Tuesday, March 31, 2015

Vodka

Kalau Anda termasuk clubber, tentu tidak asing degan Vodka. Minuman beralkhol sangat populer, baik diminum sendiri atau pun sebagai campuran cocktail


Tidak ada sejarah yang pasti mengenai asal-usul vodka. Kebanyakan sumber menyebut asalnya dari Polandia dan Rusia. “History of Vodka”, yang dimuat di laman Vodkafacts.net, mengungkapkan bahwa pada abad ke-8 hingga ke-9 para ilmuwan Persia mulai berinovasi dengan mengembangkan teknik baru yang telah dipelajari dari orang Mesir. Untuk pertama kali mereka dapat menghasilkan proses distilasi yang stabil dalam sebuah wadah logam. Namun, hingga beberapa abad kemudian, ilmuwan Persia menggunakan teknik distilasi tersebut tidak untuk membuat minuman beralkohol, tapi buat memproduksi parfum. 

Soal dari mana vodka berasal, Rusia dan Polandia saling mengklaim. Sulit menentukan negara mana yang paling berhak, karena bukti peninggalan sejarah pun sangat minim. Polandia dan Rusia sudah lama saling mengklaim. Baik Polandia maupun Rusia sudah mempunyai ribuan brand vodka, sedangkan di Indonesia sudah ada 30 lebih merek yang masuk. 

Sumber lain mencatat vodka diproduksi pertama kali pada abad ke-9 di Rusia, dan tempat distilasi pertama, seperti disebut dalam surat kabar Rusia, Vyatka Chronicle, sekitar dua abad kemudian, yaitu pada 1174. Polandia juga mengklaim vodka sudah dibuat di Polandia sejak abad ke-8, walau kemudian pendapat itu dipatahkan oleh sejarawan yang sepakat pada masa itu Polandia hanya memproduksi brendi mentah yang disuling dari wine. 

Kata vodka diyakini berasal dari bahasa Slavia, voda, yang berarti air. Sementara itu, dalam bahasa Polandia disebut wodka. Di Republik Cek, vodka dianggap water of life mereka. Vodka dianggap sudah menjadi air kehidupan bagi mereka. Tapi, baik Rusia, Polandia, maupun Cek, sama-sama menganggap vodka sebagai water of life mereka. “Sebab, dengan minuman itulah mereka dapat menghangatkan tubuh dari dinginnya suhu yang sangat menusuk di negara mereka,” ujar seorang mixologist yang diwancara MALE. 

Sumber lain mengatakan, kata vodka tercatat pertama kali pada 1405 di Akta Grodzkie, sebuah dokumen pengadilan di Polandia. Pada saat itu, vodka mengacu pada produk senyawa kimia, seperti obat-obatan dan pembersih kosmetik. Kata vodka juga muncul dalam Cyrillic pada 1533, yang berkaitan dengan minuman obat yang dibawa dari Polandia ke Rusia oleh pedagang dari Rus Kiev—negara yang wilayahnya mencakup Ukraina, Belarus, dan bagian tengah Rusia. 


Ekspansi Vodka 
Vodka tak hanya beredar di kawasan timur Eropa. Spirits ini pun berekspansi. Produksi vodka dalam skala besar berawal di Krakow, Polandia, pada akhir abad ke-16, yang diekspor ke Silesia sebelum 1550. Warga Kota Silesia juga membeli vodka dari Poznan, sebuah kota di Polandia. Masa-masa berikutnya, pada abad ke-17 dan ke-18, vodka Polandia sudah dikenal di Belanda, Denmark, Inggris, Rusia, Jerman, Austria, Hungaria, Rumania, Ukraina, serta Bulgaria. Saat ini vodka yang populer di Polandia adalah Belvedere. 

Sementara itu, keberadaannya di Rusia, menurut legenda, berawal pada 1430. Ketika itu biarawan bernama Isidorus dari biara Chudov, di Moscow Kremlin, membuat resep vodka Rusia terlebih dulu. Karena memiliki pengetahuan dan perangkat khusus distilasi, ia pun menjadi pencipta minuman beralkohol yang baru dan lebih berkualitas. Saat ini vodka dari Rusia yang terkenal, di antaranya, Russian Standard, Smirnoff, dan Stolichnaya. 

Selain itu, Swedia memproduksi vodka yang terkenal dengan merek Absolut Vodka. Lars Olsson Smith, produsen spirits, sekaligus politikus Swedia, adalah orang yang memulai memproduksi vodka Absolut Rent Brannvin, yang kemudian berganti nama menjadi Absolut Vodka. Karena dominasinya dalam produksi spirits di Swedia, ia juga dijuluki The King of Spirits. Swedia telah memproduksi vodka sejak akhir abad ke-15. Meskipun sampai abad ke-17 total produksinya masih kecil, pada awal abad ke-18 produksi diperluas. Bahan baku kentang mulai digunakan pada akhir abad ke-18. 

Masih dari benua Eropa, negara yang terkenal dengan wine-nya, tak lain Prancis, tersohor dengan vodkanya yang sangat halus: Grey Goose, yang berasal dari gandum, dan sudah diproduksi pada 1997. Finlandia juga memproduksi vodka tradisional bernama Finlandia sejak 1970. Selain Grey Goose, ada Pinnacle Vodka, yang sangat digandrungi konsumen di Amerika Serikat. Pinnacle Vodka dapat ditemukan hampir di setiap klub di Amerika. 

Di luar Eropa, vodka diproduksi di Amerika, yang terkenal dengan nama Skyy Vodka, yang diperkenalkan pada 1992 oleh Maurice Kanbar di San Francisco. Pada 2009, Skyy diakuisisi oleh Campari Group. 

