Thursday, October 02, 2014

Presiden Jokowi Resmikan Pasaraya Tribute to Baik 2014

Pasar Klewer Pindah ke (Pasaraya Blok M) Jakarta


Presiden Terpilih Republik Indonesia, Joko Widodo meresmikan acara Tribute to Batik 2014 yang digelar oleh Pasaraya untuk menyambut Hari Batik Nasional, Kamis, 2 Oktober di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan. Pasar Klewer Pindah ke Jakarta di Pasaraya menjadi tema utama dalam rangkaian acara istimewa yang diselenggarakan oleh Pasaraya sebagai bentuk penghargaan tertinggi untuk karya seni batik Indonesia yang kini telah mendunia.

Presiden terpilih Republik Indonesia Joko Widodo dalam pidato peresmian perhelatan Pasaraya Tribute to Baik menyampaikan, “Batik adalah sebuah produk industri kreatif indonesia berbasis budaya. Dengan itu diharapkan semuanya bergerak, terutama  industri industri kecil yang lain seperti tenun ikat, sarung goyor, industri bordir, dll.  Tetapi memang membutuhkan sentuhan – sentuhan berbagai pihak misalnya perancang, untuk memajukan usaha-usaha kecil atau mikro agar bisa dibawa ke tingkat yang lebih atas. Jika negara hadir disini, saya yakin kita akan mempunyai usaha-usaha kecil atau mikro yang akan tumbuh dengan pesatnya. Saya sangat menghargai apa yang telah dilakukan pak Abdul Latif sebagai Pemimpin Usaha Pasaraya selama ini.”

Lebih jauh, Jokowi begitu optimis akan kemampuan usaha-usaha kecil di Indonesia yang mempunyai kualitas akan bertumbuhan di masa depan. Jokowi mengharapkan para duta besar di Indonesia tidak lagi hanya melakukan diplomasi politik melainkan mulai mampu melakukan diplomasi dagang, sehingga bisa memperkenalkan, menjual, dan memasarkan produk-produk Usaha Kecil dan Menengah yang ada di desa-desa di Indonesia, sehingga mereka terdorong untuk dapat menghasilkan barang-barang yang berkualitas baik.


Sementara itu, Medina Latief Harjani, President Director Pasaraya menyampaikan, “Pak Jokowi berkenan hadir dan meresmikan Pasar Klewer di Pasaraya, acara Tribute to Batik menyambut Hari Batik Nasional 2014. Gagasan Pak Jokowi untuk mengembangkan industri kreatif memiliki visi yang begitu tajam dalam konsep dan pengejawantahan ekonomi kerakyatan dan industri kreatif.  Hal ini diyakini akan membuat industri batik akan lebih cepat berkembang.” Lebih jauh disampaikan, Pasaraya sebagai institusi usaha pertama dan terbesar saat ini telah menginjak usia ke-41 tahun terus mengembangkan usaha barang-barang kerajinan dan industri kecil dari seluruh kepulauan nusantara.  Pasaraya secara sungguh-sungguh terus mengembangkan usaha industri kecil dan kerajinan sebagai hasil budaya bangsa yang sekarang berkembang menjadi industri kreatif dengan konsep pembinaan berkelanjutan bersama para pengusaha kecil dari seluruh kepulauan di Nusantara.

Pasar Klewer Solo Pindah ke Jakarta di Pasaraya jadi tema spesial dalam gelaran Pasaraya Tribute to Baik kali ini. Selain dipilih khusus untuk menyambut dan memeriahkan Hari Batik Nasional, tema ini juga menjadi bentuk cerminan kesetiaan penuh Pasaraya yang senapas dengan semboyan ‘Pride of Indonesia’, untuk tanpa henti mencintai, mendukung dan menghargai batik Indonesia yang bernilai seni tinggi. Batik, sebagai bagian dari karya seni dan budaya Indonesia adalah jiwa dari Pasaraya. Medina Latief yakin bahwa peran dan kiprah Pasaraya selama 41 tahun beroperasi telah memberikan sumbangsih penting bagi kemajuan dunia batik Indonesia. Adalah kita bangsa Indonesia yang harus menjadi bagian garda depan pecinta, pemakai dan pemasar produk-produk karya seni budaya sendiri.

Pasaraya Tribute to Batik 2014 yang bertema Pasar Klewer ini tidak hanya menghadirkan ragam koleksi batik terbaik dari kalangan industri kreatif batik Solo, namun juga dari Yogyakarta, Cirebon, Pekalongan dan Pesisir yang berjumlah lebih dari 80 pedagang batik. Koleksi batik ini juga dapat ditemui di Pusat Batik di venue Batik Nagara, Kendedes, Kampoeng Batik, Radja Batik, Kabaya Kabaya dan Rumainda di Pasaraya Blok M lantai 2 sejak tanggal 27 September hingga 2 November 2014. Selain itu, empat perancang busana terkemuka Indonesia; Chossy Latu, Carmanita, Didit Maulana dan Rinda Salmun ikut memamerkan sejumlah karyanya yang khusus dikreasikan menyambut gelaran spesial ini. Penawaran istimewa diskon harga hingga 50% juga ditawarkan hingga akhir bulan Oktober 2014.

Perhelatan Pasar Klewer Pindah ke Jakarta di Pasaraya ini juga menghadirkan Semarak Kuliner Kota Batik di Dapuraya Pasaraya lantai lower ground. Festival kuliner ini memberikan kesempatan bagus bagi masyarakat luas untuk menikmati berbagai sajian makanan dan minuman nikmat dari berbagai kota sentra batik seperti Empal Gentong, Reska Cirebon, Tahu Gejrot, Tip Top – Cirebon, Serabi Solo, Wong Solo – Solo, Tempe Mendoan, Angkringan – solo, Lumpia Semarang, Reska -  Semarang, Bakpia Pia, Pathok – Yogya, Burung Dara, Terang Bulan - Yogya, Nasi Jamblang, Ibu Surip – Cirebon, Nasi Lengko, Cirebon – Cirebon, Sate Kere, Cambut Ramba, Tengkleng, Timlo Solo - Ibu Diah – Solo, Mie Kadin – Yogya, Iga Bakar, Sate Kikil, Sate Bebek - Mbah Lamin – Semarang, Nasi Liwet, Gudeg - Yu' Jimah – Yogya, Tape Bakar Kinca Durian, Tape Bakar Keju Coklat, Tape Bakar Kacang Coklat - Mang Dadang – Cirebon dan Selat Solo, Pecel Nasi, Es Paya, Es Ketan Hitam - Iga Marwani – Solo.

No comments:

Post a Comment