Monday, January 27, 2014

Magnet Sumber Daya Manusia

Gunakan keuntungan pekerjaan yang fleksibel untuk menarik dan menjaga kebetahan sumber daya manusia yang berkualitas

Dulu pekerjaan yang fleksibel merupakan keuntungan yang hanya dimiliki oleh karyawan di bagian penjualan dan beberapa manajer senior yang lebih banyak disibukkan oleh pekerjaan diluar kantor, namun teknologi yang terus berkembang dan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas kini telah merubah keadaan tersebut. Bekerja secara fleksibel, setidaknya dalam jangka waktu tertentu (beberapa jam sehari), kini menjadi hal yang esensial, terutama bagi Generasi Y dan Z yang notabene adalah generasi yang selalu terhubung dengan ponsel pintar, tablet dan layanan olahpesan cepat (instant messaging services). Menurut survey terakhir yang diadakan oleh Regus, bekerja secara fleksibel masuk sebagai salah satu penentu utama bagi seseorang untuk memilih pekerjaan baru dan menjadi faktor kunci dalam menumbuhkan loyalitas karyawan dan  membuat mereka betah pada pekerjaannya.

Mahalnya proses rekrutmen karyawan dan sulitnya mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas sudah sejak lama menjadi tantangan bagi perusahaan di seluruh dunia. Bahkan diantara tingginya persentase pengangguran  terutama di bidang perindustrian dan perekonomian. Sebanyak 24% dari perusahaan – perusahaan yang mengikuti survey Regus Business Confidence index, mengindikasikan keinginannya untuk mengurangi biaya perekrutan karyawan yang mahal itu. Salah satu cara untuk menghemat biaya perekrutan dan pelatihan adalah dengan menjaga tingkat loyalitas karyawan yang ada. Kemudian sebanyak 33% perusahaan yang mengikuti survey juga mengatakan bahwa ini akan menjadi prioritas mereka dalam 12 bulan ke depan.

Sebagai hasilnya, perusahaan -  perusahaan di dunia mulai menyadari bahwa pekerjaan yang fleksibel dapat menjadi jawaban untuk masalah rekrutmen dan menjaga kebetahan karyawan. Biaya agensi perekrutan, pelatihan untuk karyawan baru dan tunjangan lainnya adalah pengeluaran yang pasti, sedangkan dengan menawarkan pekerjaan yang fleksibel, perusahaan dapat menghemat hal – hal tersebut dan juga mengurangi ruangan kerja yang tidak digunakan. 74% dari para manajer senior dan pemilik perusahaan mengkonfirmasi bahwa pekerjaan yang fleksibel dapat menambah kebetahan karyawan. Perlu diketahui menurut 71% responden survey, di masa pertumbuhan ekonomi seperti sekarang ini dimana sumber daya manusia menjadi semakin muda dan paham teknologi, menawarkan pekerjaan yang fleksibel dapat menjadi strategi yang ampuh untuk meningkatkan loyalitas mereka. Mereka lebih memilih fleksibilitas dalam pekerjaan sebagai alasan mereka untuk tinggal di sebuah perusahaan karena keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (social life) dapat tercapai.

Selanjutnya pada survey tersebut, 72% dari senior manajer menyatakan bahwa dengan menawarkan pekerjaan yang fleksibel, ternyata menarik bagi sumber daya manusia yang berkualitas. Ditambah lagi dengan jawaban 79% dari responden yang menyatakan bahwa mereka akan mengambil pekerjaan yang serupa jika pekerjaan itu menawarkan sistem bekerja secara fleksibel, dan 58% dari mereka menjawab akan menolak tawaran pekerjaan yang tidak menawarkan hal serupa. 59% dari responden juga menjawab mereka akan tinggal di perusahaan lama jika ditawarkan untuk bekerja secara fleksibel.

Banyak yang berprasangka bahwa pekerjaan yang fleksibel, lebih banyak diimplementasikan oleh perusahaan kecil dibanding organisasi besar karena mereka lebih tidak formal dan gesit, namun menurut data marginal hal tersebut tidaklah benar. Kemungkinan anggapan tersebut hanya berdasarkan dari besarnya biaya yang disediakan untuk proses perekrutan dan tunjangan yang lebih baik, tetapi para organisasi besar inipun mempunyai spesialis atau departemen tertentu yang khusus bekerja secara fleksibel.

Kini pekerjaan yang fleksibel meningkat menjadi faktor utama untuk menjaga stabilitas karyawan dan menarik sumber daya manusia yang berkualitas. Terutama perusahaan dengan sumber daya manusia yang rata-rata mempunyai umur cenderung lebih muda, harus segera menyadari kebutuhan terhadap pekerjaan yang fleksibel ini. Bekerja secara fleksibel bukan hanya menjadi hal yang darurat, namun telah menjadi kebutuhan esensial yang seringkali dijadikan sebuah pilihan untuk menarik sumber daya manusia yang berkualitas. (Charles Rossi, Regus Indonesia Country Manager)