Monday, May 26, 2014

Populasi Gadget dan Iklan Digital

MALE Magazine 83
Tren digitalisasi bukan untuk dihindari, tapi harus diterima sebagai sebagai sebuah keniscayaan – kecuali Anda merasa nyaman hidup di “zaman batu”. Penetrasi perangkat-perangkat canggih juga makin tidak terbendung dalam kehidupan sehari-hari. Sebutlah ponsel, smartphone, tablet, phablet, dan kelak si pendatang baru  “kacamata pintar”.

Jangan salah, masyarakat Indonesia ternyata termasuk pasar yang atraktif bagi gadget-gadget masa kini tersebut. Ada yang memperkirkan, jumlah pemilik ponsel di Indonesia sudah menembus 200 juta – lebih tinggi dibandingkan populasi televisi dan radio. Sementara, penetrasi internet di Indonesia sekitar 40 persen.

Sebuah penelitian yang lebih komprehensif mengungkapkan bahwa kebanyakan orang Indonesia memiliki perilaku konsumtif dalam pembelian smartphone dan tablet. Menurut perkiraan Cisco Visual Networking Index (VNI) Forecast, akan ada 370 juta pembelian ponsel atau tablet yang dilakukan oleh warga Indonesia pada 2017 mendatang.

Penelitian itu mencatat bahwa pada 2011 tercatat sekitar 250 juta pembelian berbagai ponsel dan komputer tablet di Indonesia. Hanya dalam satu tahun, jumlah tersebut meningkat 50 juta menjadi 300 juta pengguna ponsel dan tablet — dan diperkirakan akan menembus angka 370 juta pada 2017.

Dirk Wolter, Director for Mobility Architecture for Asia Pacific, Japan, and Greater China, mengatakan peningkatan jumlah tersebut karenakan perilaku konsumtif warga Indonesia disertai gaya hidup yang berubah mengikuti perkembangan teknologi. "Seperti dapat kita lihat, satu orang di Indonesia sekarang bisa memiliki empat ponsel," tutur Wolter, seperti dikutip Okezone.

Ya, perilaku konsumtif membuat pertumbuhan pasar gadget di Indonesia melonjak karena hadirnya ponsel-ponsel atau tablet dengan harga miring, pasar gadget second pun berkembang. Meski ponsel-ponsel anyar ramai berdatangan, tapi pembelian ponsel dari tangan kedua pun marak karena harganya yang lebih murah. Di Indonesia hal ity sudah biasa, “Sementara di negara maju sebutlah AS dan Eropa, orang-orang tak ada yang membeli ponsel atau tablet bekas. Mereka semua membeli barang yang baru," jelas Wolter.

Besarnya populasi gadget di Indonesia ini tentunya juga diikuti oleh gaya hidup seseorang yang selalu membutuhkan internet dalam aktivitasnya. Kebutuhan akan koneksi internet ini makin tinggi dari waktu ke waktu, sebab tidak hanya bisnis, internet juga dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Selain digunakan untuk melakukan aktivitas pekerjaan dan bisnis, penggunaan internet data yang melonjak tersebut juga didominasi oleh aktivitas masyarakat dalam bersosial media.

Cisco mencatat bahwa keuntungan paling banyak di dunia telekomunikasi bersumber dari data internet, diikuti oleh layanan SMS, serta layanan telepon. Pada 2011 tercatat keuntungan terbesar di dunia telekomunikasi Indonesia bersumber dari data internet, yakni 11 miliar dolar AS. Berikutnya adalah SMS sebesar 9 miliar dolar AS, dan layanan telepon sebesar 6 miliar dolar AS.

VNI Forecast memprediksi angka tersebut akan terus meningkat, dan pada  2017 data internet akan mencapai 15 miliar dolar AS, SMS 12 miliar dolar AS, dan layanan suara 8 miliar dolar AS.

Ketika populasi gadget semakin tinggi, dan penggunaan internet menjadi kebutuhan yang terus meningkat, maka periklanan digital pun adalah sebuah keniscayaan pula. Beriklan secara digital sekarang ini menjadi pilihan bukan hanya oleh perusahaan besar, tetapi juga usaha kecil dan menengah. “Dulu orang melihat digital itu sebagai komunikasi. Sekarang sebagai sarana untuk berkomunikasi, untuk berjualan,” ucap Danny Wirianto, CEO Merah Cipta Media.

Hanya saja, sekalipun kebutuhan beriklan digital semakin membesar, masih ada beberapa catatan. Pertama, pengetahuan terhadap iklan digital masih rendah. Kedua, kesadaran akan ranah digital sebagai medium komunikasi dan keperluan bisnis belum ada. “Anak daerah, kayak di Bali atau Yogyakarta, misalnya, pintar dalam hal tekno, tapi secara marketing belum comply,” kata Ketua Pengembangan Digital Advertising di Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia. (Burhan Abe)

Sumber: MALE 83 http://male.detik.com

Saturday, May 24, 2014

W Hotels 7 Burn DJ Lab Artists Drop Debut EP During World’s Top Electronic Dance Music Summit in Ibiza

Available Now for Download Exclusively on Beatport, W’s First-Ever EP Introduces Six International Rising DJ/Producers to Music Lovers around the World


From the seventh annual International Music Summit (IMS) Ibiza, W Hotels Worldwide, and burn®, The Coca-Cola Company’s globally leading energy drink, today announced the launch of their joint label’s first-ever music release. The debut EP showcases original work from the six emerging DJ/Producers who were selected to participate in last year’s W Hotels & burn DJ Lab program. Launching today, music fans around the world can download the DJ Lab EP exclusively on Beatport.

“W Hotels has long had a passion for supporting emerging music talent, and for the first time ever, music lovers around the world can experience the newest cutting-edge sounds emerging from the DJ Lab,” said Paul James, Global Brand Leader, W Hotels, St. Regis and The Luxury Collection. “From the beaches of Koh Samui, where this year’s Lab took place, to the sound systems and personal devices of our guests and loyalists, W, together with burn and the program’s premier music mentors, is able to further showcase these rising DJs to a truly global audience.”

