Wednesday, February 27, 2013

The Impact of the New Media


Perbincangan tentang majalah digital memang menarik. Maklum, selain masih relatif baru, penerbit berlomba-lomba menjual majalahnya dalam bentuk digital lewat tablet, entah itu sendiri ataupun via digital news stand yang ada di iPad.

Di ranah global ada Newsstand dan Zinio, sementara di Indonesia ada Wayang Force dan Scoop. Salah satu digital news stand terbesar, Zinio, mengklaim saat ini sudah menjual 5.000 jenis majalah dari 1.300 penerbit dengan pembaca yang tersebar di 200-an negara. Sebagian majalah bahkan tidak hanya dalam file PDF yang statis, tapi dalam format yang lebih interaktif.

Ini tentu memberi pengalaman baru dalam membaca majalah dalam platform baru. Dengan format digital, memungkinkan Anda membaca majalah berformat digital dengan konten yang sama, desain grafis yang lebih menarik, bahkan memungkinkan disertai audio visual yang lebih atraktif.

Ketika internet makin merebak ke seluruh dunia akhir dekade 1990-an, seperti yang diramalkan W. Russel Newman, guru besar teknologi dan komunikasi media dari Universitas Michigan, AS, dalam artikel ilmiahnya, “The Impact of the New Media”, akan melahirkan media baru yang merupakan penggabungan antara media tradisional dengan kekuatan interaktif teknologi komputer dan komunikasi, yang tak lain adalah media digital.

Media digital tidak hanya memindahkan media tradisional ke dalam formal digital, tapi juga mengarah kepada bagaimana media tersebut bisa  berkomunikasi dan berinteraksi dua arah dengan pembacanya.

Teknologi digtal telah merevolusi industri penerbitan di dunia, apalagi seiring dengan munculnya perangkat digital yang mendukung kapabilitas dan kapasitas multimedia yang semakin canggih. Termasuk perkembangan broadband dengan kecepatan transfer data yang makin cepat dan dalam jumlah besar. Di lain pihak, perkembangan gadget dan perangkat digital kemampuan menyimpan datanya makin besar dengan fisik yang makin kecil.

Berbagai keunggulan majalah digital telah mengubah peta industri penerbitan majalah dunia. Secara bertahap makin banyak orang yang beralih dari cetak ke digital. Fleksibilitas, interaktivitas, ditambah biaya yang lebih murah, bahkan MALE bisa diunduh gratis, jelas menjadi daya tarik utama orang bermigrasi ke digital, saat ini apalagi di masa datang.

Tren ini, tidak hanya menguntungkan pembaca, tapi juga para penerbit dan pemasang iklan. Pembaca tentu akan memperoleh pengalaman baru dalam mengonsumsi media yang lebih praktis, penerbit mempunyai potensi untuk meningkatkan pelanggan dan pendapatan tentu saja, sedangkan pengiklan mampu menjangkau target pasar yang lebih luas.

Editor’s Note – Burhan Abe @ MALE Magazine 18 http://male.detik.com