Monday, June 30, 2014

Indonesia Juarai Jetski AS, Jalur Juara Dunia Kian Lebar


KISAH sukses dua bersaudara menjadi headline berita balap internasional sepanjang  akhir pekan ini. Di Belanda, duo Marc Marquez dan Alex Marquez, sukses menjuarai kancah balap motor MotoGP dan Moto3 di Sirkuit Assen. Di benua lain, Amerika Serikat,  kakak beradik Indonesia  Aero Aswar dan Aqsa Aswar meraup prestasi gemilang di arena balap jetski The US Open of Watercross yang berakhir Minggu (29) petang waktu AS atau Senin (30/6) dini hari WIB.

Event tersebut adalah kompetisi puncak jetski AS dan salah satu serial paling kompetitif di dunia dengan melibatkan para pembalap pro dan tim pabrikan.  Aero yang disokong pabrikan Yamaha di kelas elit Pro Runabout  Open memulai start Moto 1 hari Sabtu (28/6) dengan melakukan holeshot (posisi terdepan selepas start).  Posisi terdepan bisa dipertahankan hingga 4 lap awal Moto1. Memasuki lap ke-5 dari 12 lap jadwal lomba (satu putaran berjarak 12 km), masalah teknis menghampiri pacuan pemuda 19 tahun itu. Supercharge hose-nya kendor. Meski masih bisa diajak kencang, namun akselerasinya sedikit bermasalah. Jareed Moore (Afrika Selatan) yang berpredikat  juara dunia pun mampu mengejar Aero dan kemudian menyalipnya di lap 8. Tapi, dua lap kemudian giliran pacuan mantan rekan satu tim Aero itu yang bermasalah. Aero menyudahi race ini dengan gelar juara, disusul jagoan tuan rumah AS Erminio Iantosca dan Baldwin.





“Cidera otot lutut kini tak terasa sama sekali. Itu hal terpenting yang saya rasakan di Moto1. Biasanya juga begitu, kalau balap maka yang ngilu-ngilu juga hilang semua. Ini menambah kepercayaan diri memasuki dua Moto selanjutnya,” ujar Aero yang mengaku tak terganggu dinginnya angin kota Sparks Marina, Nevada, yang berada di angka 15 derajat celcius.

Benar saja, Aero pun tak tertandingi pada Moto2 keesokan harinya. Ia kembali finish nomor satu. Sayang, sedikit masalah menegangkan terjadi saat persiapan ke Moto3. Bahan bakar di dalam drum ternyata kurang karena lupa ditambahi. Dalam keadaan darurat, BBM lantas disedot dari jetski cadangan tim lain. Padahal, seluruh peserta sudah berancang-ancang di garis start. Karena diburu waktu, bensin yang tersedot pun hanya sekitar dua galon.

“Mau tak mau harus irit bensin selama balapan, syukur masih dapat posisi kedua. Kalau bensin memadai tentu bisa juara lagi,” ujar Aero yang dengan hasil di tiga moto menjadi juara umum diikuti Jareed (runner up Moto2 dan3) serta Iantosca.

Ini kali kedua musim ini Aero menjuarai serial US Nation Tour yang sudah berlangsung tiga seri. Pada seri kedua lalu ia finish di peringkat kelima. Untuk sementara, Aero masih kokoh di puncak klasemen sementara.

Hasil gemilang pun diraih adiknya, Aqsa di kelas Pro Runabout Limited yang level kompetisinya setingkat di bawah kelas yang diikuti Aero. Ia borong semua sesi balapan dengan menjuarai Moto1, 2, dan 3. Luarbiasa!

“Setelan mesin sangat pas. Handling pun nyaman. Saya bertekad teruskan hasil ini pada seri berikutnya,” tandas ABG berusia 17 itu dengan penuh ceria.

Tampil dengan bendera Tim Jetski Indonesia, prestasi kedua atlet muda Indonesia bernomor start 19 dan 17 itu menjadi  berita besar media olahraga AS, khususnya media online yang spesifik olahraga maritime seperti  proridermag.com.

”Amazing!” komentar proridermag.com yang menyiarkan langsung aksi-aksi Aero lewat livestreaming di website-nya.


Fully Aswar, ayah sekaligus pelatih, memuji penampilan Aero dan Aqsa. Persiapan fisik memasuki event ini menurutnya jadi kunci penting keberhasilan putra-putranya. Ia pun menggarisbawahi insiden kekurangan bahan bakar jelang Moto3 sebagai koreksi penting buat seluruh anggota tim.

“Ambil positifnya saja. Semua yang terjadi di sini, insiden tersebut maupun hasil-hasil balapannya, menjadi bekal penting Aero pada World Final mendatang. Itu sasaran puncak di mana tim menargetkan Aero menjadi juara dunia 2014,” ujar Fully sembari memaparkan peluang Aero kini lebih terbuka seiring dengan pengalaman dan tingkat persaingan yang ia lewati.


Pada World Final sebelumnya Aero sudah mencapai 3 Besar dunia. Pesaing beratnya tak lain adalah Jareed Moore yang tahun lalu adalah rekan setim Aero. Musim ini atlet Afsel itu masih jadi rival terdekat di kejuaraan dunia. Pertemuan rutin mereka di ajang US Nation Tour pun jadi semacam arena saling intip dan saling uji skill masing-masing jelang World Final pada Oktober mendatang.