DROP THE BEAT: OFFICIAL DJ LAB EP HITS BEATPORT
This year’s class of international rising DJ/Producers worked closely with W Hotels & burn DJ Lab industry mentors including Michaelangelo L’Acqua, W Hotels Global Music Director; Paul Oakenfold, original pioneer of DJ culture and world-renowned record producer/DJ; DJ White Shadow, two-time Grammy nominated producer, composer and instrumentalist for Lady Gaga; James Lavelle, A&R label boss, recording artist and DJ; and Andy Caldwell, two-time Grammy nominated DJ producer, to create original tracks for the official DJ Lab EP, developed in collaboration with Popshop Agency. The tracks include:
  • See Me Through by Parvenu (Damian Boylan &Jonathan Daltrey), Hong Kong – Co-produced by Parvenu and DJ White Shadow; vocals by Vula Malinga.
  • Just In by Share (Adam Share), Los Angeles, United States—produced by Share.
  • That’s the One by Sezer Uysal, Turkey—produced by Sezer Uysal.
  • Fix Me by T.A.T. (Tatiana de Leon), Mexico – produced by T.A.T and James Lavelle; vocals by T.A.T.
  • Teacher by Vonda7 (Sylwia Kubicka), Germany – produced by Vonda7; Co-produced by Andy Caldwell.
  • Realm of Senses by Wendy Bailey (Wendy Bailey), Republic of Korea – produced by Wendy Bailey; mixed and mastered by Ritche Tune.


LIVE IN IBIZA: DJ/PRODUCERS SPIN INTO THE WORLD’S LEADING ELECTRONIC DANCE MUSIC SUMMIT
With all six W Hotels & burn DJ Lab DJ/Producers at The Ibiza International Music Summit (IMS), W celebrates its fifth year of partnership with the three-day dance music conference presented by dance music legend Pete Tong.

To kick off the multi-day EP launch, W Hotels & burn DJ Lab DJ T.A.T. will spin at Dalt Villa, one of the world’s leading dance music venues, on Thursday, May 22. Other artists hitting the island decks include Steve Angello, Pretty Lights, Pete Tong, Annie Mac, and more.  On Friday, May 22, Michaelangelo L’Acqua and program mentor DJ White Shadow will join a panel to discuss the importance of mentorship and education for rising music talent. Immediately following, all conference attendees and performers will be invited to the exclusive annual IMS Ibiza closing party and official DJ Lab EP release, where all six DJ Lab DJ/Producers will debut their tracks.

“What burn and W Hotels do to support rising talent performers is a wonderful thing,” said DJ White Shadow. “I had a great experience sharing my knowledge and understanding of this community with the DJs in Koh Samui and am excited to see how much they’ve grown since we left them in September. I have no doubt the EP will be a monumental step in further enhancing their careers.”

To download the W Hotels & burn DJ Lab EP, please visit Beatport and check out whotels.tumblr.com, www.whotels.com/music and the W Hotels iPhone app for more DJ Lab scoop. Follow @WHotels and @burn on Twitter and Instagram using #WMUSIC.

Sajian Penggugah Selera ala Hall of Fame Café


Hall of Fame Café yang berada di Famehotel Gading Serpong mengeluarkan dua menu promo andalan dengan cita rasa yang menggugah selera. Selama bulan Mei hingga Juni, sajian dengan cita rasa pedas dipilih oleh Heru Setiawan selaku Head Chef di Famehotel Gading Serpong. Cabai sebagai bahan baku utama,  karena dinilai dapat meningkatkan nafsu makan, dan juga banyak mengandung vitamin A dan vitamin C.

Dua menu yang dijagokan adalah Hot & Spicy Oxtail dan Ribs on Fire. Hasil inovasi dari sop buntut, chef Heru mengkreasikan idenya melalui Hot & Spicy Oxtail. Tersedia dalam dua pilihan penyajian yaitu gulai atau bakar, para tamu juga dapat memilih tingkat kepedasan sesuai selera. Level standar dengan 15 cabai, level sedang 20 cabai, dan level super 25 cabai yang semuanya menggunakan cabai rawit merah. “Menggunakan metode tradisional, yaitu ulek untuk menjaga agar rasa, aroma, dan tekstur bumbu tidak berubah,” jelas Herunya. Hot & Spicy Oxtail ditawarkan dengan harga Rp 65.000 nett, sudah termasuk nasi dan pilihan minuman.

Sajian dengan bahan baku iga banyak dinikmati oleh pecinta kuliner. Hal inilah yang menarik pria berusia 36 tahun ini untuk menciptakan Ribs on Fire. Iga yang dipilih adalah back ribs, dengan pilihan balado atau barbecue sauce. “Cooking method untuk Ribs on Fire agak berbeda dengan cara marinated, yaitu herbs dan merpoa didiamkan hingga meresap dalam ribs-nya untuk kemudian baru dimasukan dalam oven,” ucap chef Heru. Cukup merogoh kocek sebesar Rp 75.000 nett untuk menikmati menu andalan ini. Daging iga tebal dengan pendamping sayur yang di-sauted dengan butter dipercaya menjadi favorit para tamu dan pecinta kuliner Nusantara.

Sebagai hotel bintang dua, Famehotel tidak mau kalah dengan hotel-hotel lainnya. Hall of Fame Café sebagai restoran di Famehotel menghidangkan Indonesian - Asian cuisine. Restoran nyaman dengan cita rasa nusantara siap menyambut Anda, para Fame-ous Guest dengan pelayanan prima dan keramahan khas Indonesia. Informasi mengenai promo lainnya, silahkan menghubungi 021-2930 3333.


Tentang Famehotel Gading Serpong
Famehotel Gading Serpong adalah “The First Smart Hotel in Tangerang “ yang dibangun di jantung CBD (Central Business District) Serpong untuk melayani kebutuhan pasar lokal di bidang konferensi dan perjalanan bisnis. Hotel yang memiliki 144 kamar dengan konsep modern dan minimalis, 7 fasilitas ruang pertemuan yang variatif, dan Hall of Fame Café mulai beroperasi sejak 4 Januari 2013.

Dengan perpaduan desain minimalis, modern dan seksi dengan sentuhan warna ungu dan putih. Lokasi yang strategis hanya 25 menit dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, serta berada tepat disamping super market, rumah sakit, hingga komplek hiburan dan pusat perbelanjaan (mal) Serpong, Famehotel Gading Serpong dapat memenuhi kebutuhan para business traveler.

Tentang Parador Hotels & Resorts
Diluncurkan pada Januari 2013, Parador Hotels & Resorts telah berkembang dan dengan cepat dikenal dalam industri perhotelan. Mendedikasikan diri untuk menjadi tim manajemen perhotelan paling inspiratif yang memiliki tujuan mengelola 99 hotel, resor dan residences pada tahun 2024. Dari layanan dan kenyamanan terpilih, Parador memiliki lima brand untuk dikelola; Grand Atria, Atria, Ara Hotels, Famehotels, dan Starlet Hotels yang mana dari seluruh properti ini merupakan perpaduan dari keramahan dan profesionalitas Asia.

