Friday, December 06, 2013

Harga Pasar Residensial Mewah di Asia Pasifik Naik Terbatas Sepanjang Juli - September 2013

Indeks Residensial Asia Pasifik Kuartal 3 2013 Jones Lang LaSalle


SINGAPURA, 5 Desember 2013: Menurut Indeks Residensial terbaru Jones Lang LaSalle, pada triwulan 3 2013 terdapat kenaikan terbatas pada pasar residensial mewah di Asia Pasifik. Empat dari sembilan negara yang dipantau mengalami kenaikan capital value yang minimal pada triwulan tersebut, Hong Kong dan Singapura justru mengalami penurunan sementara sisanya tidak mengalami perubahan. Dalam basis tahunan, pertumbuhan di Beijing dan Jakarta tetap kuat, dimana kedua kota tersebut mengalami pertumbuhan dua digit; Hong Kong dan Singapura mengalami penurunan harga selama 12 bulan terakhir dan sisanya mengalami pertumbuhan yang berkisar antara 2.4-6.0 persen.

Setelah mengalami pertumbuhan yang kuat di 10 triwulan terakhir, harga di Jakarta tetap datar, memberikan ruang untuk Beijing (1.6 persen) dan Shanghai (1.5 persen) untuk memimpin kenaikan harga per triwulan di kawasan Asia Pasifik, hal ini merupakan akibat dari sedikitnya proyek baru di pasar. Aktivitas penjualan yang sehat ditambah dengan permintaan lokal yang kuat membuat Manila mengungguli rekan-rekannya di Asia Tenggara, dengan pertumbuhan triwulan sebesar 0.8% pada triwulan 3. Namun, Jakarta terus mengungguli semua pasar yang dipantau secara tahunan dengan pertumbuhan 26.2 persen diikuti oleh Beijing dengan 14.1 persen yoy. Dari Sembilan pasar yang dipantau, Singapura terlihat mengalami penurunan triwulan terbesar (-0.4 persen) dan tahunan (-2.5 persen) sebagai akibat dari pengetatan peraturan tentang kredit perbankan yang terus mempengaruhi sentimen investor. Di Hong Kong, harga perumahan mewah juga terlihat mengalami penurunan triwulan marginal sebesar 0.3 persen karena volume penjualan tetap rendah dan pembeli mengambil langkah hati-hati.

Mengomentari pasar perumahan mewah Hong Kong, Josep Tsang, Managing Director Jones Lang LaSalle di Hong Kong mengatakan:”Permintaan pembelian residensial mewah di Hong Kong masih tergolong lemah, dengan volume transaksi bulanan pada triwulan 3 jatuh ke level yang sama seperti masa krisis keuangan global. Meskipun harga pada pasar sekunder umumnya stabil, kita mulai melihat tanda-tanda adanya potongan harga pada pasar primer dan harga akan tetap berada di bawah tekanan selama triwulan terakhir tahun ini dan 2014.”

Dr Jane Murray, Head of Research, Asia Pacific, Jones Lang LaSalle mengatakan: “Meskipun terdapat kenaikan harga terbatas pada triwulan 3 di kawasan ini, kami masih melihat pertumbuhan tahunan yang moderat dan kuat di sebagian besar pasar. Untuk akhir tahun ini dan juga tahun 2014, kami memprediksi aktivitas penjualan di Greater China dan Singapura untuk tetap berada pada tingkat yang sama karena sentimen investor terus terpengaruh oleh langkah-langkah pengetatan pemerintah yang akan tetap berlaku selama 12 bulan ke depan. Sepanjang tahun depan, pasar Negara berkembang Asia Tenggara akan terus mengalami pertumbuhan harga yang moderat sementara kami memprediksi untuk melihat peningkatan terkuat di Beijing dan Shanghai sebagai akibat dari permintaan lokal yang kuat.”

About Jones Lang LaSalle
Jones Lang LaSalle (NYSE:JLL) is a professional services and investment management firm offering specialized real estate services to clients seeking increased value by owning, occupying and investing in real estate. With annual revenue of $3.9 billion, Jones Lang LaSalle operates in 70 countries from more than 1,000 locations worldwide. On behalf of its clients, the firm provides management and real estate outsourcing services to a property portfolio of 2.6 billion square feet and completed $63 billion in sales, acquisitions and finance transactions in 2012. Its investment management business, LaSalle Investment Management, has $46.7 billion of real estate assets under management.

Jones Lang LaSalle has over 50 years of experience in Asia Pacific, with over 26, 700 employees operating in 80 offices in 14 countries across the region. The firm was named ‘Best Property Consultancy’ in three Asia Pacific countries at the International Property Awards Asia Pacific 2013, and won nine Asia Pacific awards in the Euromoney Real Estate Awards 2013.