Monday, June 02, 2014

Superhero


Anda tentu mengenal Spider-Man, Superman, Batman, atau Iron Man. Superhero itu sangat populer dan selalu menjadi idola anak-anak, bahkan orang dewasa. Tidak heran, film-film bertemakan pahlawan super selalu diproduksi sepanjang zaman.

Di balik superhero, ternyata ada peran Marvel dan DC. Dua perusahaan yang dikenal memproduksi dan menerbitkan komik itu mendominasi dunia pahlawan super dengan karya-karya abadi. Karya mereka mampu menarik perhatian dan lintas generasi.

Popularitas keduanya diikuti persaingan ketat dalam hal memanjakan penggemar mereka. Persaingan itu kemudian menjadi perseteruan abadi. Dengan tetap mempertahankan idealisme, Marvel dan DC seakan memonopoli industri hiburan yang menjual superhero. Persaingan keduanya sudah terjadi sejak 1930-an, bahkan berlanjut hingga lebih dari tujuh dekade. Menurut situs Slate.com, mereka mampu menguasai hingga 70 persen pasar retail komik (lihat MALE Zone, yang ditulis Dedy Sofan).




Ditilik dari segi bisnis, Marvel dan DC sudah melakukan perlawanan langsung melalui karya yang dirilis. Tentunya karya-karya itu terlihat dari kehebatan superhero yang berada di rak-rak buku penggila komik. Beberapa di antaranya memiliki karakter cerita dan penampilan yang mirip. Kalau dilihat secara keseluruhan, Marvel dan DC memiliki karakteristik yang berbeda dalam menyajikan komik masing-masing. Dalam situs BBC.co.uk disebutkan DC selalu berevolusi, mengikuti zaman yang ada, tapi tetap segar. Adapun Marvel sangat revolusioner, dengan sesekali mengubah keseluruhan cerita, tapi tetap mempertahankan konsep aslinya.

Persamaan karakter superhero mereka terletak pada konsep kekuatan dan kelemahan si pahlawan super, yang sekaligus menjadi pembeda kubu superhero itu. Tokoh-tokoh dalam komik DC lebih berfokus pada hidup dan tujuannya. Sementara itu, Marvel beradaptasi dengan situasi dan lingkungan sekitarnya.

Begitu pula dengan cara karakter menyikapi kekuatan super yang dimilikinya. Karakter komik DC memiliki kecenderungan bangga akan kekuatan yang dimiliki dan menggunakannya dalam situasi tertentu. Bukan hanya itu, ada pula ideologi yang kuat di dalamnya. Seperti yang terlihat pada karakter Batman, yang melatih diri, sekaligus membuat berbagai macam alat canggih, untuk membela Kota Gotham. Adapun Wonder Woman adalah wanita tangguh dari Amazon, yang memiliki kekuatan dan keahlian di atas rata-rata untuk melindungi manusia.

Marvel memiliki cara lain mempresentasikan karakternya, dengan memandang kekuatan super sebagai beban dalam hidup. Contohnya, para mutan dalam komik X-Men yang dikucilkan oleh masyarakat, atau sosok Bruce Banner yang menyimpan beban dan menderita akibat perubahan dirinya menjadi Hulk.

Sumber kekuatan pahlawan super itulah yang sangat membedakan karakter dua penerbit komik tersebut. DC lebih banyak didominasi kekuatan supernatural, sihir, alien, dan karakter lainnya yang tak berasal dari bumi. Sementara itu, Marvel menciptakan kekuatan karakternya atas ketidaksengajaan, misalnya terkena radiasi dan bahan kimia lainnya yang mengakibatkan terjadinya genetic mutation (perubahan genetik).

Namun beberapa di antaranya terkadang memiliki konsep yang menyimpang dari pakem dua penerbit itu. Contohnya, karakter The Flash (DC), yang mendapat kekuatan dari kecelakaan di laboratorium, dan Dr Strange (Marvel), yang sihirnya diberikan oleh Ancient One.

Hal yang juga menunjukkan adanya perbedaan adalah bagaimana Marvel dan DC membentuk lingkungan karakternya. DC cenderung menghadirkan sisi fiksi secara menyeluruh dengan hadirnya kota yang tidak nyata, seperti Star City, Metropolis, Gotham City, dan The Dreaming. Marvel menggunakan Kota New York, Los Angeles, dan Toronto sebagai tempat tinggal karakter pahlawan supernya.

Dengan kata lain, DC memiliki kebebasan menciptakan lingkungan yang berbeda dengan aturan dan sudut pandang masyarakatnya. Marvel lebih memaksa karakternya mengikuti aturan dunia nyata.

Sumber: MALE 84 http://male.detik.com