Let’s Be Smart: Don’t Drink and Drive


Pernod Ricard Indonesia kembali menggelar kampanye “Responsib’All Day, Let’s Be Smart: Don’t Drink and Drive”. Ini adalah tahun ketiga program Corporate Social Responsibility (CSR) Pernod Ricard Indonesia sebagai bagian dari tanggung jawab kepada masyarakat. Ingin terus menggemakan pesan untuk pelanggannya agar tetap aman saat dan setelah menikmati minuman beralkohol, Pernod Ricard Indonesia mengajak rekan media untuk berbagi pesan ini kepada masyarakat.

“Kami ingin menjadi penyedia produk beralkohol yang bertanggung jawab. Kami ingin menunjukkan kepedulian kepada masyarakat lewat penyampaian informasi terkait langkah-langkah aman seputar mengkonsumsi produk beralkohol. Salah satu informasi terkait minuman beralkohol yang ingin terus kami gaungkan adalah don’t drink and drive,” kata General Manager Pernod Ricard Indonesia Edhi Sumadi saat konferensi pers kampanye “Responsib’All Day, Let’s Be Smart: Don’t Drink and Drive” di Pacific Place, Jakarta, Kamis (22/5).


Kampanye ini berupa penyebaran informasi (edukasi) dan peningkatan awareness masyarakat terhadap konsumsi alkohol yang bertanggung jawab. Aksi ini dilakukan serentak di dunia dengan afiliasi-afiliasi Pernod Ricard di dunia. Di Indonesia, telah dilakukan tiga kali oleh Pernod Ricard Indonesia. Pada tahun 2011, tema yang diusung adalah “Don’t Drink and Drive”. Pada tahun 2012, tema yang diangkat adalah tentang risiko mengkonsumsi alkohol bagi orang yang berusia di bawah 21 tahun. Tahun 2013 dan 2014, tema yang diangkat kembali adalah “Don’t Drink and Drive” sebagai penekanan dan pendalaman kepada masyarakat tentang hal ini.

“Pernod Ricard Indonesia sangat mengutamakan konsumsi produk beralkohol secara bertanggung jawab (responsible drinking) untuk semua pihak –bagi konsumen, penyuplai, juga venue yang menjual minuman beralkohol– untuk menghindari hal-hal negatif yang dapat timbul, terutama menyangkut mengemudi kendaraan di bawah pengaruh alkohol.  Kami percaya, di masa datang, tingkat kesadaran dari masyarakat di Indonesia akan lebih baik mengenai hal ini,” imbuh Edhi.


Dalam menyampaikan pesan ini, Pernod Ricard Indonesia menggelar beberapa program, yakni:

1) Edukasi internal
Pernod Ricard secara global memiliki lebih 19.000 karyawan. Keseluruhan karyawan ini berkomitmen untuk menjadi duta kampanye “Responsib’All Day, Let’s Be Smart: Don’t Drink and Drive”. Karena, semua masyarakat memiliki tanggung jawab untuk saling mengingatkan agar semua risiko terkait alkohol dan mengemudi bisa dihindari.

Terkait hal ini, akan dilakukan edukasi kepada staf Pernod Ricard Indonesia. “Walaupun edukasi internal ini dilakukan juga secara regular dan ada code of conduct yang berlaku bagi kami untuk terus menerapkan responsible drinking, namun kami tetap akan mengedukasi staf kami,” jelas Edhi. 

2) Edukasi eksternal
Program ini digelar untuk mengingatkan dan memberi tahu masyarakat tentang risiko yang bisa dihindari dari pengaruh alkohol terkait mengendarai kendaraan.

Orchestra Mob
Pertama di Indonesia, untuk menarik perhatian masyarakat dan pengunjung Pacific Place Jakarta, pada hari Kamis (22/5) siang di area Atrium, digelar Orchestra Mob yang atraktif. Ini merupakan acara kejutan yang melibatkan 20 orang pemain musik, 10 penyanyi, dan  20 penari. Pada aktivitas kejutan ini, akan dibagikan pula flyer terkait “Don’t Drink and Drive” kepada pengunjung. Para peserta dan pegawai Pernod Ricard Indonesia juga terlibat dalalm acara ini sambil mengenakan atribut kampanye, membawa giant banner dan campaign board.

Talkshow
Untuk menggaungkan pesan lebih kencang sekaligus pemahaman lebih mendalam, akan digelar talkshow terkait acara ini dengan mengundang media serta tamu-tamu khusus.

Dihelat di Papillion Duo, Pacific Place Jakarta, di hari yang sama, acara ini menampilkan pembicara-pembicara kunci, yakni: Psikolog Tika Bisono; Chief Editor Auto Car Magazine Octo Budiharto; dan Miss Indonesia 2014 Maria Rahajeng. Para pembicara akan menyampaikan pandangan dan pesannya terkait konsumsi alkohol dengan bijak dan efeknya bila mengkonsumsi berlebihan secara tidak bertanggung jawab.

Booth khusus
Sebagai tindakan konkret dan lebih mendekat kepada konsumen produk beralkohol, Pernod Ricard Indonesia akan menyiapkan booth khusus di acara-acara tertentu. Booth ini bertujuan mengajak konsumen untuk lebih memahami dan melakukan tindakan pencegahan terkait program bijak mengkonsumsi alkohol. Booth khusus tersebut akan menjelaskan tentang:

Designated Driver
Di tempat yang menyajikan produk beralkohol, bila ada pengunjung yang datang bersama teman atau berkelompok, akan diminta menunjuk salah satu anggotanya sebagai designated driver, yaitu orang yang ditunjuk untuk mengendarai kendaraan mereka sepulang dari klub.

Orang yang ditunjuk diharapkan tidak mengkonsumsi alkohol selama di klub, dan berperan sebagai orang yang mengantar teman atau keluarga ke rumah dengan selamat. Sang designated driver akan diberikan gelang khusus sebagai penanda. Sebelum pulang, ia akan diminta mengukur kadar alkoholnya lewat alat breathalyzer untuk memastikan aman menjadi pengendara.

Breathalyzer
Pada booth khusus ini, Pernod Ricard Indonesia akan menyediakan alat khusus bernama breathalyzer. Alat ini berfungsi mengukur kadar alkohol dalam darah yang dites melalui nafas. Petugas khusus dari Pernod Ricard Indonesia memberikan penjelasan mengenai cara kerja alat dan hasil tes, dan akan memberikan edukasi khususnya pada pengunjung dengan kadar alkohol darah melebihi standar mengendarai mobil.