Sumber: “Feature” by R. Anandita, MALE 127 http://male.detik.com

Thursday, March 26, 2015

Desain Mewah Anniesa Hasibuan di Kaftan Festival, Westfield, London


Berawal dari rasa tak puas terhadap busana muslim yang dibelinya, ia pun merombak disain baju tersebut sesuai keinginannya.  Berbekal bakat otodidak dan selera yang boleh diadu, hasil kreasinya pun dipuji sang suami serta sejawat.  Inilah semangat yang melandasi seorang Anniesa Hasibuan untuk mendebutkan diri sebagai desainer pendatang baru di dunia fashion.

Lantai peragaan busana di ajang Kaftan Festival, Westfield, London pada 21 Maret 2015 lalu di London, Inggris, menjadi tantangan perdananya yang berskala global.  Bersama para desiner dari negara-negara besar lainnya, Anniesa memang dikenal cukup berprestasi di kalangan perancang yang tergabung dalam Women’s Growth & Success Foundation. 

“Sepuluh jenis rancangan telah kami pamerkan di sana. Alhamdulillah mendapatkan respon yang luar biasa.  Busana muslim ternyata sudah mendapat tempat di masyarakat dunia,” ujar Anniesa Hasibuan.

Desiner yang juga bergulat dalam bisnis travel, yakni PT First  Anugrah Karya Wisata (First Travel), menonjolkan ciri khasnya yang sangat kental dengan ornamen berkilau yang menampilkan kesan mewah. “Karateristik saya ini diperkuat dengan penggunaan payet dan swarovski yang diaplikasikan hampir di setiap rancangan saya,” ujar istri dari pengusaha Andika Surachman itu.

Untuk pemilihan bahan, Anniesa lebih konsisten pada jenis bahan sutera, brokat, beludru, dan velvet.  Bukan sekedar pilihan, pasalnya Anniesa memang ingin semua rancangannya terlihat mewah secara keseluruhan. Mulai dari bahan dasar pakaian, hingga pemilihan ornamen pendukung yang gemerlap.

“Pengalamanku masih minim untuk di dunia fashion, karenanya aku terus belajar untuk meningkatkan kemampuanku. Begitu ada kesempatan emas seperti yang sekarang di London ini, tidak akan saya sia-siakan apalagi saya terjadwal untuk tampil 2 kali,” ujar perempuan berusia 28 tahun itu.

Sebelumnya, Anniesa memang lebih dikenal sebagai pengusaha travel yang sudah memiliki cabang hingga ke London. Pemilik 'First Travel' itu mulai mencoba berbisnis fashion karena ingin menyalurkan hobinya yaitu mendesain. Ia awalnya hanya membuatkan busana untuk diri sendiri dan suami. Karena banyak yang mendukung untuk menjadi desainer, akhirnya Anniesa mulai fokus menjadi perancang busana.


Untuk persiapannya sendiri, Anniesa berkutat ketat selama satu bulan.  Bahkan sesungguhnya rancangannya tak hanya terhenti di lantai peraga di London.  Ia pun akan berencana membentangkan karyanya di lantai peragaan busana di Dubai dan Brunei Darussalam.  “ Saya berharap karya saya juga dapat diterima di Tanah Air,” lanjutnya.

Italian Pasta @ Cafe Gran Via

Farfalle
Pasta merupakan makanan pokok tradisional yang berasal dari Italia, hidangan khas dari Italia ini terkenal akan kesederhanaannya dan penggunaan rempah-rempah dalam proses pembuatannya. Pasta merupakan hidangan sederhana yang terbuat dari tepung gandum yang di campur dengan air dan diolah menjadi beragam bentuk, kemudian dimasak dalam berbagai hidangan yang menarik. Secara historis, pasta merupakan makanan sehari-hari yang dapat dinikmati di setiap acara serta dapat dinikmati bersama keluarga, teman atau rekan bisnis.

Selama bulan Maret ini, Cafe Gran Via yang terletak di Lobby Level Gran Melia Jakarta akan memanjakan para tamu dengan lebih dari 10 ragam pasta yang dapat ditemukan di menu prasmanan Cafe Gran Via.  Executive Chef Gran Melia Jakarta menyajikan sajian khas Italia ini dengan menggunakan bahan-bahan terbaik. Promosi Italia Pasta ini dirancang untuk memberikan para tamu pengalaman yang istimewa, serta para tamu dapat mengkreasikan pengalaman kuliner mereka.

Dengan inovasi ini pada menu prasmanan di Cafe Gran Via, maka para tamu akan menemukan banyak pilihan pasta favorit mereka. Hanya dengan menggunakan bahan-bahan yang segar dan menyajikannya dengan cita rasa Italia. Chef Gerald menyajikan ragam Italian pasta, seperti Orzo, Spaghetti, Tagliatelle, Rigatoni, Linguine, Farfalle, Fussili, Fettucine, Spinach Pappardelle, Pumpkin Gnocchi, and Tonnarellia Al Nero Di Seppia.

Gnocchi
Untuk menambah cita rasa dari pasta yang ditawarkan, Chef kami pun juga memberikan para tamu ragam pilihan topping yang dapat dikombinasikan dengan pasta pilihan mereka, seperti beef bacon, beef sausage, smoked chicken, smoked salmon, tuna, prawns, calamari, mussels, capers, black olives, green olives, anchovies, tomatoes, capsicum, green peas, onion, garlic mushroom, sweet corn, green chilies, broccoli atau sundried tomatoes.

