Thursday, April 17, 2014

Jakarta Kota Mahal

Jakarta Executives
Sebagai ibukota negara Indonesia, Jakarta merupakan kota metropolitan yang menjadi pusat pemerintahan sekaligus pusat perekenomian. Dengan populasi lebih dari 10 juta penduduk, Jakarta dipenuhi oleh berbagai lapisan golongan masyarakat. Kita dengan mudah menemukan gedung pencakar langit bersandar diantara pemukiman kumuh dan kompleks perumahan elite berdampingan dengan kampung-kampung padat penduduk.

Starbucks
Sebagai kota metropolitan yang dinamis, apakah Jakarta tergolong kota dengan standar hidup yang mahal dibandingkan dengan kota-kota lain?

Domy Halim selaku Country Manager Ipsos Business Consulting Indonesia menyampaikan, survei yang diadakan Ipsos Business Consulting (BC) di minggu terakhir bulan Februari 2014 menyimpulkan bahwa secara umum Jakarta tergolong kota dengan standar hidup yang mahal, bahkan cenderung lebih mahal dari Bangkok, Hong Kong dan New York, berbanding relatif dengan gaji rata-rata masyarakat Indonesia.

Survei Ipsos BC mendapati bahwa harga secangkir Hot Cappucino Grande Starbucks di Jakarta adalah USD 2,88 (Rp 34.000), lebih murah hampir separuhnya dari harga di HongKong (USD 4,38). Akan tetapi, secangkir kopi di Jakarta menghabiskan 1,12% gaji rata-rata penduduk Indonesia sedangkan di Hong Kong hanya menghabiskan 0,28% dari gaji rata-rata mereka (gaji rata-rata masyarakat Indonesia: USD 258 sedangkan gaji rata-rata masyarakat Hong Kong: USD 1.545). Dengan demikian, setelah memperhitungkan faktor gaji, harga secangkir kopi di Jakarta relatif lebih mahal 75% dari pada harga secangkir kopi di Hong Kong. Dengan pendekatan yang sama, ketika dibandingkan dengan ibukota negara tetangga yakni Bangkok, harga kopi di Jakarta lebih mahal 35% (gaji rata-rata masyarakat Thailand: USD 489).

Cinema Ticket
Begitu pula dengan harga tiket bioskop standar pada malam Minggu di Jakarta berkisar USD 4,24 (Rp 50.000) sedangkan di New York harganya bisa mencapai USD 14,50. Namun posisi ini akan berbalik ketika mempertimbangkan faktor gaji rata-rata kota yang bersangkutan di mana gaji rata-rata masyarakat AS adalah USD 3.263. Menonton bioskop di New York akan tampak 73% lebih murah daripada menonton bioskop di Jakarta.

Lain halnya dengan fasilitas internet broadband. Harga fasilitas ini di Jakarta jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga di kota-kota lain. Paket internet broadband terbaik di Jakarta memiliki kapasitas kecepatan download 100 Mbps dengan harga USD 252,46 (Rp 2.979.000) sedangkan di Hong Kong dengan kemampuan 10 kali lipat lebih cepat (1.000 Mbps), harganya tiga kali lipat lebih murah USD 77,06.

Standar hidup yang mahal di Jakarta bukan hanya terlihat dari produk-produk yang disebutkan di atas. Untuk mengkonsumsi produk-produk lain seperti harga 1 malam menginap di hotel Four Seasons, ayam goreng KFC, kemeja Zara Women, smart phone Samsung S4 atau harga 1 tahun gym membership, penghasilan masyarakat Jakarta relatif lebih kecil dibandingkan dengan penduduk di kota-kota besar di negara lain (Hong Kong, New York, London atau Sydney).

Celebrity Fitness
“Namun perlu diingat bahwa produk-produk di atas pada umumnya dikonsumsi oleh masyarakat golongan menengah ke atas. Faktor tingkat sosial seseorang akan mempengaruhi persepsi tingkat mahal atau murahnya suatu produk,” jelas Domy Halim.