Private Valet Service
Layanan khusus lain yang ditawarkan adalah Private Valet Service, yang diharapkan bisa meminimalisasi dampak negatif dari mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Layanan ini khusus untuk pengunjung dengan kadar alkohol dalam darah lebih dari 0,5 gram per liter dan mengendarai kendaraan sendiri. Pengunjung dengan kondisi tersebut akan ditawarkan untuk diantarkan ke tempat tujuan yang diinginkan oleh sopir yang disediakan Pernod Ricard Indonesia, dengan menggunakan mobil pengunjung tersebut sendiri. Ini untuk memastikan pengunjung tiba di tempat tujuan dengan selamat dan aman.

Let’s be responsible. Let’s be smart: don’t drink and drive.

Jakarta Has the Highest Office Rental Growth in Asia Pacific

  • Jakarta, Manila Shenzhen see highest rental growth in Asia: Cushman & Wakefield
  • Singapore & Tokyo top the chart for Highest rental growth In the Core markets: Cushman & Wakefield


Photo: Reuters

Cushman & Wakefield, the world’s largest privately-held commercial real estate services firm, in its latest Asia Office Q1 2014 report, highlighted that the emerging cities continued to dominate the rental growth in the region with Jakarta (Indonesia) witnessing the highest office rental growth (yoy) among 33 cities in Asia, followed by Manila (Philippines) at 2nd position and Shenzhen (China) at 3rd and Pune (India) at 4th position.

In the Core markets, Singapore (5th) and Tokyo(7th) stood out with positive leasing activity driven by improving business sentiment. While emerging markets with strong domestic economies continued to lead the region in terms of rental growth, a constricted supply pipeline in the core markets such as Tokyo and Singapore were conducive to rental growth. However, for the majority of the region, rental growth remains muted with flat or decreasing rents.

Sigrid Zialcita, Managing Director of Research for Asia Pacific said, “Office market conditions showed a mixed performance in the region. Rental growth was slightly up across Asia Pacific over the year, with an overall regional rental rise of just 2.8% in Q1 2014.

The recovery in the U.S. and Eurozone, reforms and election in some of the countries would provide a boost to overall sentiment and bode well for office market conditions in Asia.  We expect the regional economy to grow at a decent pace, and in turn, support absorption gains across most markets through the rest of 2014.”

Sigrid further added, “Limited availability of Grade A space should enhance landlord leverage and sustain rent increases in some of the core markets this year; However, mounting supply in the emerging markets of Delhi NCR, Kuala Lumpur and Ho Chi Minh City means that these cities will continue to remain favourable to occupiers.”


Jakarta ranked at 1st position to witness highest rental growth in the region
Jakarta witnessed a rental growth of over 27% the highest in the region as the market continues to see the expansion of companies as vacancies tightened to 6.6%. With no new supply delivering in Q1 2014, along with with a number of withdrawals due to redevelopment, occupancies in the capital's office have continued to witness upward pressures. Leasing enquiries and transaction activities were mostly for spaces under 300 sq due to limited availabilities.

Arief Rahardjo, Senior Associate Director, Research & Advisory, Cushman & Wakefield, Indonesia, said, “While this year’s general elections has created a “wait-and-see attitude” in the market, demand is likely to see positive growth, in line with the projected positive performance of the economy in 2014 and an overall business climate that is expected to improve, especially after the presidential election.

Cushman & Wakefield is the worlds largest privatelyheld commercial real estate services firm. The company advises and represents clients on all aspects of property occupancy and investment, and has established a preeminent position in the worlds major markets, as evidenced by its frequent involvement in many of the most significant property leases, sales and management assignments. Founded in 1917, it has approximately 250 offices in 60 countries, employing more than 16,000 professionals. It offers a complete range of services for all property types, including leasing, sales and acquisitions, equity, debt and structured finance, corporate finance and investment banking, corporate services, property management, facilities management, project management, consulting and appraisal. The firm has nearly $4 billion in assets under management globally. A recognized leader in local and global real estate research, the firm publishes its market information and studies online at www.cushmanwakefield.com/knowledge.

Monday, May 19, 2014

Iklan Digital Lebih Seksi


KEBERADAAN media digital merupakan bagian dari perkembangan media massa. Dulu, media cetak hanya bersaing dengan sesama media cetak, yakni koran dan majalah, ditambah radio dan televisi. Tapi kini, media konvensional tersebut harus menghadapi revolusi media, yakni media digital.

Tapi yang jelas, media digital, atau lebih luas online, adalah peluang bukan ancaman, kendati uang yang masuk ke new media itu di Indonesia relatif kecil. Juga, kue iklan untuk media digital di Indonesia yang pada tahun 2013 mencapai Rp 1,5 triliun, misalnya, 70 persen mengalir ke perusahaan media digital asing, seperti Google, Yahoo, Facebook, Tweeter, dan Facebook.

Artinya, demikian Direktur Pengembangan Bisnis Kelompok Kompas Gramedia, Edi Taslim, hanya tersisa sekitar Rp 400-500 miliar yang diperebutkan oleh 25 lebih media digital Indonesia.

Sungguh, kondisi yang masih memprihatinkan, apalagi melihat jumlah pengguna internet di Indonesia yang sudah mencapai 70 juta, yang sungguh luar biasa. Lalu,  mengapa iklannya masih relatif kecil?

Berikut analisis Handi Irawan D, CEO Frontier Consulting Group. Pertama, pengetahuan para pelaku bisnis dan pemilik merek di Indonesia relatif minim dalam hal teknologi digital. Akibatnya, mereka masih kurang yakin terhadap efektivitas dari media digital. Proses pengukuran efektivitas dari media digital ini masih sangat minim, dan mungkin hanya beberapa puluh perusahaan di Indonesia saja yang melakukannya.

Kedua, kisah sukses dari merek-merek atau perusahaan di Indonesia yang berhasil meningkatkan penjualan atau meningkatkan ekuitas merek dengan hanya mengandalkan media digital masih minim. Yang sering menjadi contoh, biasanya hanya perusahaan dengan skala kecil dan umumnya banyak yang menggunakan media sosial.

Ketiga, tentu saja adalah dari medianya sendiri. Iklan internet di Indonesia yang terbanyak adalah dalam bentuk iklan banner dan display – di luar kedua jenis iklan itu nyaris nol.

