Thursday, September 13, 2012

Marina Bay Sands – Asia’s Dining Destination – Part 2


Kuliner, Pameran, Teater

10 wartawan dan blogger asal Indonesia mendapat undangan dari Marina Bay Sands untuk mengikuti Asia’s Dining Destination selama tiga hari (03 – 05 September 2012). Berikut pengalaman salah satu pesertanya, Burhan Abe @BurhanAbe


HARI kedua kami awali dari Rise Lounge. Sarapan ala hotel pada umumnya. Terletak di atrium hotel yang ramai, venue yang menjadi episenter sosial di hotel ini tidak hanya menawarkan serangkaian pilihan makanan lezat, tapi juga menjadi tempat pertemuan sosial dan ideal untuk menyaksikan lalu-lalang manusia dari berbagai negara.

Acara berikutnya, yang masih “nyambung” dengan acara pokok wisata kuliner adalah mengunjungi dapur Marina Bay Sands (MBS). Di situlah kami tahu bagaimana makanan diproses, mulai dari bahan mentah hingga bisa dihidangkan kepada para tamu. Tidak sekadar urusan masak-memasak, tapi lebih dari itu adalah manajemen sebuah dapur raksasa, yang menyangkut pengaturan makanan, pengorganisasian orang, serta perhitungan biaya.

Siang itu kami melupakan sejenak wisata kuliner, kami mengunjungi pameran Andy Warhol: 15 Minutes Eternal (yang berlangsung 17 Maret - 21 Oktober 2012)  dan Harry Potter: The Exhibition (2 Juni - 30 September 2012).

Andy Warhol adalah seniman pop legendaris, yang karyanya bisa dinikmati di pameran tersebut. Mencakup berbagai tahap keseniannya mulai 1940-an hingga 1980-an, pameran ini menyajikan lebih dari 260 lukisan, sketsa, patung, film, dan video. Sementara Harry Potter, tokoh rekaan masa kini, yang lekat dengan dunia sihir. Di pameran itu terpajang ratusan kostum dan properti otentik dari delapan film Harry Potter.


Makan siang di Sky on 57 boleh dikatakan adalah yang paling berkesan. Bukan hanya karena tempatnya di lantai tertinggi MBS, tapi kami dijamu langsung oleh chefnya langsung, Justin Quek.

Terletak di puncak tertinggi di MBS di Sands Sky Park yang menawan, Sky on 57 menawarkan cara modern dalam menghidangkan masakan lokal dan Asia – menggunakan bahan-bahan premium, teknik yang halus, dan disajikan dengan dosis hangat keramahtamahan Asia.


Keandalan Justin Quek tidak diragukan lagi, ia sudah dilatih dengan cara klasik kembali ke akar Asianya di mana seleranya telah terbentuk dari kecil dengan rasa pedas, asam, asin, dan manis keunggulan dari masakan lokal.  Di Sky on 57, Chef Quek mempersembahkan makanan modern Asia yang terbaik karena dia memberikan interpretasi baru dari beberapa masakan tradisional, sebutlah Nordic Crab Vermicelli, Maine Lobster Hokkien Mee, dan Wagyu Beef  “Cheek” Rendang.

Restoran berukuran 12.000 kaki persegi ini mempunyai bar and lounge yang akan menyambut tamu saat mereka datang, dengan ruang makan utama dan empat sudut pribadi untuk makan siang dan makan malam yang tertutup serta teras di luar dengan pemandangan panorama Singapura yang tidak terlupakan.

Pengalaman menikmati hidangan dari chef kelas dunia berlanjut ketika berkunjung ke Guy Savoy. Hanya menggunakan bahan terbaik, Guy Savoy menyiapkan dan menyajikan hidangan dengan kesadaran teguh akan apa yang dianggap sebagai pengalaman makan yang benar-benar istimewa.

Untuk hidangan khasnya, Côte de Gros Turbot, ikan dikukus dengan bayam dan sebutir telur rebus tanpa kulit disajikan di atas piring besar di atas mangkuk sup yang berisi kaldu ikan, menciptakan rangkaian aroma yang sempurna.


Guy Savoy Singapura juga memperkenalkan konsep yang sangat populer dari restoran unggulannya di Paris, ‘Bites and Bubbles’, yakni konsep bar dining yang memungkinkan tamu menikmati porsi kecil item-item khas dari restoran Perancis ini.