Zara
Metodologi Survei
Survei yang diadakan Ipsos Business Consulting 21 Februari 2014 bertujuan untuk melihat standar hidup masyarakat Jakarta dibandingkan dengan kota-kota besar lain dari beragam benua seperti kota Hong Kong, New York, London, Bangkok, Shanghai, Mumbai, Tokyo, Paris, dan Sydney. Metode yang digunakan untuk perbandingan standar hidup masyarakat kota Jakarta dengan kota-kota lain tersebut adalah dengan membandingkan harga dari produk-produk konsumtif yang cenderung menjadi kebutuhan dan keinginan masyarakat masa kini.

Produk-produk tersebut mulai dari harga secangkir kopi, tiket bioskop, ponsel, ayam KFC, baju Zara, gym membership, penginapan di hotel sampai harga berlangganan internet. Agar mendapatkan hasil perbandingan yang akurat maka Ipsos melakukan perbandingan harga dari setiap kota pada tanggal yang sama (21 Februari 2014) dan memberikan spesikasi yang jelas untuk setiap produk-produk tersebut.

Untuk harga kopi, Ipsos mengacu pada harga Hot Cappucino Grande Starbucks. Harga tiket bioskop didapati dari pemain utama jaringan bioskop di setiap kota dengan spefikasi produk yakni harga normal satu tiket bioskop reguler pada hari Sabtu malam. Dari sisi makanan yang dikonsumsi, mengacu pada harga dua potong dada ayam dari restoran cepat saji international, yaitu KFC. Harga tersebut tidak termasuk biaya tambahan apapun seperti biaya minuman dan biaya antar. Untuk harga ponsel, menunjuk pada harga tunggal Samsung Galaxy S4 (tidak termasuk biaya-biaya lain seperti biaya kontrak/dll.). Dari segi pakaian, survei ini mengacu pada harga kemeja putih tangan panjang wanita dari Zara (nama produk: long sleeve shirt). Kemudian, survei ini melihat harga 1 tahun gym membership dari fitness club ternama di setiap kota di mana harga keanggotaan tersebut merupakan harga program yang terlengkap; termasuk personal trainer dan berhak menggunakan semua fasilitas yang tersedia.

Studio 21
Untuk harga penginapan hotel, survei ini mengacu pada harga hotel berbintang yakni hotel Four Seasons. Harga tersebut merupakan harga kamar double-bed termasuk makan pagi. Produk yang terakhir adalah paket langganan internet terbaik untuk 1 bulan dari perusahaan penyedia internet ternama di setiap kota. Harga dari produk tersebut hanya untuk paket internet (tidak terikat dengan paket lain seperti paket untuk televisi, telepon, dll.) dan tidak termasuk biaya set up.

Setelah mengkonsolidasikan harga setiap kota dari produk-produk tersebut, dikonversikan harga produk-produk tersebut ke satu nilai mata uang Amerika (USD) mengacu pada nilai tukar mata uang dari FX-rate pada tanggal survei. Kemudian, gaji rata-rata dari setiap negara di kota-kota metropolitan yang bersangkutan diperbandingkan langsung dengan harga dari produk-produk tersebut.

Domy Halim
Ipsos Business Consulting
Pada tahun 1994, Ipsos Business Consulting mendirikan kantor pertama di Hong Kong. Proyek pertama yang berhasil dieksekusi merupakan proyek di Indonesia pada tahun 1995. Ipsos Business Consulting adalah perusahaan Asia yang terpadu. Tahun 2014 ini, perusahaan ini akan merayakan ulang tahunnya yang ke 20 di Asia Pasifik sebagai perusahaan marketing inteligent yang terkemuka.

Didirikan di Perancis pada tahun 1975, Ipsos adalah satu-satunya perusahaan riset pasar independen yang dikendalikan dan dikelola oleh para peneliti profesional. Dengan akuisisi yang dilakukan dengan Synovate Oktober 2011, Ipsos terbentuk menjadi perusahaan riset pasar ketiga terbesar di dunia.

Dengan keberadaan Ipsos yang tersebar di 84 negara, Ipsos memiliki sumber daya untuk melakukan pemasaran intelijen dan riset pasar di manapun bisnis klien mereka di dunia. Tim ahli Ipsos memberikan klien solusi bisnis (kualitatif, peramalan, pemodelan , pengetahuan pasar, dan wawasan konsumen) dengan nilai tambah yang tinggi karena Ipsos tidak hanya menjangkau pasar lokal tetapi juga bekerja dalam skala pasar global.