himpunan Anak Media) yang menyatukan awak media Jakarta berinisiatif mengadakan Media Gathering di Bandung, 23-26 September 2011.

Selama empat hari itu, kami mengunjungi tiga hotel, Malaka, Gumilang, dan Asmila, serta sebagian ke Burgundy Wine & Dine. Acara yang dimotori oleh Hadi Suwarno (Majalah Eksekutif) dan Michael Petit (Majalah Hang Out) ini cukup seru, tidak hanya beramah tamah dalam suasana kekeluargaan, tapi juga party yang gilan-gilaan ala media.  Hadiah pun bertaburan, dengan grand prize dua tiket Garuda Jakarta – Singapura pp yang dipersembahkan oleh Asmila.

When Budget Meet Comfort
Hotel pertama yang kami singgahi adalah Malaka. Ini adalah hotel bujet di bawah pengelolaan Kagum Hotels, manajemen perhotelan berpusat di Bandung, yang saat ini telah mengelola enam hotel di Bandung. Hotel bintang dua ini resmi beroperasi 15 September 2011.

Terletak di Jl. Halimun No 36, Palasari, Malaka cukup strategis, berjarak 15 menit dari Bandara Udara Husein Sastranegara, 5 menit dari Bandung Super Mal dan Trans Studi Bandung, 5 menit dari wisata kuliner Jl. Burangrang dan 10 menit dari Jalan Riau, wisata kuliner dan factory outlet.

Hotel dengan 46 kamar superior berukuran 15,5 m2 dan dua kamar suite berukuran 31 m2 ini, berkonsep “Bed and Breakfast” yang dilengkapi fasilitas restoran dan ruang pertemuan dengan kapasitas maksimal 40 orang. Selain berukuran dua kali lebih besar dibandingkan kamar superior, kamar suite juga dilengkapi ruang tamu dan bathtub di setiap kamar mandinya. Harga yang ditawarkan; Rp 350.000 nett (superior) dan Rp 650.000 nett (suite), tentu saja termasuk breakfast.

"Hotel bujet saat ini sudah memiliki pangsa pasar tersendiri. Banyak tamu yang menginap untuk tujuan belanja, rekreasi, dan bisnis dalam waktu singkat, sehingga hotel bujet dengan lokasi strategis dan harga terjangkau bisa menjadi salah satu pilihan," jelas Evaldo selaku Corporate PR Manager Kagum Hotels.

Meski harganya murah, para tamu tetap dapat menikmati berbagai kenyamanan dan fasilitas. Setiap kamar sudah pasti dilengkapi dengan AC, tempat tidur dan bantal seperti layaknya hotel berbintang, telepon di tiap kamar, TV kabel, dan Free WiFi.  Tempat parkirnya cukup luas, serta  keamanan yang terjamin. Seperti tagline yang diusung Hotel Malaka, “When Budget Meet Comforts”.

Most Memorable Stay
Hotel kedua yang kami singgahi adalah Hotel Gumilang Regency, yang sudah beroperasi sejak 1990. Pada awalnya hotel hanya memiliki 56 kamar tamu dengan fasilitas ruang meeting, coffee shop dan restoran. Melihat tingkat persaingan hotel yang semakin meningkat dan ditambah meningkatnya kunjungan wisata ke Bandung yang membaik, maka mulai tahun 2007 dilakukan renovasi. Perubahannya cukup signifikan; yakni perbaikan dan penambahan kamar, penambahan fasilitas dan renovasi main building sehingga memberikan wajah baru.

Yup, hotel yang memiliki tagline "Most Memorable Stay" ini memiliki target merenovasi kembali properti dan mengubah segmen menjadi menengah ke atas. Gumilang Regency memiliki 104 kamar yang ditawarkan mulai Rp699.000 nett per malam. Terdapat lima kategori kamar, yakni 12 standard, 16 superior, 65 deluxe, 10 executive, dan 1 suite.

Hotel Gumilang Regency terletak di daerah Bandung Utara yang berbatasan dengan Kota Lembang, Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, Kotamadya Bandung. Berada di ketinggian sekitar 2.700 kaki di atas permukaan laut dengan suhu udara yang sejuk antara 18’ C - 25’ C, menjadikan hotel ini mempunyai atmosfer yang berbeda dibandingkan dengan Jakarta, misalnya. 

