Thursday, November 03, 2011

EnviroAsia 2011 (3)


Menyorot Proses Optimalisasi Pola Kerja dan Keselamatan serta Penerapan Pembangunan Berkelanjutan Terbaik dalam Konferensi Industri

MENYEDERHANAKAN pola kerja dan meningkatkan proses otomatisasi untuk mencapai hasil yang optimal sudah sangat mendesak beberapa tahun belakangan. Perusahaan-perusahaan lepas pantai dan sektor energi, pabrik kimia dan sektor lainnya terus berusaha mencapai hasil yang lebih besar, meminimalisir OPEX dan mengurangi penggunaan energi guna tetap siap bersaing ke depannya. Upaya untuk meningkatkan kinerja dengan produktivitas tinggi dan pemeliharaan dan biaya operasional yang minim mendorong mereka untuk mencari aplikasi baru dan solusi inovatif untuk mencapai pola kerja berkelanjutan dan handal, serta hasil proses otomatisasi yang lebih baik.

Konferensi Proses dan Keamanan Instalasi  akan berlangsung pada 22-23 November 2011 di Suntec Singapura, bertujuan untuk menggali tantangan dan menawarkan pandangan para ahli pada para profesional di bidang industri melalui berbagai studi kasus dan presentasi yang disajikan para praktisi dan ahli industri.

Konferensi dua-hari ini terdiri atas tiga sesi penting - Pola Kerja berkelanjutan dan handal, Proses Otomatisasi, dan Keamanan Instalasi. Peserta konferensi dapat mempelajari studi kasus yang menyeluruh tentang bagaimana mengoptimalkan biaya operasi (OPEX) untuk menghasilkan penghematan yang signifikan, dan isu-isu penting terkait solusi, proses rekayasa dan sistem pengawasan.

Konferensi ini juga akan menyajikan strategi inovatif untuk penerapan  keselamatan instalasi, mengatasi keamanan yang belum maksimal dan menghindari kerugian serta menjaga reputasi perusahaan. Para pembicara juga akan membahas isu-isu manajemen risiko, mitigasi risiko dan keamanan terkait kinerja profitabilitas perusahaan.

Mengoptimalkan Penggunaan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Meskipun terjadi pengurangan emisi di negara maju antara 1990 dan 2010, emisi karbon dioksida (CO2) global tetap meningkat 45 persen selama periode yang sama, mencapai rekor 33 juta ton pada 2010. Pertumbuhan yang berkelanjutan di negara-negara berkembang akan merangsang konsumsi energi dan sumber daya yang lebih besar, konsekuensinya adalah bertambahnya masalah terkait lingkungan yang harus dihadapi dunia.

Meskipun bukan konsep baru, pembangunan berkelanjutan melalui efisiensi energi sesuai dengan momentum dunia yang sedang mengalami perubahan iklim yang cepat, penipisan cadangan sumber daya dan menumpuknya limbah. Adopsi terkait energi ramah lingkungan, pendekatan hemat energi dan penggunaan energi rendah karbon dianggap sebagai solusi jangka panjang dan berkelanjutan bagi para pebisnis.

Konferensi Pembangunan Berkelanjutan melalui Manajemen Energi pada 24 November 2011 menghadirkan perspektif profesional tentang bagaimana bisnis bisa menguntungkan melalui penggunaan sumber daya untuk pembangunan berkelanjutan dan penerapan hemat energi. Konferensi satu-hari ini akan menyajikan studi kasus dari para pemimpin industri seperti Ricoh dan Mantech, dan juga topik-topik membangun lainnya seperti pandangan Life Cycle Assessment (LCA) dan menelisik jejak karbon lewat produk dan jasa serta desain berkelanjutan untuk pabrik.

Konferensi itu akan diselenggarakan bersamaan dengan acara teknologi ilmiah, lingkungan dan analitis terkemuka di Asia, CIA2011, EnviroAsia2011 dan AnaLabAsia2011 di Suntec Singapore dari 22 – 25 November 2011.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.CIA-Asia.com, www.AnaLab-Asia.com dan www.Enviro-Asia.com

Kompas, 04 November 2011

No comments:

Post a Comment