Akhiri kreasi pasta anda dengan pilihan saus spesial, seperti cream sauce, tomato Napolitano, pesto Genovese, bolognaise atau hanya dengan extra virgin oil, basil infused extra virgin olive oil atau garlic and chili infused extra virgin olive oil.

Italian pasta di Café Gran Via ini dapat dinikmati dari tanggal 1 – 31 March, akan menampilkan ragam jenis pasta dan para tamu juga dapat menikmati hidangan internasional lainnya yang tersaji di menu prasamanan, seperti hidangan Indonesia, India, Jepang, China, atau Mongolian BBQ. Buka setiap harinya dan menawarkan untuk a la carte menu, buffet breakfast, lunch dan dinner.

Untuk info lebih lanjut: (021) 5268080 ext. 2328, e-mail cafegranvia@granmeliajakarta.com

Swiss-Café Introduces The Bento Box


Swiss-Café located on the 2nd floor of the Swiss-Belhotel Mangga Besar, a 4-star International hotel located in the heart of Chinatown, introduces a new menu for lunch this April. Under the leadership of Executive Chef, Sudaryanto, the culinary team offers The Bento Box.

"We created The Bento Box for those who do not have time to eat from the buffet and prefer something quick. The Bento Box is complete with appetizers, main course and dessert", said Sudaryanto, Executive Chef.

Bento Asian and Western are available in 2 packages. Bento Western 1 consists of Caesar Salad, Nut Crusted Chicken, Vegetables with garlic butter, Cajun Potato wedges and slices of papaya as dessert, for only Rp100,000net. While Western Bento 2 consists of Mixed Green Salad, Grilled Salmon with Tomato Salsa, Spaghetti Marinara, broccoli and cauliflower with cheese gratin and sliced tropical fruit as dessert, for Rp120,000net.

Asian Bento 1 includes Mixed Salad, Black Pepper Beef, Broccoli and Shitake with oyster sauce, Hokkien noodles and sliced tropical fruit as dessert for Rp120,000net. While the Asian Bento 2 consists of Mixed Salad, Kung Pao Chicken Chili, Pak Choy and Tofu in oyster sauce and slices of oranges as a dessert, for Rp100,000net.

The Bento Box is prepared in portions to suit one person and only available for dine in.

Swiss-Belhotel Mangga Besar located right in the heart of Chinatown in the area of Mangga Besar and Mangga Dua, known as an important business center for traders, as well as shopping and entertainment centers. Only 10 minutes from Taman Impian Jaya Ancol, 10 minutes to Jakarta International Trade Fair Kemayoran, and 30 minutes from Soekarno-Hatta Airport via the toll way. The hotel consists of 246 rooms and MICE facilities that can accommodate up to 2,000 guests. Great Location, service and stay.

Easter Care @ grandkemang Jakarta


DALAM rangka merayakan Paskah, grandkemang Jakarta menawarkan paket kamar untuk menginap 2 malam di deluxe room, periode 2 – 5 April, 2015, hanya untuk Rp 1.800.000 nett. Paket ini sudah  termasuk breakfast untuk 2 orang, welcome drinks dan welcome fruits. 

Untuk melengkapi paket liburan Paskah, grandkemang juga menghadirkan “Easter Brunch” Minggu, tanggal 5 April 2015, pukul 11.30 WIB – 03.00 WIB. Para tamu dapat menikmati buffet hanya dengan harga Rp 388.000++ per orang, termasuk free flow juice, iced lemon tea, kopi dan teh. Untuk aktivitas anak-anak, mereka dapat belajar untuk menghias kue, berpetualang untuk mencari telur paskah, dan berenang sepuasnya di kolam renang.

Easter Brunch ini juga akan menjadi titik mulai program amal grandkemang di tahun 2015. Program yang akan berlangsung selama satu tahun ini akan mendidik anak-anak dari Panti Asuhan terpilih untuk belajar bernyanyi dan tampil sebagai paduan suara di hari Natal mendatang. Tidak hanya itu, grandkemang juga akan menyisihkan 10% dari keuntungan mereka dari Easter brunch, Christmas brunch, dan New Year brunch  untuk didonasikan kepada Panti Asuhan tersebut.

Joyful Easter! @ The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place

Experience truly delectable treats


Easter with the Ritz-Carlton is always special. The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place is offering a special Easter feast and kids’ activities for their guests. This is the ideal opportunity to spend time with family and friends.

The Easter celebration revolves around the idea of rebirth and the egg has long since been a symbol for resurrection and new life. There are numerous traditions of giving colored Easter eggs as a token of friendship, love or good wishes.

For dining pleasure, in Pacific Restaurant & Lounge, famous for its family buffet experience, starting with Good Friday Dinner Buffet on 3 April 2015, featuring Fish and specialties to include; Tuna Ricotta Sweet Pepper Frittata, Barramundi Devilled Egg in Pastry, Black Cod Truffle Mornay, Clam Chowder, Prawns, Oysters and crab on ice, Filled Easter Eggs, Fresh Made Spanish Torrijas Toast, Hot Cross Buns and much more. Price starts from Rp. 458.000++ per person and Rp. 238.000++ per child aged 5 to 12 years old.

Selection of all-you-can-eat lavish Easter Sunday brunch buffet will be served on Sunday, 5 April 2015. Executive Chef Sean MacDougall will pamper each guest by creating a worldwide Easter specialties to include; White Horseradish Borsch, Greek Style Rosemary Smoked Pepper Roast Lamb, Fresh Seafood on Ice, Chocolate Mousse& Mango Jelly Easter Eggs, Cacao Nib Cookie Cup Shooter, Mexican Capirotada Cheese Bread Pudding, Hot Cross Buns and much more. This extravagant Easter brunch price starts at Rp. 498.000++ per person incl. free flow of juices & iced teas or Rp. Rp. 758.000++ inclusive free flow of selected wines and beers; whilst younger diners aged between 5-12 years can enjoy a range of Ritz-Kids activities while savoring sumptuous Easter treats for Rp. 238.000++ per child, aged 5 to 12 years old.