Iklan Interaktif di MALE
Keempat, karakter pengguna internet di Indonesia masih dominan dalam hal media sosial. Selain itu, pengguna internet di Indonesia didominasi oleh mereka yang berusia muda. Dalam hal ini, banyak perusahaan atau pemilik merek merasa bahwa iklan di media digital tidak mampu menjangkau sebagian besar dari target mereka.

Walaupun demikian, semuanya ini tinggal menunggu waktu. Pandangan pesimis menganggap kondisi ini sangat mencemaskan, tapi padangan optimis ini justru merupakan tantangan bagi perusahaan penerbitan di Indonesia. Perusahaan-perusahaan penerbitan digital itu dituntut untuk lebih kreatif, dengan produk-produk yang kreatif pula, supaya bisa menarik pengiklan.

Media digital interaktif merupakan sebuah produk teknologi informasi terbaru yang trendi saat ini. Kehadiran model bacaan baru dalam formal digital ini tentu sangat berpengaruh kepada cara masyarakat mengomsumsi media.

Dulu, tak terbayangkan kita dapat membaca majalah berformat digital, yang bukan hanya dalam bentuk Web atau file PDF, Word, Photoshop atau sejenisnya, melainkan dalam berbagai format sesuai dengan keinginan. Majalah digital berformat folio, misalnya, mempunyai konten yang sama, desain grafis yang sama, serta tampilan yang sama, dengan majalah cetak, bahkan lebih dari itu; interaktif dan ada videonya.


Selain memberi pengalaman membaca yang baru, lebih fleksibel, interaktif dan menyenangkan, juga memungkinkan Anda menyimpan puluhan majalah tanpa harus menenteng tumpukan kertas yang sangat tebal seperti di masa lalu, hanya dalam sebuah tablet.

Hal inilah yang membuat orang seperti Chris Antonius, CEO sebuah perusahaan, merasa optimistis. Iklan di media digital peluangnya besar, juga lebih seksi. Selain bisa menyasar target yang lebih luas, hasil dari pemasangan iklan pun bisa terlihat lebih jelas.

Menurut Chris,  iklan di media tradisional dianggap tidak lagi begitu efektif untuk menggaet konsumen, berbeda dengan iklan digital yang memanfaatkan akses internet di komputer dan perangkat mobile, sepert tablet dan smartphone. “Kebiasaan orang-orang sekarang yang kerap menggunakan waktu luang mereka di komputer dan perangkat mobile, adalah peluang manis bagi pengiklan,” tukasnya.

Menurutnya, hasil dari iklan pun akan terlihat lebih jelas. Yang menarik, iklan digital bisa dilacak dan dilaporkan dengan jelas. Pengiklan bisa mengetahui  dengan tepat berapa banyak orang yang mengklik iklan atau melihat produk yang diiklankan tersebut – yang tidak didapatkan di media tradisional. (Burhan Abe)

Sumber: MALE 82 http://male.detik.com

Sunday, May 18, 2014

Starwood Hotels & Resorts in Asia Pacific Welcomes New ‘Wines of the World’

To Celebrate the Launch, Guests Enjoy 25% Off on A Flight of Three Wines at over 300 Restaurants & Bars across Asia Pacific


Starwood Hotels & Resorts in Asia Pacific is celebrating a milestone expansion of its popular ‘Wines of the World’ program. Originally launched in 1999, the sixth edition of ‘Wines of the World’ program will now feature over 250 wines from 30 quality wineries in 11 countries across five continents.

A worldwide wine expedition took place to source the best choice in wine for discerning wine-lovers. Wines available by bottle, glass or tasting menu represent leading regions such as Argentina, France, New Zealand, South Africa, Spain and China. And new to the list are wineries from Australia, Chile and India; with additional wineries from France and Spain joining the expanded 2014 selections.

Latest additions to the menu include Wynns of Australia, with wines that are universally acclaimed for their consistent quality and depth of flavour hosted from terra rosa soil. The menu expands to include wines by Torres - one of the most recognizable names in Spanish wine. Also included is the Luis Felipe Edwards winery in Chile which remains a family run operation and winner of Chile’s ‘Producer of the Year’ by the AWC Vienna International Wine Challenge.

Martin Jones, Vice President, Food & Beverage, Asia Pacific, Starwood Hotels & Resorts said, “Wines of the World program is established with one goal in mind - to become a destination for a great wine experience, no matter where travel takes you. For 15 years, we have established a strong partnership with wineries around the world. The latest additions of the Wines of the World program offer an expansive range of wine selections that will allow us to cater to even greater preferences and palettes of our guests.“

Starwood Hotels’ ‘Wines of the World’ expansion coincides with a recent International Wines & Spirits Research (IWSR) survey in which findings suggest that people in Asia-Pacific drink more red wine than the French and that the region will consume more than 4 billion bottles of wine in the next three years. Starwood is at the forefront of the trend and has noticed an increased interest in wine appreciation. In 2013, Starwood hotels & resorts has purchased as many as 660,000 bottles across Asia Pacific, and the number is expected to grow even more in the next years to come.

Designed for oenophile’s and wine new-comers alike, the new and expanded ‘Wines of the World’ is available across over 250 properties in Asia Pacific. To celebrate the launch, the ‘Wines of the World’ offering extends to a ‘Flight of Three Wines’ package* from 15 May until 15 July 2014, at over 300 venues across Asia Pacific. Guests can select any three wines by the glass from the ‘Wines of the World’ menu and enjoy 25 per cent off - proposing the perfect reason to try something new! Each of Starwood’s hotels & resorts feature a selection of wines by the glass offerings including champagne, sparkling wine and choice of reds and whites.

To enjoy the offer, wine lovers have to be an existing member of Starwood Preferred Guest® (SPG®), Starwood Hotels & Resorts global leading loyalty program. Non-members are welcome to sign up at any venue in order to start their wine journey. Sign-up is free. Starwood Preferred Guest (SPG) offers Starpoints® that can be redeemed on free nights and flights.