Hari kedua itu petualangan rasa diakhiri dengan makan malam di db Bistro Moderne. Resto ini adalah interpretasi ulang Chef Daniel Boulud yang terkenal terhadap hidangan klasik Paris. Di antara berbagai prestasinya, Chef Boulud dikenal karena telah mengangkat burger yang sederhana menjadi sebentuk seni--adaptasi unik baru terhadap makanan klasik lawas.

Walaupun berasal dari Lyon, Perancis, di New York-lah nama Chef Daniel Boulud diidentikkan dengan fine dining. Restoran 'Daniel' di Manhattan dianggap sebagai salah satu dari 10 terbaik di dunia.

Chef Boulud sendiri telah menerbitkan enam buku, memiliki serial televisi yang sukses ‘After Hours with Daniel’, dan telah menerima berbagai penghargaan, termasuk penghargaan James Beard Foundation sebagai ‘Outstanding Restaurateur’ dan ‘Best Chef of New York City’. Tidak salah, di db Bistro Moderne inilah hidangan Perancis tradisional berpadu dengan cita rasa Amerika.

Malam kedua kami akhiri dengan menonton Slava’s Snowshow di Sands Theater. Slava’s Snowshow adalah perpaduan seni melawak teatrikal tradisional dan kontemporer. Pertunjukan ini dengan cerdas menciptakan dunia keajaiban dan fantasi yang kadang-kadang mampu membawa audiens ke masa kanak-kanak.  

Sebagai bagian dari Cirque du Soleil’s Alegria, Slava menciptakan Slava’s Snowshow yang menjadi sensasi internasional pemenang banyak penghargaan, yang menghibur dan menggetarkan audiens di lebih dari 80 kota di seluruh dunia, mulai West End London hingga Sydney dan Moskwa.

Slava’s Snowshow adalah tontonan yang cantik, sekaligus  mendebarkan, melibatkan audiens ke dalam pertunjukan. Bagian akhirnya yang menakjubkan memperlihatkan sepucuk surat yang berubah menjadi kepingan salju, dan kepingan salju berubah menjadi badai salju yang memenuhi auditorium. Wah!


Berakhir di Pizzeria Mozza
Hari ketiga adalah  kesempatan menemui Tamir Shanel, Vice President of Food & Beverage MBS. Sambil sarapan di The Club yang berlokasi di Sands SkyPark, Menara 2, para jurnalis dan blogger mewawancarai orang yang bertanggung jawab pada F & B di MBS.  

Berikutnya adalah kami ikut cooking class bersama Chef Ryan Witcher, Executive Pastry Chef MBS.  Di sini kami bergabung dengan rombongan serupa, yang terdiri dari wartawan dan blogger, dari Malaysia dan Australia. Di sini pula beberapa resep rahasia pastry dibagikan.

Dalam urusan F & B, MBS memang tidak main-main, karena itulah salah satu daya tarik utama bagi para traveler dan wisatawan bisnis mengunjungi venue tersebut. “Marina Bay Sands telah membuat sebuah cara makan masa kini lebih dapat diakses oleh komunitas bisnis dan hiburan Singapura. Kami berharap bisa menyambut lebih banyak pengunjung sekitar, terutama pada jam makan  dan akhir pekan,” ujar Tamir Shanel.


Wisata kuliner bertema Asia’s Dining Destination berakhir di Pizzeria Mozza, yang digawangi Mario Batali, salah satu chef andal dari Amerika. Dengan 18 restoran, delapan buku masak, dan berbagai acara televisi, termasuk Iron Chef America yang sangat terkenal itu, Mario Batali merupakan salah satu chef yang paling dikenal dan disegani saat ini.

Mozza yang berlokasi di MBS ini hampir sama persis dengan yang ada di California. Ada pizza dan salumi, dengan tambahan seafood dan sayuran lokal yang lezat. Selain pizza yang terkenal di seluruh dunia, menu khas Mozza lainnya meliputi kaki bebek renyah dengan lentil, Lasagna al forno, serta Salad Cincang Nancy yang legendaris.

Tidak hanya makanan tentu, restoran ini juga mempunyai wine bar dengan koleksi anggurnya yang cukup lengkap. Ada juga ruang makan pribadi yang intim juga tersedia untuk acara kelompok dan pesta.

Sungguh, sebuah petualangan rasa yang menyenangkan!

No comments:

Post a Comment