Monday, October 07, 2013

Fashion Factory Trend 2014, The Designers


Paula Meliana
Tema: Bloom

Dalam show  pada Plaza Senayan Factory Preview 2014 ini, Paula Meliana lulusan Fashion Design dari Los Angeles, California mengambil tema bloom (a flower, esp. one cultivated for its beauty. a youthful or healthy glow in a person's complexion).  Inspirasi bunga, masa muda yang melambangkan kecantikan dan pesona) menampilkan 15 gaun malam berwarna emerald, ruby, purple, fuschia, lemon, canary yellow dengan model yang romantis halus melayang, mermaid yang elegan dengan aplikasi kristal berkilau. Koleksi gaun malam dengan sillhoute yang membentuk tubuh dengan anggun, soft, memepercantik wanita dan memberikan kesan murni.  Koleksi ini menggunakan bahan-bahan tulle, silk chiffon, lace, brocade, duchesse satin, organza, silk. taffetta.

Sebagai Designer dan Make Up Artist yang expert, Paula Meliana yang saat ini sebagai principal dari Eva Bun Academy juga pernah mendesign gaun khusus untuk Miss Universe. Ia sangat berpengalaman dalam dunia wedding (flower arrangement, cake decorating, wedding organizing). Artikelnya sudah banyak dimuat di berbagai majalah dan surat kabar. Bahkan ia juga telah banyak menjadi pembicara tamu di universitas ternama di Jakarta.

Gebrakan baru dari seorang multitalenta Paula Meliana adalah menerbitkan buku hasil karyanya yang berjudul I Am A Fashion Designer. Buku ini berisi luapan pemikiran dan juga pengalaman Fashion Designer Paula Meliana yang ditruliskan apa adanya. Dilengkapi kiat praktis, panduan untuk memulai impian sebagai seorang Designer.

**

LIEMZEIN
Tema: BW are Forever

LIEMZEIN adalah label fashion hasil kolaborasi dua designer LIEM Liliem Solicha dan ZEIN zein achmad amien, label kami berdiri semenjak bulan Juni 2012 dan beralamatkan di Jl.Kebon Kacang 45 Jakarta Pusat

Dalam partisipasi kami kali ini untuk Plaza Senayan Fashion Factory Trend 2014 , Kami mengangkat tema BW atau black and white sebagai modal dasar konsep design kita, sebagai ungkapan rasa kekaguman kami akan warna hitam dan putih yang menurut kita adalah warna-warna abadi dan selalu akan di gemari pecinta fashion.

Design koleksi BW kita kali ini adalah ready to wear atau siap pakai dengan banyak mengetengahkan bentuk yg simple seperti sackdress, celana jeans, atasan dengan satu palet warna yang simple dan jacket dengan sentuhan batu-batuan yang cantik.

**

Yudhistira
Tema: Summer Elektrik

Menampilkan Ready to wear premier yang dibutuhkan oleh setiap fashionista. Saat oni disesuaikan dengan iklim tropis Jakarta, menggunakan warna premier dengan material tafeta, katun, twil, lace, dan silk.

**












Ivan Gunawan
Tema: Jajaka

Setelah sebelumnya bermain dengan kain tenun maka kali ini batik Tasik menjadi inspirasi Ivan Gunawan.

Kain dengan corak yang playful dipadukan tabrak motif menjadi aksen 10 koleksi busana kali ini. Gaya casual tetapi tetap terkesan rapi, street wear, energik penuh warna.

IG by Ivan Gunawan, Men’s Wear

**










Defrico Audy
Tema: Tribalism

Terinspirasi dari cara berbusana para bangsawan Nusantara.Bahan yang digunakan asli tenun sutra songket padang, tenun rang-rang Bali, tenun NTT. Garis rancangan elegan simple etnik folklore warna hitam, coklat, gold.

**
























Stephanus Hamy
Tema: Nusa Tenggara Timur

Pada Show kali ini yang diadakan oleh Plaza Senayan Fashion Factory TREND 2014, Stephanus Hamy masih mengangkat Tenun NTT, yg dipadu padankan dengan memakai detail renda, paku gold, batu-batuan, lace full payet dan bahan polosan lainnya, seperti: chiffon, rawsilk, kain bertekstur payet-payet yang kesemuanya itu dapat menambah mewah penampilan dari bahan utamanya yaitu: Tenun NTT yg berasal dari daerah Maumere (Flores) dan Sabu. Adapun siluet yg dipergunakan dlm melengkapi show ini antara lain: rok ploi,dress mini, cape tenun, celana panjang, blouse outshoulder dan jaket tenun.

Ke 10 set rancangan Stephanus Hamy dapat dipakai dalam berbagai acara , baik untuk acara semi resmi ataupun acara-acara resmi, tentunya untuk kaum wanita yang mapan dan mencintai kain tradisional Indonesia.