 

About Starwood Hotels and Resorts Worldwide Inc.
Starwood Hotels & Resorts Worldwide, Inc. is one of the leading hotel and leisure companies in the world with nearly 1,200 properties in 100 countries, and 181,400 employees at its owned and managed properties. We are a fully integrated owner, operator and franchisor of hotels, resorts and residences with the following internationally renowned brands: St. Regis®, The Luxury Collection®, W®, Westin®, Le Méridien®, Sheraton®, Four Points® by Sheraton, Aloft®, and Element®. One of the industry’s leading loyalty programs, Starwood Preferred Guest (SPG) allows members to earn and redeem points for room stays, room upgrades and flights, with no blackout dates. Starwood also owns Starwood Vacation Ownership, Inc., a premier provider of world-class vacation experiences through villa-style resorts and privileged access to Starwood brands. For more information, please visit www.starwoodhotels.com

Tuesday, May 13, 2014

Lyon Celebrates The French Cherry Blossom Season


As the cherry blossom season arrives, cherry trees in France are blooming in pink and white hues.  To celebrate the coming of these beautiful blooms, Mandarin Oriental, Jakarta’s Executive Chef, Thierry Le Queau, presents a delectable menu using this delicacy to tempt diners at Lyon restaurant from now until 15 June 2014.

The menu highlights La Burlat cherries which will be flown in from Monts De Venasque in Vaucluse, Provence, the largest cherry producer in France.  Known as “the queen” of cherries due to its tender and generous flesh, La Burlat cherries pair perfectly with Chef Thierry’s classic yet innovative French cuisine.  

Throughout the month of May, guests can enjoy tantalising main courses featuring Périgord field farm moulard duck foie gras with salt-baked beets and “cerises”, as well as Duck “aux cerises” with foie gras, cauliflower basil, grilled spring onion and pinot wine jus.  For dessert, guests can indulge in the mouthwatering sablée tart with “cerises giboulée” ice cream with nougatine of Sicilian pistachio and “clafoutis aux cerises” with milk ice cream.

Savour this seasonal cherry-inspired feast during lunch and dinner at Lyon restaurant. 

For further information, please contact +62 (21) 2993 8888 or email mojkt-lyon@mohg.com

About Mandarin Oriental, Jakarta
With the warmth of Indonesian hospitality and the levels of service for which Mandarin Oriental is renowned, Mandarin Oriental, Jakarta offers exemplary personalised service in luxurious surroundings.  Located in the heart of the city, the hotel is an oasis of 21st-century luxury with 272 spacious guestrooms, including 24 suites and a variety of award-winning restaurants and bar concepts, which become the meeting place of choice for hotel guests and the local community. The state-of-the-art meeting and banqueting facilities also provide the best venues for both business and social events.

For more information, visit www.mandarinoriental.com/jakarta

The Royale Brunch @ The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan


Chef de Cuisine, Jordi Bernus, introduces The Royale Brunch, an exclusively crafted gastronomical journey, representing his career through Europe’s finest restaurants. Bringing together the finest farm-to- table ingredients accompanied by imported delicacies he has yet again redefined the luxury of Sunday Brunch. In this royal afternoon, guests will indulge in a six-course set menu with a selection of pass-around dishes that are carefully crafted with the premium freshness of ingredients for a tantalizing dining experience. A fresh flow of Moët & Chandon champagne, selections of premium wines and beverages are also served throughout the brunch. A new luxuriating Sunday awaits.

The Royale Brunch features starters of Prawn Carpaccio, Porcini truffle foam with slow cooked egg and oscietra caviar and Panfried duck liver with mango relish ant onion tatin. The pan fried duck liver will be prepared table side with the live cooking as a theatrical experience from our culinary team. As for the main course, guest can select menus from Japanese Seabass (suzuki), Iberico Pork (pluma)or US Prime Striploin with gratin potato and tomato provencals, served with a choices of Lobo’s siganture sauces. For a sweet ending, indulge in imported Cheese selections of three kinds of duck liver terrine as well as a choice of Melted chocolate cake with nitro-vanilla ice cream or Creme de Catalana foam, passion fruit and tempura chocolate for dessert. As special treat of pass-around dishes will be served throughout the brunch, each dish are prepared in surprise from a selection of Alaskan crab with avocado cannelloni, Crispy pork belly, European black mussels, Jamon Iberico “Pata Negra”, Bomba fried potato balls will also accompanying in-between the plate dishes.




Situated in the lobby of The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Lobo Restaurant is a contemporary fine dining restaurant that presents a stylish dining spot complete with a bar and lounge, contemporary dining area and a well-designed wine cellar offering premium selection of wines from the old world and new world. A fresh and inspiring experience to add to Jakarta’s dining out scene, Lobo features an intimate yet stylish surrounding, positioned as the newest, most upscale place to see and be seen that will surely add extra rhythm to the city’s pulsating enjoyment of dining out.

The Royale Brunch is available every Sunday from 12.00 pm to 02.30 pm at Lobo Restaurant, priced at Rp 1,250,000++ per person inclusive of free flow Moët & Chandon, premium selections of house pouring beverages.

Setting a new standard of luxury in the Indonesian capital city, The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan is situated in an open area affording beautiful views. Sleek sophistication outside provides a way to warm elegance inside, where each guest room and suite offer an oasis of pampering and prestige. Accommodations are one of Jakarta's most spacious. The baths feature floor-to-ceiling windows overlooking the city. Luxury amenities such as fine linens, Asprey bath essentials and a 55-inch LED screen television to enhance each stay. For dining options, guests can choose from: Asia, featuring Jakarta’s largest Island Buffet Restaurant, Lobo, a contemporary restaurant at the lobby level is renowed for its exquisite selection of signature creations, which includes premium ingredients and the freshness of culinary classics by the gastronomically innovative Chef de cuisine – Jordi Bernus and TEMPUS, a hot spot hosting two different zones of Avanti for cozy lounge with compelling dance floor and JADE for elegant and spacious karaoke.

For more information and reservation, please call Lobo at +62 21 2551 8881

Monday, May 12, 2014

Publishing Revolution

A picture tells a thousand words… Imagine what moving ones can do!



TIDAK ada salahnya kita bahas lagi soal media digital. Maklum, dalam beberapa tahun terakhir ini perkembangan media digital sangat luar biasa, dan hampir semua media cetak besar beralih ke media digital – paling tidak menambahkan versi digitalnya di samping yang konvensional. Inilah yang disebut publishing revolution, media cetak (Eric Schmidt, mantan CEO Google memprediksi 5 tahun lagi) akan berada pada titik nadir, dan tergantikan dengan digital.

Tidak pelak, perkembangan teknologi yang pesat menuntut semua hal menjadi lebih praktis dan mudah. Dalam bidang penerbitan, media digital adalah jawabannya. Apalagi, faktanya, tablet sebagai medium baru mulai menjamur. Tidak hanya tablet sebetulnya, tapi smartphone yang berfungsi sebagai tablet (ada yang menyebut phablet), ikut menyemarakkan perkembangan ini. Produk-produk gadget yang masuk kategori mobile itu kian menggerus keberadaan majalah konvensional.

