Tuesday, November 26, 2013

Digital Magazine Migration


ANDROID akhirnya meluncurkan aplikasi Google Play Newsstand,  21 November lalu. Meski belum sempurna, sudah terbayang,  raksasa di dunia internet asal AS ini serius dengan media digital.

Google Play Newsstand, yang padanannya hadir di iPad terlebih dahulu, adalah semacam toko majalah di ranah digital. Ada 16 kategori yang dipajang di Google Play Newstand, yakni Art & photography, Automotive, Business & Finance, Craft & Hobbies, Entertainment, Food & Drink, Health & Fitness, Home & Garden, Men’s Lifetyle, News & Politics, Parenting & Children, Science & Technology, Special Interest, Sport, Travel, dan Women’s Lifestyle. Masing-masing kategori berisi 15-20 majalah. Sebutlah global branded magazine apa saja, nyaris semuanya sudah masuk lapak digital  ini.

Jadi, bukan tanpa alasan jika beberapa waktu yang lalu, petinggi Google meramalkan bahwa usia media cetak tinggal lima tahun lagi, bahkan tidak mustahil  bisa lebih cepat lagi.

Ada banyak alasan mengapa migrasi ke majalah digital (interaktif) sangat bermanfaat bagi penerbit maupun pembaca saat ini. Alasan utama sangat erat kaitannya dengan penurunan oplah majalah konvensional (cetak), bersamaan dengan meningkatnya popularitas membaca online melalui perangkat tablet dan smartphone.

Kini, tidak hanya di AS dan negara-negara maju, hampir semua publisher, selain masih menerbitkan majalah edisi cetak, juga membuat versi digitalnya, atau sama sekali meninggalkan edisi cetak dan benar-benar bermigrasi ke digital. Percetakan di masa depan boleh jadi akan berganti peran, hanya mencetak kemasan, misalnya, kalau pun majalah pasti sangat terbatas – misalnya majalah internal atau media untuk komunitas kecil.

Pindah ke ranah digital agaknya sudah menjadi keharusan bagi publisher kalau ingin tetap survive, karena banyak fakta menunjukkan bahwa arus perpindahan pembaca dari cetak ke mobile digital begitu derasnya. Fakta yang lain, merek-merek global sudah sadar bahwa beriklan di media digital adalah cara yang efektif untuk mengenalkan produknya.

Banyak publisher mengklaim berhasil memperoleh pendapatan, selain dari  download aplikasi dari App Store, juga dari iklan yang cukup signifikan. Techcrunch memperkirakan penghasilan iklan kumulatif digital publishing akhir 2013 ini bisa mencapai 11,4 miliar dolar AS, atau naik 19 persen dari tahun lalu.

Memang, perpindahan ke digital juga bukan perkara mudah. Bukan sekadar memindahkan produk cetak (dalam bentuk PDF), tapi publisher ditantang kreativitasnya untuk menyajikan yang terbaik bagi audiensnya. Itu pula tantangan Majalah MALE dari waktu ke waktu, demi kepuasan pembaca dan pengiklan, tentu. (Burhan Abe)


MALE Magazine 57 http://male.detik.com