Tuesday, December 03, 2013

Kondom


KONDOM dulu digunakan untuk hubungan suami istri untuk program Keluarga Berencana (KB). Tapi kini, selain untuk mencegah kehamilan, juga untuk membentengi diri dari penyakit menular seksual. 

Gaya hidup hedonis masa kini tak lepas dari sexual lifestyle, termasuk di dalamnya perilaku seksual. Kehidupan yang memprioritaskan kesenangan dan kenikmatan semata. Fenomena sexual lifestyle seperti one night stand, living together, swing, three some, orgy, dan gang bang semakin marak terjadi, baik di kota besar maupun dusun kecil.


Dengan kehidupan seksual berisiko tinggi seperti itu, penggunaan kondom mutlak diperlukan. Yang menarik, kondom masa kini bukan sekadar pembungkus alat vital, tapi lebih dari itu sebuah prokreasi, sehingga jangan heran ada yang mempunyai rasa buah-buahan, ada yang bergerigi, bahkan konon ada konsom yang mempuyai khasiat membantu mengencangkan organ kewanitaan. 

Hanya saja, kesadaran orang Indonesia menggunakan kondom tergolong rendah. Memang, sepanjang 1996-2011 penjualan kondom di Indonesia sudah menembus 200 juta unit, tapi jika dibandingkan jumlah penduduk negara ini, jauh dari harapan. 

Kesadaran menggunakan kondom sebagai proteksi penularan penyakit masih rendah. Ini yang menjadi bom waktu! Pihak-pihak terkait perlu menciptakan generasi sadar kondom. Inilah generasi yang diharapkan dapat bertanggung jawab penuh terhadap perilaku seksual dan kesehatan reproduksi mereka. 

Untuk membangun kesadaran tersebut, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional mencanangkan Pekan Kondom Nasional (1-7 Desember 2013). Selengkapnya bisa Anda baca di Male Zone di MALE 58 http://male.detik.com. (Burhan Abe)