Monday, May 12, 2014

Publishing Revolution

A picture tells a thousand words… Imagine what moving ones can do!



TIDAK ada salahnya kita bahas lagi soal media digital. Maklum, dalam beberapa tahun terakhir ini perkembangan media digital sangat luar biasa, dan hampir semua media cetak besar beralih ke media digital – paling tidak menambahkan versi digitalnya di samping yang konvensional. Inilah yang disebut publishing revolution, media cetak (Eric Schmidt, mantan CEO Google memprediksi 5 tahun lagi) akan berada pada titik nadir, dan tergantikan dengan digital.

Tidak pelak, perkembangan teknologi yang pesat menuntut semua hal menjadi lebih praktis dan mudah. Dalam bidang penerbitan, media digital adalah jawabannya. Apalagi, faktanya, tablet sebagai medium baru mulai menjamur. Tidak hanya tablet sebetulnya, tapi smartphone yang berfungsi sebagai tablet (ada yang menyebut phablet), ikut menyemarakkan perkembangan ini. Produk-produk gadget yang masuk kategori mobile itu kian menggerus keberadaan majalah konvensional.

Memang, tablet buatan Apple, yang lebih dikenal sebagai iPad, pada kuartal kedua 2014 'hanya' mampu terjual sebanyak 16,3 juta unit, tidak sesuai target yang dipasang para analis Wall Street mencapai 19,36 juta.

Hanya saja, menurut CEO Apple Tim Cook angka penjualan iPad tersebut sudah sesuai dengan target internal perusahaan, dan yang menarik dua dari tiga pengguna iPad pada pertengahan tahun pertama ini merupakan pengguna baru.

Yang jelas, menurut perkiraan IDC, penjualan tablet secara global untuk bisnis tahun ini akan tumbuh 14%, bandingkan dengan tahun 2013 yang 11%, dan berlanjut hingga 18% pada 2018. Kalkulasi yang lebih simpel dikemukakan oleh TabTimes, bahwa penjualan tablet untuk bisnis tahun 2014 akan mencapai 36,5 juta unit, atau naik 52% ketimbang 2013. Perkiraan angka pasar bisnis tersebut adalah tiga kali lipat dibandingkan pasar konsumer (individual).

Yang menarik, kepraktisan serta kecanggihan perangkat tentu saja, menjadi hal yang utama, maka penggunaan mobile cenderung makin membesar ketimbang desktop. Bahkan sebelum akhir 2015, The NPD Group memperkirakan penggunaan mobile broadband device mencapai 34 juta unit – 66% di antaranya adalah tablet.

Praktis, mudah, murah dan efisien. Hal ini nampaknya yang membuat orang keranjingan memakai perangkat mobile, dan kembali ke soal media, versi digital yang bisa mewakili.  Tidak seperti media konvensional yang statis, majalah digital (interaktif) tampil lebih atraktif dan komunikatif, serta kaya akan konten yang membuat pembaca bisa tidak sekadar membaca tapi mempunyai pengalaman yang lebih seru di dunia digital.

Majalah digital tidak hanya tren baru, tapi juga sekaligus challenge baru bagi penerbit untuk mengembang tiga unsur yang ada di platform ini: cetak, video, dan web, yang bisa memanjakan pembacanya. Selain memanfaatkan interaktif dan efek video, beberapa media sudah mengembangkan e-commerce  yang lebih atraktif, yang menjadikan bertransaksi bisnis di dunia internet (via mobile) lebih menarik ketimbang duduk di meja komputer. Majalah The Church memberi catatan menarik, “A picture tells a thousand words… Imagine what moving ones can do!(Burhan Abe)

Sumber: MALE Edisi 81 http://male.detik.com