Following an Easter tradition, the hotel has prepared a play area to keep the little ones entertained on 8th floor. The fun continues at the garden with a traditional Easter egg hunt. Rising young chefs will enhance their culinary art skills as they spend the afternoon decorating handmade chocolate eggs to their own specifications with the Pastry Chef.

For more information and reservations, please contact at +62 21 2550 1888.

Wednesday, March 25, 2015

Easter-Vaganza Brunch @ JW Marriott Hotel Jakarta

Sajikan Hidangan Spesial dan Aktivitas Khas Paskah

Shrimp Salad
“Untuk perayaan Paskah kali ini, kami telah menyiapkan berbagai hidangan istimewa di Sailendra Restaurant untuk Anda nikmati bersama keluarga. Selain sajian lengkap buffet khas Sailendra, kami telah menyiapkan berbagai hidangan khusus khas Paskah untuk mewarnai perayaan Anda. Selain itu, beragam aktivitias bertemakan Paskah juga telah disiapkan untuk menghibur buah hati Anda,” ungkap Amol More, Director of Food and Beverage dari JW Marriott Hotel Jakarta. 

Dikenal sebagai salah satu restaurant penyaji buffet terbaik di Jakarta, Sailendra Restaurant akan menghidangkan berbagai macam sajian istimewa khas Paskah bagi para pengunjungnya. Khusus untuk tahun ini, juru masak di Sailendra telah siap untuk menyajikan berbagai hidangan bertema campuran antara western berpadu dengan sajian khas Asia, di mana para tamu dapat menikmati berbagai hidangan khusus seperti hot cross buns; spot prawns on rainbow radish potato salad with spiced yogurt dressing; miso soup with bean sprout, shimeji mushroom and seaweed; crusted lamb loin with coconut chicken gratin potato, zucchini and port wine jus; roast chicken with rosemary; honey-glazed Easter ham. Yang tentunya tidak untuk dilewatkan bagi Anda penyuka desserts adalah berbagai macam sajian makanan penutup seperti coklat kelinci Paskah yang terbuat dari Swiss Lindt Chocolates, Cheesecake with graham cookies with mixed berries coulis, beraneka ragam gelato dan jajanan pasar yang tentunya akan menjadi pelengkap santap Paskah Anda dan keluarga.

Mi So Soup
Crusted Lamb Loin with Coconut Chicken Gratin Potato
Untuk hiburan bagi buah hati Anda, atrium lobby hotel akan disulap menjadi arena bermain bertemakan Paskah. Selagi orang tua menikmati hidangan makan siang, si kecil dapat berpartisipasi dalam berbagai aktivitas menyenangkan yang telah disiapkan seperti berburu telur Paskah, menghias telur Paskah dan anak-anak Anda akan dikejutkan dengan berbagai atraksi dari pesulap handal.

Sajian Paskah istimewa ini tersedia pada untuk hidangan makan siang hari Sabtu 4 April dan Minggu 5 April, dengan harga Rp 413,000++ per orang. Rayakan acara spesial ini bersama keluarga, teman dan kerabat Anda hanya di Sailendra Restaurant, JW Marriott Hotel Jakarta.

Cheesecake
Untuk info lebih lanjut, hubungi (021) 5798 8889.

Tuesday, March 24, 2015

Dari Tablet ke Smartphone

Digital Innovators Summit di Berlin, mengumumkan akan membawa Adobe Publish ke pasar di musim panas 2015. Adobe Publish adalah platform yang dibangun Adobe Digital Publishing Suite (DPS) untuk membawa generasi berikutnya ke penerbitan dengan aplikasi mobile.  Jadi, e-magazine kelak tidak hanya berkutat di tablet saja, tapi juga di smartphone – yang populasinya lebih banyak.

“Ini memungkinkan publisher membuat aplikasi mobile untuk ponsel dan tablet sekaligus, tanpa ribet, dengan konten yang besar dan menarik tapi dengan cara yang sederhana, hemat biaya, dan modern,” ujar Nick Bogaty, sang kepala divisi penerbitan digital di Adobe DPS.

Mei tahun ini adalah tahun ke lima sejak Adobe dan Conde Nast membawa majalah Wired ke iPad. Tujuannya tak lain adalah untuk menghasilkan publikasi digital interaktif untuk platform digital yang menarik dan fantastis. Kini tak kurang dari ribuan aplikasi di tablet dan telah di-download ratusan juta pembacanya di seluruh dunia.

MALE 126
Kalau pun ponsel kini menjadi platform untuk penerbitan digital yang lebih serius, selain tablet, adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa dinafikkan, karena pasarnya memang lebih besar. Tentu sebuah sebuah keniscayaan juga kalau MALE edisi 127 juga kan hadir dalam smartphone Anda – yang sebetulnya sebelumnya sudah ada di ponsel (dan tablet) Android, hanya saja kurang sempurna, karena desain kreatifnya sebenarnya dirancang khusus untuk platform iPad serta tablet Android.

Selama lima tahun terakhir kita belajar adalah bahwa pengguna aplikasi majalah digital ingin mencoba pengalaman yang menarik dan mendalam, tetapi mereka juga ingin konten yang disampaikan secara teratur, dan bisa dinikmati di perangkat mobile.

