Monday, November 24, 2014

Leisure (2)





Dataran tinggi atau pegunungan menjadi salah satu tujuan traveling yang mengesankan. Feel the breeze, feel the snow!

Gaya traveling masing-masing orang berbeda-beda, sesuai dengan passion-nya. Ada yang suka menghabiskan waktu di kota-kota besar – sambil belanja, ada punya yang suka berpetualang menyusuri alam, pantai atau pegunungan. Apa pun seleranya dan kemana pun tujuannya, pada dasarnya traveling itu memiliki tujuan yang tidak berbeda juga satu sama lain; melepaskan diri dari rutinitas, serta untuk menyegarkan diri alias refreshing.

Kali ini fokuskan ke pegunungan. Udara sejuk, kabut, serta bentang alam yang spektakuler menyatu dan menjadi misteri yang menarik diungkap. Inilah beberapa wilayah dataran tinggi yang menarik dikunjungi.


Jungfrau
Jungfrau adalah puncak gunung, yang termasuk Pegunungan Bernese, Swiss. Saat ini Jungfrau merupakan tempat wisata yang banyak diminati. Kegiatan hiking dan ski es jelas menjadi daya tariknya. Selain itu, ada First Flyer yang patut dicoba. Dengan wahana ini, Anda akan menikmati ketinggian 50 meter, yang ditempuh dengan kecepatan 84 kilometer per jam, dengan jarak 800 meter. Inilah pengalaman yang sensasional.

Untuk kuliner, Jungfrau menawarkan sejumlah restoran dengan pemandangan indah, dan tentunya masakan yang lezat. Restoran Winteregg, misalnya, cocok dijadikan tempat sarapan. Di sini pemandangan dari puncak Eiger, Monch, dan Jungfrau bisa dinikmati dengan secangkir kopi serta menu sarapan Eropa.

Sementara itu, jika Anda mencari restoran dengan menu bufet, First Restaurant bisa menjadi pilihan. Jika ingin menikmati makanan berkelas, Piz Gloria bisa dijadikan alternatif. Selain itu, restoran yang terletak di puncak ini menyuguhkan pemandangan yang mempesona.

Di Jungfrau juga digelar festival musik tahunan, SnowpenAir. Acara ini diselenggarakan sejak 2010. Bahkan band rock legendaris Deep Purple didaulat tampil di SnowpenAir tahun ini. Tahun lalu sejumlah musikus ternama, mulai Roxette, One Republic, hingga Hannery Amman, ditunjuk menjadi headliner acara tersebut. Festival di tengah pegunungan salju tentunya menjadi sensasi yang tak terlupakan.


Cusco
Cusco adalah kota cantik yang terletak di sebelah selatan Peru. Di kota ini banyak bangunan kolonial yang masih terpelihara dengan baik. Kota yang merupakan pusat kebudayaan masyarakat pribumi Quechua di wilayah Andes itu dikunjungi sekitar 2 juta orang setiap tahun.

Cusco termasuk kota eksotis, karena di sekelilingnya terdapat banyak reruntuhan. Yang menarik, salah satunya, reruntuhan Sacsayhuaman. Situs tersebut merupakan peninggalan kala puluhan anggota pasukan Pizarro mengadakan peperangan melawan suku Inca pada 1536. Kota ini pun menarik karena berada di ketinggian 3.400 meter di atas permukaan laut.

Beberapa aktivitas alam sangat menarik dilakukan di Cusco. Rafting dan paragliding tampak selalu ramai peminat. Rio Apurimac dan Rio Urubamba/Vilcanota merupakan tempat yang menyenangkan untuk aktivitas rafting. Adapun paragliding dilakukan di atas Sacred Valley, yang menyajikan pemandangan alam penuh pesona.

Meski terletak di dataran tinggi, Cusco penuh dengan keriaan. Hampir setiap hari tempat hiburan malam ramai oleh pengunjung. Pada umumnya tempat hiburan malam buka hingga pukul 3 pagi, tapi tidak sedikit yang baru tutup pada pukul 5 pagi. Lalu di sekitar Plaza de Armas biasanya banyak orang yang membagikan flyer mengenai pesta yang akan digelar setiap malam. Jadi, tidak perlu khawatir, Cusco bisa menjadi tempat berpesta hingga matahari terbit setiap hari.


