Saturday, June 30, 2012

Tour de Singkarak 2012: Sport & Tourism



TOUR de Singkarak 2012 memasuki tahun keempat, kali ini saya terlibat untuk ke dua kalinya. Saya tidak akrab dengan dunia oleh raga, tapi event yang satu ini memang beda, karena dipadukan dengan tourism, kegiatan ini juga sekaligus jadi media pengenalan potensi pariwisata serta budaya Indonesia.

Itu pula sebabnya, Tour de Singkarak bukan di bawah Kementrian Pemuda dan Olah Raga, melainkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Yup, kegiatan yang berlangsung 4 hingga 10 Juni 2012 ini adalah sebuah perpaduan atraktif antara promosi pariwisata olahraga dalam bentuk lomba balap sepeda bertaraf internasional, yang kebetulan diselenggarakan di Sumatera Barat.


Sawahlunto dipilih menjadi titik start tur, dan Padang finish-nya. Pemilihan daerah ini mengikuti konsep Tour de France, yaitu start bisa dinamis namun titik akhir harus berada di ibukota. "Alam Sumatera Barat sangat menjanjikan, perbukitannya bagus, dan memiliki jalur balap sepeda yang menantang," kata Fauzi Bahar, Walikota Padang.

Sebagai bagian dari kepanitiaan, khususnya untuk urusan media relations, saya dan teman-teman dari Vox Populi Publicist menyiapkan tenaga ekstra, sebab tidak hanya pemikiran, tapi juga fisik, untuk mengikuti kegiatan bergengsi ini.


Para wartawan tersedia dua pilihan untuk mengikuti acara ini, naik mobil mendahuli peserta balap atau mengikuti dari belakang jalannya lomba. Hanya di titik start atau finish segala kegiatan peliputan dilakukan, mulai dari pemotretan hingga wawancara nara sumber.

Sedangkan untuk pewarta foto bisa minta bantuan marshal (pasukan sepeda motor) untuk dibonceng, supaya bisa memotret dari dekat jalannya perlombaan – yang tentu ada aturan mainnya tersendiri. Setiap etape hanya tersedia lima marshal, jadi para fotografer harus rela bergiliran.

Di Sumatera Barat, Tour de Singkarak meski baru empat kali sejak 2009, sudah menjadi ritual tahunan yang menarik. Pada tahun ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif didukung oleh Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat, beberapa kabupaten atau kota di Sumatera Barat dan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI).


Menurut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, Tour de Singkarak tahun ini kembali mengundang Amaury Sport Organization (ASO), penyelenggara Tour de France, salah satu lomba balap sepeda internasional terbesar di dunia, untuk hadir dan memberikan masukan terhadap penyelenggaraan Tour de Singkarak 2012.

Tour de Singkarak 2012 diikuti oleh  sekitar 250 atlet dari 18 negara, termasuk Indonesia. Para pembalap berkompetisi untuk mendapatkan total hadiah sebesar Rp 1 miliar yang akan ditentukan di stage terakhir.


Indonesia sendiri menurunkan 9 tim nasional, yang terdiri dari Polygon Sweet Nice, Wim Cycle-Araya Indonesia, Putra Perjuangan Bandung, WSP Management Jogja, Custom Cycling Club Indonesia, Binong Baru Club/BBC Folker Pessel, Tuah Sakato Cycling Team,  Cikeas Cycling, dan PSN Gillas.

Sedangkan yang dari manca negara terdiri dari 16 tim, yakni Aisan Racing Team, Azad University Team, OCBC Singapore Continental Cycling Team, Genesis Wealth Advisers, Uzbekistan Suren Team, Antangin Eddy Hollands, Action Cycling Team, Plan B Racing Team, CCN Cycling Team, Colossi Miche Team, Australian National Team, Trengganu Pro-Asia Cycling Team, Japan Cycling Federation, Reine Blanche, Mess Kerman, dan Global Cycling Team.