Apa yang mendorong seseorang mengeluarkan ponsel mereka dari saku dan membuka aplikasi majalah digital? Fresh content on a device presented in a fantastic way! (Burhan Abe)

Sumber: MALE 126 http://male.detik.com

Sunday, March 22, 2015

Myriads of Savory Indonesian Duck Cuisines @ The Sultan Hotel & Residence Jakarta

Bebek Bakar Madura
For duck lovers who want to enjoy the savory palate of Indonesian duck cuisines enriched with authentic herbs and spices combined with traditional ‘sambal’, now you can find at Lagoon Cafe of The Sultan Hotel & Residence Jakarta this April 2015.

Our reliable chef will accompany your culinary journey starting from Medan. Taste the delicious Bebek Kari Medan which is strong with curry spices from Medan and nice aroma from star anise and cinnamon that reveal the savory-herbacious flavor but not too spicy. Fried tofu, ‘Sambal Terasi’ and fresh raw vegetables are perfectly enhancing to the duck cuisine itself.

Another very decent duck cuisines for you to indulge in is coming from Padang and enriched with ‘rendang’ spices - Rendang Bebek Padang. Caramelized of thick coconut milk, cardamom, red chilli and ginger is impeccably infused to the duck meat. It’s equally enjoyablye with potato cake and stir-fry vegetables.

From Sumatera we move to Java as our culinary team has already prepared Bebek Bakar Madura, grilled duck with some herbs such as galangal, lemongrass, candlenut, ginger and turmeric. Presented with ‘Sambal Terasi’, fresh raw vegetables and sweet corn fried-bakwan come to please your appetite.

Bebek Betutu
Bebek Betutu Bali – our next duck cuisine will tease your tastebuds. The spicy flavour is delicated with Bali’s herbs combination of kaempferia galanga, red chilli, turmeric, lemongrass and lime leaves. Not-to-be-missed as a side dish, we prepare vegetables fried-bakwan, peanut crackers and fresh raw vegetables.

Bebek Rica Rica
Next highly recommended coming from Manado is Bebek Rica-rica Manado. Named “Rica-rica” because its spicy taste from chilli, the best choice for you who loves hot and spicy flavours. Served with stir-fry vegetables, shrimp crackers and fresh raw vegetables.

All these duck cuisines are expertly prepared within four hours of boiling and marinated process with coconut water and some herbs until the duck meat becomes really tender and caramelized. These myriads of Indonesian Duck Cuisines you can enjoy with only Rp 110.000++ per portion at Lagoon Cafe.

For further info, please contact (021) 570 3600, email at reservation@sultanjakarta.com, or check www.sultanjakarta.com.

Monday, March 16, 2015

Independence Movie


Produksi film bukan hal yang sederhana. Di atas kertas, pembuat film bisa berbuat banyak jika berkolaborasi dengan rumah produksi besar, misalnya, menyangkut permasalahan klasik: ongkos produksi.

Meski bekerja sama dengan rumah produksi besar, pembuat film tak dapat langsung bekerja sesuai dengan aturan sendiri. Sebab, kerja sama itu terikat oleh aturan yang wajib dipatuhi dalam hal produksi, termasuk pengambilan keputusan yang harus mengikutsertakan rumah produksi.

Beberapa pembuat film merasa puas dengan kerja sama yang dilakukan, tapi tidak sedikit yang kecewa terhadap kolaborasi tersebut. Kebebasan menjadi hal utama yang tidak terbantahkan. Padahal kerja sama itu mengamputasi sebagian kebebasan tersebut. Namun ceritanya berbeda bila sutradara atau si pembuat film adalah nama terkenal, yang menjadi jaminan komersial.

Maka tak sedikit sineas yang mengambil jalur independen. Di sini mereka dapat menumpahkan semua ide tanpa ada gangguan dan batasan dari pihak ketiga. Cara ini hanya bertumpu pada kebebasan murni sineas dalam berkreasi, dan tentunya tak memikirkan kepuasan penonton atau hitungan komersial.

Kebebasan menghasilkan film yang sesuai dengan keinginan, baik dari segi cerita, tema, maupun tampilan visual, adalah idaman para sineas. Inilah kelebihan film maker, yang dinilai memberi tontonan alternatif yang berbobot.


Belakangan jalur indie menarik minat kalangan penikmat atau industri film. Padahal pembuat film itu berjalan dengan segala keterbatasan dan perangkat.  Hal inilah yang menjadikan film independen memiliki rasa yang berbeda dengan karya dari studio besar. Keberagaman genre cerita memungkinkan penonton mendapat pengalaman yang berbeda dari setiap visi pembuat film dengan idealismenya masing-masing.

Yang paling menarik adalah tidak adanya judgment pada film yang diputar. Pendistribusian karya dilakukan secara mandiri. Film indie menjadi alternatif tontonan yang kadang jarang dihasilkan rumah produksi besar dengan segala kemewahannya.

Sumber: MALE Zone, MALE 125 http://male.detik.com

Tuesday, March 10, 2015

Agoda Rating Excellence Award 2014

Padma Resort Legian is in ‘Fantastic’ category


Agoda, one of the fastest-growing online hotel platforms worldwide has recently awarded Padma Resort Legian as one of the numerous hotels in Indonesia that receive ‘Agoda Rating Excellence Award 2014’ in FANTASTIC category. This is the very first time for Padma Resort Legian being awarded with this honor and the very first time for Agoda to have this kind of award and Indonesia is chosen as the pilot region to hold it. The winner was selected with the criteria reached minimum of 200 guest reviews within the year of 2014 and the overall average guest review score is 8 and above. “It is very special award because it is based on guests’ experience and we are very pleased to have such an excellent rating from our loyal customers. We are very proud of our staff who take such pride in their work and who always try to go the extra mile to please our guests,” expressed Tjipjanto Soerjanto, Padma Hotels’ Director of Operations.