**



Ai Syarif1965
Tema: Individualism

Ai Syarif menamatkan kuliah Akuntansi pada  1988, dan melanjutkan pendidikan non formal seperti Pelatihan Kepemimpinan, Tari Kontemporer di Perancis, dan Filipina, ESMOD (l' Ecole Superieure des Arts et teknik de la Mode) , Vocal (Tony Sianipar – Elfa’s Singers) , Jazz & Ballet (Namarina Dance Academy & Flex Point), Dining Etiquette (The Academy of Modern Etiquette, Singapore).

Sejak 1884, aktif sebagai anggota Swara Maharddhika pimpinan Guruh Sukarno Putra. Dan aktif sebagai Founder studio ‘Warna Indonesia’, yang selalu aktif setiap tahun berpartisipasi dalam Misi Budaya ke Perancis, Italia, Czech Republic, Netherlands, Austria, Jerman, China, Singapura, dan Brunei Darussalam. Dan pendiri talent school ‘The Sun’, membina dan melatih kalangan muda untuk siap tampil di dunia entertainment. Serta aktif menjadi koreografer sejak 1988, dan beragam acara sempat ditangani, seperti Gadis Sampul, Wajah Femina, Miss Indonesia, Starteen, Putri Pariwisata, World Muslimah, dan Miss Earth.

Menjabat sebagai Managing & Fashion Editor, selama 20 tahun (Femina Group dan High End Magazine - MNC Group). Dan secara aktif berpartisipasi dalam ajang internasional seperti: Louis Vuitton (Paris dan Taiwan), Montblanc ( Swiss & Beijing) , Tod (Hong Kong), Vertu Ponsel (London) , Hong Kong Fashion Week, Kuala Lumpur Fashion Week, Singapore Fashion Week, Milan Fashion Week dan Paris Fashion Week. Dan kini aktif sebagai host untuk program "Shopaholic" di Kompas TV.

Tahun 2011 meluncurkan clothing line “Ai Syarif 1965”, dengan konsep Individualism, Ai tidak ingin terpaku pada tren yang berlaku, karena memang konsepnya mudah di mix and match, dan long lasting. Dan tahun ini, Ai juga menampilkan koleksi untuk perempuan, dengan konsep ringan, modern, muda, dan trendi.

Ciri khas rancangan Ai Syarif 1965, tidak tabu untuk memadupadankan motif satu dengan lainnya. Untuk koleksi laki-laki tampil modern dengan krah tinggi, dan ragam pants yang menarik. Dengan memanfaatkan material katun, lurik, dan tenun.

**

Raden Sirait
Tema: Batik for The World

”Batik For The World”,telah menjadi salah satu tema yang saya usung seumur hidup dalam berkarya di bidang fashion selain tentunya Kebaya For The World, dengan tujuan utama membawa batik ke tataran tertinggi ranah fashion dunia. dan batik sebagai salah satu pusaka tanah air Indonesia yang sudah di akui dunia. juga memberikan “dirinya” untuk  diamati, dicermati untuk kemudian di gali, dan bahkan di utak atik yang tentunya dengan cinta sehingga lahirlah maha karya yang inovatif dan “baru” karena sesungguhnya Batik sangat bisa bersanding dengan bahan apapun dan menghasilkan harmonisasi  yang sangat indah dan selaras penuh keseimbangan.

Filosofi inilah yang akan terlihat pada show tunggal raden Sirait kali ini….yang akan terbagi dalam 6 sekuel. Sebanyak 50 koleksi yang yang terdiri dari gaun dan kebaya  yang dilengkapi dengan selendang semuanya mengandung unsur batik, baik yang terlihat dominan dalam keseluruhan gaun maupun yang tersembul cantik selaras dengan bahan-bahan fashion lainnya.

Dalam show tunggal kali ini, selain 30 model papan atas Indonesia ini, Raden Sirait seperti biasa tetap didukung  oleh para icon-iconnya yang sekaligus sahabat–sahabat terbaiknya. Ardina Rasti, Imelda Fransisca, Andara Rainy, Luciana Zalusca, Della Queen, dan Sharena adalah nama–nama yang “jalan“ membawakan maha karya sang designer.

Dan mengulang sukses Pagelaran Tunggal Raden Sirait dua tahun yang lalu di Teater Jakarta TIM, maka kali ini Raden Sirait juga menghadirkan 13 ibu-ibu cantik yang merupakan soulmate sang designer, yang juga akan “jalan” di catwalk membawakan maha karya yang khusus di design Raden Sirait sesuai dengan kepribadian mereka  masing-masing. “Mereka selalu ada untukku dan selalu mendukung setiap langkah kecil apalagi langkah besarku di dunia fashion. Sebagai ungkapan rasa terima kasihku yang tak terhingga, aku kembali mengajak mereka untuk mendukungku dalam show kali ini, yang ternyata disambut dengan sangat antusias,” katanya.

Maka lihatlah penampilan mereka menjadi kejutan tersendiri di antara para model papan atas dan artis-artis profesional negeri ini, selain tentunya kejutan- kejutan dari batik itu sendiri dalam 50 gaun dan kebaya yang dirangkum dalam 6 sequel yang berkesinambungan.