Tuesday, February 18, 2014

London, Pasar Perkantoran Termahal di Dunia


  • Permintaan yang kuat dan pasokan yang menurun di West End, London. mendorong harga sewa sebesar 5% 
  • London mengkonfirmasi sebagai kota termahal di dunia untuk pasar perkantoran untuk dua tahun berturut-turut 
  • Hongkong menduduki posisi kedua setelah kehilangan posisi pertamanya dari London tahun lalu 
  • Sewa ruang kantor secara global naik 3%


West End, London adalah pasar perkantoran termahal di dunia selama dua tahun berturut-turut, mempertahankan posisinya dari saingan terdekatnya, Hongkong., menurut hasil riset tahunan Cushman & Wakefield “Office Space Across the World” 

Degan permintaan yang kuat dan menurunnya pasokan akan ruang kantor berkualitas, West End, London mengalami kenaikan harga sewa sebesar 5% di tahun 2013. Selain itu, dengan harga sewa yang umumnya tidak berubah di Central Hongkong pada tahun lalu, membuat perbedaan dari biaya menempati ruang kantor di antara kedua kota tersebut semakin besar. 

“London tetap menarik untuk banyak internasional bisnis karena citra global dari kota London terus tumbuh.  Dengan lokasi ruang kantor yang berkualitas premium berada di West End dan tingkat permintaan yang stabil dari segala sektor, pertumbuhan harga sewa yang signifikan dapat diantisipasi di 2014,” kata Digby Flower, chief executive, Cushman & Wakefield, London.

Sewa ruang kantor secara global naik 3% di 2013, tiga tahun berturut-turut dengan tingkat kenaikan yang serupa.  Sementara di 3 benua secara umum mengalami kenaikan yang melambat selama setahun yang lalu, tetapi di beberapa area, seperti Africa dan Timur Tengah, mengalami kenaikan yang lebih tinggi sebesar 10% di lokasi-lokasi utama mereka.

Daerah CBD kota Moskow naik posisinya dari peringkat keenam ke peringkat ketiga, dengan harga sewa yang tetap di 12 bulan terakhir karena tingkat permintaan yang stabil. Sementara itu, pertumbuhan harga sewa umumnya hampir tidak ada di Asia Pacific dengan Beijing, Tokyo dan New Delhi stabil sepanajang tahun. Tetapi, Connaught Place di New Delhi jatuh dari posisi keempat ke posisi ke delapan yang disebabkan karena nilai mata uang US Dollar dan Euro yang terapresiasi atas mata uang rupee di 2013; hal ini mengakibatkan pergeseran atas posisi New Delhi dalam hal biaya sewa ruang kantor apabila diukur berdasarkan US Dollar ataupun Euro. 


Asia Pacific
Pertumbuhan harga sewa ruang kantor di Asia Pacific sepanjang tahun 2013 umumnya hampir tidak ada pergerakan, dengan  kenaikan secara regional hanya 2%. 

Kondisi ekonomi agak rapuh di enam bulan pertama, walaupun pertumbuhan di pasar-pasar utama seperti Cina dan Jepang meningkat dengan berjalannya tahun. Walaupun demikian, secara regional, Asia Pasifik cukup terwakili dalam peringkat pasar perkantoran termahal di dunia. Hongkong tetap menduduki posisi kedua, Beijing di posisi keempat dan Tokyo di posisi kelima. Kinerja Asia Pasifik di 2014 d antisipasi akan mirip dengan apa yang terjadi di 2013, dengan tingkat permintaan yang lambat tetapi stabil sehingga membuat harga sewa secara garis besar tidak berubah.  Pasar akan menjadi lebih kompetitif dengan insentif-insentif yang ditawarkan.  

Melihat kedepan di tahun 2014, secara regional diharapkan keadaan ekonomi akan membaik dan permintaan ruang kantor akan meluas ke negara-negara lainnya di regional. Perekonomian di Cina dan Jepang di antisipasi yang akan menentukan Asia Pasifik kedepan, dengan tingkat permintaan ruang perkantoran yang akan mencapai momentum terutama di kedua Negara tersebut.    

David Cheadle, Managing Director, Cushman & Wakefield, Indonesia mengatakan,” Di Indonesia, secara umum, permintaan ruang perkantoran di pasar CBD Jakarta diharapkan masih akan berada pada tingkatan yang cukup tinggi seiring dengan kinerja perekonomian nasional yang masih akan tumbuh sebesar 5,8% hingga 6,2% pada tahun 2014. Permintaan kumulatif perkantoran CBD diperkirakan akan tumbuh 5,5% sementara tingkat penyerapan akan mecapai 240.000 m2.”

“Meskipun terjadi pertumbuhan permintaan sebesar 38%, tingkat hunian rata-rata akan mengalami penurunan di tahun 2014 yang lebih diakibatkan oleh masuknya pasokan yang lebih besar ke pasar, namun tingkat hunian masih dalam tingkatan yang sehat yaitu sebesar 88% hingga 91%,” tambah David.

Arief Rahardjo, Senior Associate Director, Research & Advisory, Cushman & Wakefield, Indonesia mengatakan, “Harga sewa gross rata-rata CBD (khususnya di gedung perkantoran Grade B dan C) diperkirakan akan mengalami kenaikan lebih lanjut pada awal tahun 2014, oleh karena pemilik gedung semakin percaya diri untuk menaikkan harga sewa mereka seiring tingkat hunian yang cukup tinggi selama setahun ke depan.”

“Harga perkantoran strata-title diproyeksikan akan mengalami kenaikan kembali namun pada tingkatan yang lebih rendah dibandingkan dengan yang terjadi selama 3 tahun terakhir, oleh karena para pembeli (khususnya pembeli besar), akan semakin berhati-hati menghadapi situasi perkonomian nasional dan global yang akan terjadi pada tahun 2014,” lanjut Arief.