According to Agoda our performance was fantastic consider 127 hotels in Bali who got the award out of over 4,200 hotels in Bali that are listed in Agoda.com; and total of 209 hotels/resorts in Indonesia. The Agoda Ratings Excellence Award is given to properties that exhibit high feedback consistently from guests who booked the rooms through Agoda.com.

Last year, we also received a prestigious 2014 Gold Circle Awards which given to accommodations around the world that embody the best qualities of the online hospitality industry. The Gold Circle Awards winner was choosing based on aggregate customer reviews and competitiveness of pricing. For more information and have a look on Padma Resort Legian’s review on Agoda, you may find it HERE.


About Padma Resort Legian
Padma Resort Legian is a five-star resort in Bali that comes under the banner of Padma Hotels management. It is encompassed within a 6.8 hectares parcel of tropical landscape overlooking Bali’s legendary sunset beach and is just 15 minutes from Ngurah Rai International Airport. The resort is an uplifting environment where guests can experience the fun of an artistic lifestyle. Accommodation is a collection of 437 comfortable rooms and suites, each with its own private balcony or terrace for heightened relaxation. Some exciting changes are currently in the making at Padma Resort Legian, stay tuned for further updates.

About Padma Hotels
Previously known as Sekar Alliance Hotel Management, Padma Hotels has two exclusive properties on the island of Bali and the hillside town of Bandung. Both are inspired by the rich artistry and cultural heritage of these unique locations. This is reflected through the design aesthetic as well as the gracious hospitality of each property. Padma Hotels is committed to the care and comfort of its guests through dedicated service and up-to-date facilities. Padma Resort Legian is the perfect introduction to the carefree ambience of tropical living while Padma Hotel Bandung uplifts the senses with breathtaking natural scenery. The brand is set for further expansion with the launch of Padma Resort Ubud in mid 2015. Resinda Hotel Karawang, managed by Padma Hotels is also set to open soon.

Monday, March 09, 2015

Love Doll


Jepang memang juara kalau soal sextainment – istilah yang sering dipakai penulis “Jakarta Undercover” Moammar Emka. Sangat beragam dan unik layanan untuk memuaskan hasrat seksual kaum Adam di sana.

Sebagai negara maju, Jepang mengalami fase jenuh dengan menurunnya minat pasangan menjalani komitmen serius atau melakukan pernikahan. Dilansir dari Japantoday.com, jumlah manula menunjukkan angka yang tinggi. Hasil survei yang dilakukan majalah Joshi Spa! pada 2013 pun menyebut 33 persen lebih wanita Jepang tidak bersedia menikah.

Sisi negatif pernikahan, seperti terkekangnya kebebasan, dan permasalahan finansial menjadi alasan yang dominan. Untuk memenuhi hasrat terhadap lawan jenis, banyak layanan yang tersedia dan alat bantu seks yang menunjang, termasuk love doll, yang dijadikan solusi.

Love doll, atau dikenal pula dengan sex doll, bukanlah hal baru. Seperti dikemukakan oleh Anthony Ferguson dalam buku “The Sex Doll: A History”, alat bantu ini sudah ada sejak abad ke-17, yang banyak digunakan oleh pelaut Prancis dan Spanyol saat melakukan perjalanan jauh, yang ketika itu berupa kumpulan pakaian yang dijahit menyerupai boneka.

Memang ada alat bantu seks lain yang berbentuk bagian tubuh wanita atau pria. Walau memiliki fungsi yang sama, bentuk yang menyerupai manusia dianggap bisa memberi pengalaman berbeda yang tidak didapat dari aksesori lainnya. Layaknya evolusi manusia, love doll berkembang pesat dengan segala kelebihan yang memungkinkannya tidak hanya dijadikan pemuas hasrat seks sesaat, tapi bahkan diabadikan sebagai pengganti pasangan hidup!


Kekasih yang Setia
Penggunaan love doll berkembang sedemikian rupa hingga keluar dari konteks awalnya sebagai media untuk membantu melepas hasrat seksual. Fenomena itu di antaranya diulas dalam artikel di Reuters.com. Angka kelahiran menurun seiring dengan berkurangnya minat menikah sebagian masyarakat Jepang. Love doll pun hadir sebagai alternatif alat untuk membantu menyalurkan kebutuhan biologis orang dewasa di antara berbagai layanan yang ada.

Industri Dutch wives, sebutan lain love doll, di Jepang berkembang sesuai dengan situasi yang terjadi pada individu masyarakatnya. Pihak perusahaan yang menciptakan love doll, Orient Industry Co, mengungkapkan, umumnya pembeli love doll individu yang masih single, dan lebih dari 60 persen berusia di atas 40 tahun. Hideo Tsuchiya, presiden direktur perusahaan itu, mengatakan, dengan semakin banyaknya wanita yang dominan, semakin besar pula kemungkinan tidak memberi perhatian kepada pria. Kondisi itu membuat lelaki menderita, dan perusahaan menciptakan love doll sebagai media untuk membantu serta menemani pria yang mengalami kesepian.
Daya tarik love doll kini juga semakin besar dan tidak sesederhana dulu lagi. Bentuknya jauh lebih baik, bahkan tidak sedikit yang tampil dengan kesempurnaan fisik dan wajah yang cantik sehingga dapat menipu orang pada pandangan pertama karena sangat menyerupai manusia.