Memang, tablet buatan Apple, yang lebih dikenal sebagai iPad, pada kuartal kedua 2014 'hanya' mampu terjual sebanyak 16,3 juta unit, tidak sesuai target yang dipasang para analis Wall Street mencapai 19,36 juta.

Hanya saja, menurut CEO Apple Tim Cook angka penjualan iPad tersebut sudah sesuai dengan target internal perusahaan, dan yang menarik dua dari tiga pengguna iPad pada pertengahan tahun pertama ini merupakan pengguna baru.

Yang jelas, menurut perkiraan IDC, penjualan tablet secara global untuk bisnis tahun ini akan tumbuh 14%, bandingkan dengan tahun 2013 yang 11%, dan berlanjut hingga 18% pada 2018. Kalkulasi yang lebih simpel dikemukakan oleh TabTimes, bahwa penjualan tablet untuk bisnis tahun 2014 akan mencapai 36,5 juta unit, atau naik 52% ketimbang 2013. Perkiraan angka pasar bisnis tersebut adalah tiga kali lipat dibandingkan pasar konsumer (individual).

Yang menarik, kepraktisan serta kecanggihan perangkat tentu saja, menjadi hal yang utama, maka penggunaan mobile cenderung makin membesar ketimbang desktop. Bahkan sebelum akhir 2015, The NPD Group memperkirakan penggunaan mobile broadband device mencapai 34 juta unit – 66% di antaranya adalah tablet.

Praktis, mudah, murah dan efisien. Hal ini nampaknya yang membuat orang keranjingan memakai perangkat mobile, dan kembali ke soal media, versi digital yang bisa mewakili.  Tidak seperti media konvensional yang statis, majalah digital (interaktif) tampil lebih atraktif dan komunikatif, serta kaya akan konten yang membuat pembaca bisa tidak sekadar membaca tapi mempunyai pengalaman yang lebih seru di dunia digital.

Majalah digital tidak hanya tren baru, tapi juga sekaligus challenge baru bagi penerbit untuk mengembang tiga unsur yang ada di platform ini: cetak, video, dan web, yang bisa memanjakan pembacanya. Selain memanfaatkan interaktif dan efek video, beberapa media sudah mengembangkan e-commerce  yang lebih atraktif, yang menjadikan bertransaksi bisnis di dunia internet (via mobile) lebih menarik ketimbang duduk di meja komputer. Majalah The Church memberi catatan menarik, “A picture tells a thousand words… Imagine what moving ones can do!(Burhan Abe)

Sumber: MALE Edisi 81 http://male.detik.com

Wednesday, May 07, 2014

Think Digitally

Digitalisasi bukan sekadar mantra, tapi memang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kita semakin tergantung kepada berbagai teknologi yang memudahkan hidup, sebutlah komputer, notebook, smartphone, tablet, phablet dan seterusnya. Perangkat tersebut memudahkan kita untuk melakukan apa saja, mulai dari berkomunikasi, bersosialiasi, hingga bekerja.

Salah satu produk digital adalah MALE (http://male.detik.com). Digitalisasi media adalah sebuah keniscayaan, upaya memanfaatkan laju teknologi agar tidak ketinggalan zaman. Format digital juga lebih fleksibel, kapasitas distribusinya jauh melebihi media kertas yang terbatas. Majalah digital mempunyai konten yang lebih menarik, karena bisa diperkaya dengan video, suara, dan tautan web. Unik dan interaktif.

Memang, ada pendapat minor bahwa animo pembaca majalah digital interaktif mulai menurun. Dibandingkan dengan majalah konvensional, khususnya di Indenesia, jumlah pen-download majalah digital masih tergolong kecil. “Tidak banyak yang tahu, kami mem-published versi digital di iPad,” ujar seorang pemimpin redaksi sebuah majalah gaya hidup.

Keluhan tersebut ternyata tidak hanya berlaku di Indonesia. Beberapa penerbitan majalah digital di AS juga pernah mengeluhkan hal yang sama, bahkan lebih ekstrem mengatakan bahwa “The app is dead”. Benarkah?

Banyak yang tidak setuju.  Salah satunya adalah Josh Klenert, Direktur Eksekutif di Digital Customer Experience untuk JPMorgan Chase.  Mengapa majalah digital tidak menarik perhatian? Menurut kreator majalah Huffington dan HuffPost untuk iOS7 dan Android ini, tak lain karena penerbitnya belum berpikir secara digital. Majalah-majalah digital yang ada saat ini kebanyakan perpanjangan dari majalah cetak. Isinya hanya memindahkan dari cetak ke digital saja.  Sudah begitu, periode terbitnya rata-rata sebulan sekali, yang bagi pembaca online dan komunitas digital, terlalu lama.

David Jacobs,  CEO 29th Street Publishing, menambahkan bahwa replika tidak akan pernah berhasil. Makanya, jangan heran kalau ada majalah digital yang pelanggannya hanya 3% dari pembaca secara keseluruhan. “There is a challenge (and an opportunity) since the mainstream conception of a magazine app is what amounts to a photo gallery of pages of a magazine, with the occasional widget or animation. But that’s not a transformation that is going to happen overnight,” tambahnya.

Tentu, majalah digital tidak mati, tetapi membutuhkan pembenahan di berbagai lini, mulai dari kreativitas, desain, termasuk pembenahan di luar konten – sebutlah periodisasi terbit (Esquire, misalnya, sudah meluncurkan edisi mingguannya di iPad),  sosialisasi produk dan strategi pemasaran. Apalagi, faktanya, tidak ada yang bisa menghentikan proliferasi tablet. Pasar tablet semakin besar, banyak aplikasi yang dibuat dan dikembangkan untuk perangkat ini.

Jadi, kalau ada penerbit yang mengeluh kekurangan pembaca, jangan salahkan teknologinya – apalagi menyalahkan masyarakat yang kurang aware terhadap produk digital. Buktinya, MALE, sampai edisi yang ke 80, masih mendapat animo yang luar biasa, dengan downloaders sekitar 300-350 ribu per edisi di tiga platform (PDF, IOS, dan Android). Secara keseluruhan, sampai April 2014, MALE sudah diunduh dalam bentuk PDF 25.230.846 dan Folio 843.188 (iPad dan Android Gadget), sementara Aplikasi iPadnya sudah mencapai  49.057, dan  aplikasi Android 84.824. (Burhan Abe)

The Art of Cocktail @ The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place

8 Lounge
Sencha Pranala
The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place presents the facet of cocktail culture, one of the most desired arts of cocktail that express the excitement and the joy of mixing drinks. By using the outdoor concept located at 8 Lounge, The Art of Cocktail tries to bring the atmosphere of freedom and refined ambience.

