Monday, October 27, 2014

Investasi Online


PERPUTARAN uang di dunia maya sangat cepat dan besar, jadi wajar jika banyak orang tertarik terjun ke bisnis online ini. Dunia maya, di satu sisi, memberi nilai positif bagi masyarakat, tapi di sisi lain dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan semata, bahkan melakukan penipuan.

Yang jelas, berinvestasi tentu untuk mendapatkan keuntungan, begitulah harapan investasi sebenarnya. Investasi online banyak  menawarkan kemudahan dan keuntungan dari kecil sampai besar. Internet adalah salah satu media penghubungnya, tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Yup, tak ada salahnya berinvestasi di dunia maya, namun menurut para ahli, prinsip kehati-hatian harus diutamakan. Yang pertama-tama adalah memastikan adanya bisnis yang ditawarkan, harus riil, bukan sekadar konsep. Kedua, kalau investasi tersebut menjanjikan ketuntungan yang tak wajar, sudah dipastikan bahwa itu investasi abal-abal.

Investasi online yang aman dan diatur biasanya oleh peraturan pemerintah. Contohnya, online trading, yang sebenarnya sama dengan yang dilakukan di dunia nyata, hanya berbeda platformnya untuk memberi kemudahan bagi nasabahnya.

Sementara money game, misalnya, menurut financial advisor Aidil Akbar, dapat dikategorikan sebagai investasi abal-abal. Ironisnya, investasi ini diciptakan memang untuk menghanguskan uang orang-orang yang tertarik bermain di dalamnya. Bisnis ini menawarkan keuntungan yang luar biasa tinggi. Namun, kalau ditelaah lebih jauh, ini bukanlah produk investasi, dan tidak ada nilai bisnisnya sama sekali, bahkan tak ada regulasi yang mengaturnya.

Bijak Berinvestasi
Well, investasi online memberikan manfaat besar bagi kita untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya, namun bagaimana kita menyikapi investasi online ini agar investasi tersebut bisa aman dan sesuai dengan yang kita harapkan.

Seorang ahli keuangan memberikan tip “5 Cara Bijak dan Aman dalam Investasi Online”, yakni: 1) Kenali perusahaan investasinya, 2) Kenali produknya, 3) pahami risikonya, 4) Investasi dengan bijak, dan 5) Perhatikan keamanannya.


Dian Ramadhan dari Bisnisindeks.com menyatakan tak ada salahnya berinvestasi melalui online. Namun kehati-hatian tetap mesti diutamakan. Yang harus diperhatikan dalam berinvestasi melalui online atau media sosial adalah memastikan adanya bisnis yang ditawarkan.

Menanam uang pada usaha seseorang, menurut Dian, terlihat lebih sederhana dan tidak rumit. Hanya dibutuhkan kesepakatan di antara dua pihak. Memang, sebelum mengikat perjanjian, yang harus diperhatikan adalah moralitas si mitra. Mengumpulkan banyak info tentang orang tersebut adalah hal yang mutlak harus dilakukan sebelum menanam uang.

“Maka, bila di socmed dia kelihatan hebat, kita tidak perlu langsung percaya, karena harus ada dasar kepercayaan, dan moralitasnya diketahui terlebih dulu. Jangan hanya terpaku pada jumlah follower-nya yang ratusan ribu atau jutaan,” ujar penulis S.O.S Bisnis itu.

Berinvestasi antar-personal memang dapat lebih mendekatkan seseorang dengan proses bisnis yang berjalan. Jadi alangkah baiknya bila investor bisa terlibat dalam bisnis itu sendiri sehingga secara langsung dapat melihat usaha yang dijalankan, dan melakukan pengawasan agar tidak tertipu. Maka orang yang menginvestasikan uangnya dapat melihat barang atau produksi yang menjadi bisnisnya, ketersediaan barang yang akan dilempar, dan pendistribusiannya ke pasar.

“Kita bisa melihat pula pengeluaran per bulan, pemasukan per bulan uang yang ditanam. Jadi jangan sampai investasi yang ada untuk menutupi pengeluaran mereka,” kata Dian, yang memiliki perusahaan jasa keuangan.

Sumber: MALE Zone by P. Suryo Raharjo & R. Anandita, MALE 105 – http://male.detik.com

No comments:

Post a Comment