Mereka berasal dari Jepang, Iran, Singapura, Australia, Uzbekistan, Ukraina, Kirgiztan, Rusia, Taipe, Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Brunei, Selandia Baru, Perancis, Vietnam, dan Malaysia.

Tour de Singkarak  2012 melombakan 7 etape yang berjarak total 854 km, melewati 14 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. Ketujuh etape tersebut adalah; Etape 1 Sawahlunto - Sawahlunto, Etape 2 Muara Sijunjung – Lembah Harau, Etape 3 Payakumbuh – Istana Basa Pagaruyung, Etape 4 Sicincin Anai Golf - Bukittinggi, Etape 5 Padang Panjang - Singkarak, Etape 6 Pariaman – Painan dan Etape 7 Padang Circuit Race.


Sebanyak 14 Kabupaten dan Kota  terlibat dalam perhelatan ini yakni; Kota Padang, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten 50 Kota, Kota Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Yang menarik, setiap kota dan kabupaten yang dilewati rute lomba menyambut dengan menampilkan kesenian daerah masing-masing. Tidak hanya seni musik, tari dan kuliner, tapi juga kebudayaan dari daerah tersebut. Pada hari terakhir acara, diadakan Festival Rendang di Padang. Festival yang menghasilkan 5,2 ton rendang ini mampu bisa menarik perhatian para wisatawan – baik domestik maupun asing.


Ini memang sejalan dengan misi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Menteri Mari Elka Pangestu menyatakan, salah satu tujuan dari penyelenggaran Tour ini adalah untuk meningkatkan citra pariwisata Indonesia, khususnya Sumatera Barat.

Hasil Tour de Singkarak 2012 sudah diketahui. Pembalap asal Spanyol dari Azad University Cross Team, Pujol Munoz Oscar menjadi juara balap sepeda Tour de Singkarak 2012. Peringkat kedua diduduki Jai Crawford dari Genesys Wealth Adviser, dan peringkat ketiga Chun Kai Feng dari Action Cycling Team.

Pujol juga dinobatkan menjadi raja tanjakan dan berhak mengenakan Polkadot Jersey, sekaligus pembalap sprinter tercepat dan berhak atas Green Jersey. Ia mengaku menikmati setiap etape yang dilalui selama perlombaan berlangsung. "Etape kelima sangat menantang, ada satu tanjakan yang saya lalui dengan kecepatan tinggi," ujarnya. “Tapi yang lebih penting, penonton di sini yang paling antusias dibanding kejuaraan serupa di negara-negara lain,” tambahnya.


Sementara menurut Dadi Suryadi dari Putra Perjuangan Bandung yang dinobatkan sebagai pembalap nasional terbaik (Read and White Jersey), Tour de Singkarak merupakan kejuaran balap sepeda terbaik dan menantang di Indonesia. “Ini juga pencapaian terbaik saya sepanjang karier di balap sepeda,” katanya.

Tour de Singkarak 2012 resmi ditutup oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng di kantor Gubernur Sumatera Barat, Minggu 10 Juni 2012. Ia mengatakan bahwa event akbar ini merupakan "brand" balap sepeda di Indonesia.



Tidak bisa dimungkiri, olahraga merupakan bagian kehidupan manusia yang dapat membangun hubungan emosional dan memiliki daya serap prima dalam meraih minat penonton. Konon, penonton Tour de Singkarak termasuk yang paling antusias. Jumlah penontonnya bahkan terbesar ketiga di dunia, setelah Tour de France yang usianya sudah seabad lebih, dan kegiatan serupa di China yang penduduknya memang terbanyak di dunia.

Begitulah, perhelatan bertema sport tourism ini telah menjadi agenda tahunan Union Cycliste Internationale (UCI), tidak hanya diramaikan oleh para pebalap internasional, melainkan juga para wisatawan mancanegara yang datang ke Sumatera Barat untuk menyaksikan lomba serta menikmati keindahan alam dan budaya Minang nan rancak bana.

(Teks: Burhan Abe, Photos: Sonoko Tanaka)

Sumber: KABARE Magazine, Juli 2012

No comments:

Post a Comment