Bhutan
Berada di Pegunungan Himalaya membuat Bhutan sangat diminati. Disertai filosofi gross national happiness, wilayah ini menjadi destinasi dengan penduduk yang ramah. Di tempat ini, selain pemandangan alamnya menakjubkan, budaya dan tradisi yang ada sangat kental terasa. Bahkan, karena lingkungannya masih asri dan kehidupan masyarakatnya harmonis, Bhutan dijuluki The Last Shangri-La.

Untuk memasuki wilayah Kerajaan Bhutan, tidak ada batasan visa. Hanya setiap pengunjung akan dikenai biaya sekitar US$ 250 per hari. Dengan demikian, tempat ini menjadi destinasi wisata yang cukup mahal. Namun jumlah tersebut sudah termasuk biaya akomodasi, makanan, dan guide resmi yang akan menemani pelancong selama berada di sana. Bisa jadi, karena biayanya cukup mahal, menurut Lonelyplanet, di wilayah ini jarang ditemui pelancong dengan gaya backpacker.

Di wilayah dengan penduduk yang mengkonsumsi nasi merah dan cabai tak sekadar dimanfaatkan untuk bumbu tersebut, ajaran Buddha dipegang sangat erat. Maka terkadang, ketika bertandang ke tempat ini, pengunjung tidak hanya ingin berwisata, tapi juga mencari pencerahan. Pemandangan Himalaya yang spektakuler dipadu dengan kebudayaan Buddha yang kental akan memberi pengalaman tersendiri. Oh ya, jangan lupa menyaksikan festival kebudayaan Tsechu.


Chamonix
Wilayah yang terdapat Prancis ini berada di puncak tertinggi di kawasan Eropa Barat. Kendati merupakan bagian dari Negeri Napoleon, tempat itu lebih mudah dicapai dari bandar udara di Jenewa. Dari sana, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan mobil. Jarak yang harus dilalui sekitar 88 km saja.

Panorama pegunungan es yang mempesona akan memanjakan mata. Untuk bisa menikmati pemandangan tersebut, ada baiknya digunakan cable car. Bermain ski es pun merupakan aktivitas yang umum dilakukan di sana. Wilayah ini merupakan tempat pertama kali Olimpiade Musim Dingin diselenggarakan, pada 1924.

Berbagai bangunan tua bersejarah bertebaran di sana. Jadi, selain pemandangan alamnya memukau, suasana perkotaannya sangat layak dinikmati, bahkan bisa dijadikan latar belakang yang sangat bagus untuk berfoto selfie.

Makanan dan minuman yang tersedia sudah pasti nikmat di lidah. Meski banyak penduduknya yang bisa berbahasa Inggris, jika menggunakan sedikit bahasa Prancis untuk menyapa, perbincangan akan jauh lebih hangat. Tidak ada batasan waktu untuk mengunjungi Chamonix. Di sana musim dingin dan musim panas sama menariknya.


Queenstown
Semua orang mengunjungi Selandia Baru karena pesona alamnya. Queenstown berada di lokasi yang tepat untuk menikmati keindahan itu. Berada di tepi Danau Wakatipu dan dikelilingi pegunungan selatan membuat wilayah ini menjelma menjadi kota kecil yang mengagumkan, the scenic small town. Pemandangan yang terbentang tidak sekadar bagus, tapi luar biasa menakjubkan.

Pada musim liburan, Queenstown menjelma menjadi tempat pesta yang menyenangkan. Hingga pukul 5 pagi biasanya masih banyak orang berkeliaran di jalan setelah memuja keriaan. Meski demikian, kota ini juga bisa menjadi tempat yang sangat damai dan menyenangkan. Biasanya pada masa itu banyak pengunjung yang datang bersama pasangan untuk berbulan madu atau memadu kasih di sana.

Untuk sesuatu yang lebih spektakuler, mencapai puncak Bob dengan Skyline Gondola merupakan kegiatan yang wajib dilakukan. Dari sana pemandangan yang akan membuat pengunjung berdecak kagum terhampar luas. Breathtaking view! Pemandangan dengan jalur pegunungan yang berpadu secara sempurna dengan air Danau Wakatipu sungguh luar biasa cantik. Yes, you have to go here before you die.

Sumber: 'Leisure' by Witanto Prasetyo – MALE 109 http://male.detik.com 

No comments:

Post a Comment