Thursday, January 02, 2014

Iklan Digital 2014


Tahun 2014 diramalkan sebagai tahun keemasan bisnis iklan digital. Tahun 2013 porsi iklan di media digital masih akan pada kisaran 3% dari total kue iklan nasional dengan nilai Rp3,7 triliun. Menurut Harris Thajeb, Ketua Asosiasi Biro Periklanan Indonesia, nilai belanja iklan digital tersebut tahun ini akan tumbuh dua kali lipat.

Bisnis iklan digital akan mengalami masa keemasannya pada 2014 setidaknya karena ada perhelatan besar yang akan terjadi, pemilu dan Piala Dunia. “Internet, media digital, juga media sosial, akan menjadi salah satu sarana akses berita utama masyarakat,” katanya.

Belanja iklan digital saat ini selalu berkembang setiap tahunnya, walau angkanya belum signifikan. Iklan digital termasuk jenis advertising yang dapat dilakukan dengan lebih cepat, lebih mudah, serta lebih termonitor. Hal ini membuat para pelaku bisnis -- advertiser dan biro iklan, optimistis dengan perkembangannya.

Memang ada sedikit perbedaan antara iklan internet dan iklan digital -- yang dalam hal ini lebih sepesifik, yang dimaksud adalah majalah digital dengan mobile platform, khususnya tablet, seperti MALE. Bos Google meramalkan bahwa media cetak dalam lima tahun mendatang akan menghilang dan berganti wujud menjadi digital.

Hampir semua pengamat sepakat dengan pendapat tersebut, meski dengan perkiraan waktu yang berbeda-beda. Borrell Associates, misalnya, memperkirakan media cetak dalam lima tahun ke depan belum habis masanya, tapi perolehan iklannya akan terus-menerus merosot.

Hal yang sama akan terjadi juga di Indonesia. Belanja iklan di media cetak semakin menurun, dan sebaliknya pengeluaran belanja iklan digital semakin membesar. Data menunjukkan, seperti diungkapkan eMarketer, bahwa pada 2013 pengeluaran belanja iklan digital per pengguna di Indonesia sudah mencapai $18, meningkat 4,5 kali lipat dibanding pengeluaran tahun 2010. Iklan digital tersebut termasuk iklan yang muncul pada desktop, laptop, serta perangkat model seperti ponsel dan tablet, dan mencakup semua format iklan pada berbagai platform tersebut.

Untuk tahun 2016 diperkirakan belanja iklan digital per pengguna di Indonesia akan mencapai $39 yang berarti hampir 10 kali lipat dibanding belanja serupa pada 2010. Kenaikan yang signifikan ini memberikan signal akan perkembangan dunia digital di Indonesia.

Jika Anda adalah pelaku usaha, sudah saatnya Anda berkonsentrasi pada iklan online dan digital mengingat betapa besarnya potential buyer yang dapat Anda sasar melalui platform ini. (Burhan Abe)


Sumber: MALE 62 http://male.detik.com