Sejalan dengan renovasi dan penambahan fasilitas baru, konsep hotel pun berubah.  Kini, Gumilang Regency mengarah kepada hotel bisnis yang menggabungkan konsep resor. Itu sebabnya, terdapat sarana keperluan meeting yang dirancang secara minimalis dan dapat menampung lebih banyak peserta. Hotel ini juga memiliki Grand Ballroom dengan tinggi 7 meter yang dibuat tanpa pilar dan dapat digunakan untuk conference ataupun wedding dengan kapasitas sampai 1.000 orang.

Untuk menerima kunjungan pada saat weekend atau masa liburan, hotel ini menyediakan sarana yang dapat mengakomodasi kebutuhan keluarga, seperti tempat bermain anak-anak, kolam renang yang memadai serta fitness centre yang dilengkapi peralatan mutakhir.  Di tepi kolam renang pula, awak HAM menikmati outdoor party sore-sore sambil menikmati jagung bakar, tape uli, pisang rebus, serta minuman khas Sunda; bandrek.

Di Jantung Kota Bandung
Malam terakhir di Bandung kami habiskan di Asmila Boutique Hotel. Tepat terletak di depan Rumah Mode, salah satu factory outlet yang paling ramai di Bandung saat ini, Asmila berkonsep “rumah”, ditandai dengan gaya arsitektur klasik modern yang annggun dan berkelas.

Menurut Jamal Muhamad, General Manager Asmila Boutique Hotel, hotel berbintang empat ini berkonsep ramah lingkungan. Seluruh kamar bebas rokok, penggunaan material kebanyakan daur ulang, peminimalan penggunaan karpet dan bahan kulit demi hieginitas, makanan dan minuman sehat dengan memaksimalkan penggunaan produk lokal, area hijau dan area parkir bebas aspal untuk penyerapan air. "Kami juga mengusung konsep 5 R; ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin. Hal ini demi memastikan kenyamanan dan kepuasan tamu selama menginap di sini," jelasnya.

Hotel berbintang empat ini memiliki 30 kamar deluxe, 6 kamar suite, serta 1 suite keluarga. Setiap kamar indah dihiasi dengan foto seni modern dan aksesori seni, serta sofa yang nyaman, tentu saja dilengkapi dengan TV layar datar, minibar, dan kotak brankas.

Liek’s Resto & Cafe adalah fasilitas restoran yang dimiliki hotel ini. Berbagai makanan tersedia di sini, dan weekend adalah saat yang tepat bagi pencinta kuliner untuk datang kemari, karena banyak promo yang ditawarkan, termasuk promo minuman, seperti bir, cocktail dan mocktail.

Ashadi Function Room, inilah ruang serba guna yang bisa dipakai apa saja, mulai dari rapat kantor, gathering, ulang tahun, bahkan resepsi pernikahan. Di ruang ini pulalah anak-anak HAM dijamu oleh tuan rumah sebuah party yaang berkesan.


Romantic Dinner in Burgundy
Di sela-sela acara anjangsana ke hotel-hotel, sebagian dari anak-anak HAM, juga menyempatkan diri ke Burgundy Wine & Dine. Tidak salah, bagi penikmat wine sejati, nama ini tentu tidak lagi asing, meningatkan pada salah satu wilayah penghasil wine terbaik di Prancis Selatan.

Burgundy beralamat di Jl. Raya Maribaya No. 163 Bandung, letaknya agak jauh dari keramaian kota, berada di perbukitan yang menjadikan lounge ini berada di wilayah tertinggi di Jawa Barat. Venue yang mempunyai area indoor dan indoor, berhawa sejuk dan mempunyai pemandangan yang luar biasa, menawarkan pengalaman yang luar biasa.

Terdapat empat ruang, yaitu indoor yang biasa dianggap sebagai dining room, teras terbuka lengkap dengan sebuah bar, dan outdoor yang diisi dengan bangku-bangku taman. Sore hari adalah saat yang tepat menikmati pemandangan sekitar, yang konon seperti di Swiss, sedangkan malam hari suasanya menjelma menjadi romantis dengan tata lampu yang hangat.

Dari ketersediaan wine, tentu, Burgundy mempunyai wine list yang lengkap. Termasuk Hatten, wine asal Indonesia yang diproduksi di Pulau Dewata. Jangan ditanya tentang makanannya, berbagai hidangan Eropa ada di sini, mulai dari steak hingga pasta, juga iga bakar ala Indonesia. Tapi yang menarik ada makanan perpaduan Barat dan Timur, sebutlah ravioli atau pun pasta yang dipadu dengan oncom ala Bandung.
Musik hidup tersedia di sini, bukan musik yang bising tentu saja, tapi musik khas lounge yang mempu membangkitkan suasana makan malam yang romantis. Cheers!

No comments:

Post a Comment