Bahan yang digunakan pun berkualitas, dengan model yang inovatif. Dikutip dari Mirror.co.uk, penjualan love doll mengalami peningkatan pesat. Sebab, dalam setiap peluncuran love doll terbarunya, boneka pemuas hasrat seks itu semakin dekat dan mirip dengan wanita sesungguhnya.

Peningkatan kualitas dan tampilan yang lebih baik membuat industri love doll menjadi ladang basah yang menguntungkan. Semakin besar kesempatan memanfaatkan kondisi individu yang kesepian. Hal itu, misalnya, dilakukan perusahaan ternama Orient Industry, yang beberapa waktu lalu menciptakan love doll yang menyerupai penyanyi tersohor Lady Gaga bernama Gaga Doll.


Sumber: MALE Zone, MALE 124 http://male.detik.com

Wednesday, March 04, 2015

Le Meridien Bali Jimbaran Unlocks Art with Art AuXion

In partnership with international artists –The Art AuXion, Le Meridien Bali Jimbaran presents a 3 months art exhibition at the resort’s Hub.


With art as one of it’s brand’s passion points, Le Méridien Bali Jimbaran is delighted to partner with international art enthusiast collective –The Art AuXion for a 3 months art exhibition laid out around the resort’s Hub from last February to 11 May 2015.

Through this first semester of the year, Le Méridien Bali Jimbaran is pleased to offer guests and art enthusiasts exclusive access to the recently launched art collections of the Art Auxion. 

The Art AuXion is a collective that consists of extra-ordinary artists and collectors. They have combined their talents, knowledge and energy to put together a collection of art from Bali, Indonesia and the rest of the world, which has to be exposed to the people. Several accessible events are organized in Asia previously, putting these creative and stimulating pieces on display, using all creative tools and media possible to increase visibility.

The masters behind The Art AuXion
Dutch artist Irene Hoff currently resides in Bali, Indonesia; having lived and worked across South East Asia (Jakarta, Kuala Lumpur, HongKong, Ho Chi Minh City) over the past few years. These diverse cultures have influenced her artistic style and theme. Irene began her creative career as a graphic & product designer, and later decided to focus her energy on the creation of art. Irene’s work is lauded regionally, and has been presented in various solo exhibitions throughout Indonesia, Vietnam and Holland.

Mersuka Dopazo was born in Las Palmas de Gran Canarias in 1971. Blessed with a vivid imagination and inborn drive to experiment with anything that falls in her hands, she is fully capable of tackling a wide range of subjects and techniques with the same spontaneous freedom that guides her innovative spirit, fearlessly and unhesitatingly. She began her carrier influenced by her experiences of country living, however, it is from her multiple travels where she has derived most of her experience and inspiration for work.

The collective believes that by doing so, a broad group of people is stimulated to open up new ways of thinking, challenging them to step out of their ordinary lives, creating new perspectives.

Their exhibition at Le Méridien Bali Jimbaran is an interesting project as it opens a window to Art AuXion’s world of integrative art. Showcasing a collection of themes, Art AuXion is once again set to change the concept art with a contemporary twist.

For more info: theartauxion.com, lemeridienbalijimbaran.com, or call  (62) (361) 846 6888.


About Le Méridien Hotels & Resorts
Le Méridien, the Paris-born hotel brand currently represented by nearly 100 properties in more than 35 countries, was acquired by Starwood Hotels & Resorts Worldwide, Inc. (NYSE: HOT) in November 2005.  With more than 75 of its properties located in Europe, Africa, the Middle East, and Asia-Pacific, Le Méridien provided a strong international complement to Starwood’s then primarily North American holdings at the time of purchase. Since then, Le Méridien has gone through a brand re-launch, which included a large scale hotels product consolidation and redefined brand strategy.

Through partnerships with some of the world’s most creative minds, Le Méridien has transformed numerous guest touch points, thus bringing unique, interactive and curated experiences to its guests. Plans call for dynamic expansion of Le Méridien Hotels and Resorts within the next five years, concentrating on markets in Asia-Pacific and the Americas. Le Méridien recently opened new hotels in Columbus (Ohio, USA), Charlotte (North Carolina, USA), Indianapolis (Indiana, USA), New Orleans, Chicago, Tampa (Florida, USA), Cairo, Bahrain, Bali, Atlanta, Oran (Algeria), and Zhengzhou (China), and will open in the next 12 months in Bangkok, Gurgaon (India), Mahabaleshwar (India), Thimphu (Bhutan), Paro (Bhutan), Dhaka (Bangladesh), Ho Chi Minh City (Vietnam), Qingdao (China), Leshan (China), and Putrajaya (Malaysia). 

For more info, please visit leméridien.com or facebook.com/leMéridien
Follow @LeMéridien Hotels on Instagram and Twitter

Introducing Private Cellar

A Truly Personal Wine Service Voted Best British Independent Wine Merchant 2014


Private Cellar is a boutique wine retailer that has quickly gained an esteemed reputation. As a wine merchant the company boasts extensive experience in the industry and since 2005, the Private Cellar team has been coupling a real passion for wine with an enormous dedication to their customers.

The small team promises a personal service delivering professionally chosen and exquisite tasting wines to their valued clientele. Private Cellar now has 3,000 active customers and manages more than 30,000 cases of customers' stocks in LCB's Vinotheque in Burton on Trent.