Cocktail is simply understood as any kind of alcoholic mixed drink that contains two or more ingredients. By holding The Art of Cocktail Class, it will enhance the knowledge and emotional engagement of each participant. The Art of Cocktail Class will be held once a month. For about two hours participants will absorb the knowledge about the history of the cocktail and make their own directly taught by the bartender.

Instead of afternoon tea, this special event would be a smart choice to fill out the social gathering and farewell party. The participants can practice to make the cocktail by their self during the cocktail class at Rp 358,000++ per person for 2 hours including ingredients needed. This initiative will be first conducted starting the month of May and can be customized as per guest’s request and preference.

Jage Cabe
8 Lounge, an exclusive and cozy open air lounge and bar set in the middle of the glamorous modernity of Jakarta’s city skyscrapers. The lounge provides guests an ideal venue to relax and unwind for exclusive social and business entertainment while savoring premium drinks from the bar’s extensive beverage menu. 8 Lounge at The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place is open every Friday and Saturday from 6.00pm to 1.00 am, allows guests to enjoy enchantment of chill-out music.

The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place is a place for those who prefer to have the comfort of home while indulging in the legendary personal service and warm hospitality from The Ritz-Carlton Ladies and Gentlemen. Conveniently located next to The Jakarta Stock Exchange, easily accessible from anywhere in the city, the hotel is perched on top of Pacific Mall & Entertainment complex. 

The hotel features 62 guest rooms which include 20 Superior Grand Club Rooms, 23 Deluxe Grand Club Rooms, 8 Executive Grand Club Rooms, 7 Mayfair Suites, 2 Mayfair Spa Suites, 1 Ritz-Carlton Suite and 1 Presidential Suite. A total of 139 residences are available in 1 bedroom, 2 bedrooms and 3 bedrooms units. The Club Lounge features ample seating and working space, 2 meeting rooms, business center services and complimentary Wireless Internet access. Pacific Restaurant & Lounge offers a buffet selection and ala carte menu with International and Asian cuisines. Four private dining rooms are available for exclusive functions. Level 8 an ideal private venue and an open air lounge to enjoy exclusive escape. A 3,800sqm ballroom and 3,800sqm pre function area can cater up to 10,000 people for standing reception or 2,400 people of sit down banquets.

Play@Sheraton Kids Club

To Open @ Sheraton Bali Kuta Resort in Time for Family Travel


Sheraton Bali Kuta Resort, the newly opened luxurious resort located in the heart of the famed Kuta Beach, is excited to announce that it will be introducing Play@Sheraton Kids Club for its youngest guests to enjoy from June onwards. Play@Sheraton Kids Club is designed to enhance the entire family’s travel experience with a fully-tailored program including special amenities, education, and entertainment geared toward children up to 12 years old. Sheraton Bali Kuta Resort will launch the Play@Sheraton Kids Club with a grand opening celebration on Saturday, June 7.   

“We are thrilled to open Play@Sheraton Kids Club at our beautiful new hotel,” said Dario Orsini, general manager at Sheraton Bali Kuta Resort. “We believe this additional offering will not only meet the increasing needs of parents traveling with children, but will also exceed kids’ expectations with the special combination of fun and learning they will experience during their stay at the resort. Play@Sheraton is a creative and engaging way for children to enjoy our beautiful culture and the Kuta Beach travel destination.”  


Activities at Play@Sheraton are built upon an “edutainment” concept enabling young resort guests to explore the Balinese culture, community, and people in a way that is both educational and fun. Play@Sheraton has partnered with Nickelodeon to feature character favorites such as Sponge Bob Square Pants, Dora the Explorer, Teenage Mutant Ninja Turtle, and Avatar in its activity offerings, adding another layer of excitement to enhance learning.

Themed children’s activities at Sheraton Bali Kuta Resort are designed with two different age groups in mind.  World of Nickelodeon is a way for three to five-year-old kids to use technology to explore the world with their favorite Nickelodeon character. I’m an Explorer program for six to twelve-year-old kids encourages curiosity and creativity through art, exposure to local culture, and advanced technology.  All children have options such as playing and exploring with new friends, taking in a movie from Play@Sheraton’s vast selection, or simply relaxing while reading a book.  Play@Sheraton also promotes the spirit of learning and sharing through creative art activities.

Kids will also have fun selecting healthy foods to eat using Sheraton Bali Kuta Resort’s Colour Your Mini Plate menu, a dining option that inspires little ones to enjoy eating well. Families can take advantage of the resort’s other kid-friendly food and beverage offerings as well, such as a kids cooking class at Play@Sheraton and dining discounts of up to 50% for children up to 12 years. 

Play@Sheraton Kids Club is a unique two-level, 136 square meters situated between the hotel and the adjacent Beachwalk outdoor shopping mall. The reception area opens to a bright and inviting room featuring a curved communal table with two computer stations, a 42-inch TV wall with international channel availability, DVD movies and player, Play Station 3 devices available for video gaming, complimentary wireless internet, a selection of local and international books, plus a mini toilet and wash basin. Children can also enjoy play and activities in the outdoor wet area and sand pit. Play@Sheraton is available to Sheraton Bali Kuta Resort in-house guests from 8 a.m. to 6 p.m. daily for free. The kids club is also accessible for outside guests to leave their children while having a relaxing treatment at Shine Spa with minimum transaction of IDR 350,000++ per person.


Sheraton Bali Kuta Resort customizes the fun for its young guests before arrival by sending the family questions via email so resort staff can learn about likes and interests to tailor every aspect of the child’s stay. Upon check in, each child receives his or her own Sheraton drawstring bag filled with kid-friendly items and activities.  In room, special amenities are set up for the comfort and enjoyment of each young guest so they enjoy their Sheraton Bali Kuta Resort experience from start to finish, such as kids hooded bathrobe, bath amenities and slipper. Special in-room features are also made available upon request, such as potty seat, bottle warmer, step, baby crib, etc. Guests with kids can enjoy all the aforementioned conveniences by reserving the family room with one King Bed and one Twin Bed room connected by a foyer where the little ones can have their own space to play.

More information about Sheraton Bali Kuta Resort as well as reservations is available by visiting www.sheraton.com/balikuta or call to (62) (361) 846 5555.