Private Cellar was founded by three friends - previously colleagues at London wine merchant Corney & Barrow. The team now boasts a combined experience of over 160 years, providing a truly personal wine service and offering a focused range of wines that are outstanding in their category, sourced directly from growers they admire and are proud to represent. As former senior management members of esteemed wine merchants (Corney & Barrow are HM the Queen’s Wine Merchant and the firm has 235 years of history) the team harbours fantastic grower relationships alongside incomparable access to collectors’ cellars and rare stocks with excellent provenance for the company’s Fine Wine List.

All wines are sourced by Buying Director Nicola Arcedeckne-Butler MW, one of only 319 Masters of Wine in the World. Fluent in French and Italian, Arcedeckne-Butler is as comfortable sourcing wines from the New World as she is from the Old World. She has also recently taken on a prestigious role as a member of the advisory team to the British Government Hospitality Department which is charged with the wine selection for events hosted by the British Government when receiving overseas dignitaries.


Managing Director is Andrew Gordon who began his career in the wine trade in 1984. He joined Corney & Barrow in 1986 and left the management team in 2004 (after quadrupling the company’s sales) to spend more time doing what he really loves: building fantastic wine cellars and long term relationships with suppliers and customers alike.

Private Cellar’s pedigree has been validated with their expert choices regularly appearing in the press. Amongst other press mentions, a 2010 Chablis garnered attention from The Times last year whilst the 2013 vintage of Château de Sours Rosé from Bordeaux was featured in financial magazine, Money Week. The company itself caught the attention of the industry with features in the Guardian, Money Week, Daily Telegraph, Times, Daily Mail, Spectator Magazine, GQ and The Field to name a few titles.

In 2014, Private Cellar were voted best British Independent Wine Merchant as a result of a writing competition from top wine writer Jancis Robinson MW (www.jancisrobinson.com) to find the best independent wine merchant in the world.

Private Cellar pride themselves in exclusively purchasing wines that they believe are the finest in the world, and which they know their customers will love with their keen eye on the price-to-quality ratio. They are just as passionate about their customers as their wines and enjoy sharing their insights at formal tastings and informal dinners.

Customers have praised Private Cellar for the company’s honesty, “the versatile, personal nature of their business”, and the enjoyment that they get out of meeting with and buying wine from the team with one customer saying “it’s great to see such an enthusiastic team of colleagues so tuned in to their customers and to each other; a spirit that is often missing from larger companies today.” (www.privatecellar.co.uk)

Monday, March 02, 2015

Multiplatform



Majalah digital saat ini masih mewakili sebagian kecil dari total sirkulasi majalah cetak, namun basis pelanggannya terus meningkat secara signifikan. Perubahan platform dari cetak ke digital adalah sebuah keniscayaan, yang tidak terelakkan lagi. 

Memang, industri penerbitan digital yang telah ada sejak 2010, memerlukan waktu untuk mencapai titik stabil. Sebagai teknologi yang relatif baru, publikasi digital harus berurusan dengan berbagai hambatan, baik dai sisi penerbit untuk menghasilkan produk, maupun dari sisi pembaca untuk bisa menikmati produk baru tersebut.

Tidak bisa dimungkiri bahwa tablet PC, yang dipelopori oleh kehadiran iPad, diperkirakan akan menurun penjualannya di tahun 2015. Analisis tersebut datang dari TrendForce. Firma asal Taiwan yang terkenal sebagai pemerhati pasar gadget ini memperkirakan bahwa pengapalan tablet akan menyusut hingga 185,6 juta unit atau turun 3,5% pada tahun ini. Sementara itu pengapalan notebook akan kembali tumbuh sekitar 174,6 juta unit atau 0,6% lebih besar dibanding tahun 2014.

Anjloknya penjualan tablet bisa disebabkan oleh persaingan dengan smartphone yang selalu hadir dengan inovasi terbarunya, sedangkan tablet tidak banyak perkembangan. Namun demikian, bukan berarti tidak ada inovasi di tablet.  Apple, misalnya, akan mengeluarkan iPad berlayar 12,2 inci, sementara Microsoft akan menghadirkan Surface Pro 4  tahun ini.


Jangan lupa, meski ada penurunan di pertumbuhan penjualan tablet, bukan berarti industri penerbitan digital pun ikut-ikutan mandek. Justru kelak, media digital tidak hanya hadir di platform tablet, tapi juga di phablet, bahkan smartphone yang berbasis Android. Majalah detik dan MALE sudah hadir di multiplatform.

Seiring dengan prediksi Executive Chairman Google, Eric Schmidt bahwa dalam lima tahun ke depan akan ada sebuah produk dengan desain mirip dengan tablet, memiliki kinerja yang tinggi, dan akan menggantikan media tradisional.

Dengan perubahan drastis di sisi konsumen dan dukungan teknologi, rasanya para pebisnis media cetak harus mengiyakan pandangan Eric Schmidt. Menurut prediksinya, majalah cetak akan segera tergantikan dengan perangkat tablet dan sejenisnya.

Tanda-tanda “kematian” majalah cetak seperti yang diramalkan Schmidt sebenarnya telah terlihat beberapa tahun belakangan. Media-media besar kini sepenuhnya sudah bisa dinikmati dalam versi online dan digital. Hal ini sejalan dengan tren beriklan dan populasi tablet yang terus melesat dalam beberapa tahun mendatang.

Industri lain pun mulai menyadari keuntungan dari memasuki media digital. Antara lain dengan adanya kemudahan dalam pendistribusikan konten dan data yang unik sekalipun, yang tidak dimiliki media cetak. Dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya produksi, para pengiklan juga mulai menggunakan media digital untuk menampilkan produk-produknya. (Burhan Abe)

MALE 123 – Editor’s Note http://male.detik.com