Tuesday, May 26, 2015

Coffee Break


COFFEE isn’t just warm and energizing, it may also be extremely good for you. In recent years and decades, scientists have studied the effects of coffee on various aspects of health and their results have been nothing short of amazing.

Kopi di Indonesia sudah menjadi minuman sehari-hari, bahkan di kota-kota besar di seluruh dunia menjadi bagian dari gaya hidup kaum urban. Beruntunglah jika Anda termasuk coffee addict. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria yang mengkonsumsi kafein setiap hari, 42 persen lebih kecil berkemungkinan menderita impotensi. 

Khasiat kafein bahkan disinyalir dapat menjadi Viagra alami. Kafein juga ditengarai dapat membantu orang yang mengalami kelebihan berat badan atau memiliki tekanan darah tinggi. Selain itu, kafein membantu mengendurkan pembuluh darah di penis sehingga meningkatkan aliran darah. Pria yang meminum satu atau dua cangkir kopi per hari memiliki kemungkinan lebih kecil menderita disfungsi ereksi. 

Berdasarkan data National Health Service di London, Inggris, secangkir kopi instan mengandung sekitar 100 mg kafein, sedangkan secangkir kopi tubruk mengandung sekitar 140 mg kafein. Adapun secangkir teh mengandung 75 mg dan sekaleng kola mengandung 40 mg kafein. 

Para peneliti menemukan pria yang sehari-hari meminum 85-170 mg kafein, 42 persen lebih kecil berkemungkinan menderita impotensi dibanding yang tidak meminumnya. Yang meminum 171-303 mg kafein memiliki kemungkinan 39 persen lebih kecil. 

Dulu kafein banyak disalahkan karena dipercaya sebagai penyebab obesitas, kelebihan berat badan, dan peningkatan tekanan darah. Ketiga kondisi ini diketahui merupakan faktor pemicu terjadinya disfungsi ereksi. 

Kini para ilmuwan dari University of Texas menemukan kafein dapat memicu serangkaian efek yang membantu mengendurkan pembuluh darah di penis sehingga meningkatkan aliran darah. Mereka mempelajari data dari hampir 4.000 orang, dan menggunakan catatan diet 24 jam serta menilai jumlah kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman pembangkit tenaga yang rata-rata dikonsumsi per hari.

Dr David Lopez, penulis utama dalam studi tersebut, mengatakan, "Meskipun kami melihat penurunan prevalensi disfungsi ereksi pada orang yang mengalami obesitas, kelebihan berat badan, dan hipertensi, tidak demikian yang terjadi pada penderita diabetes.” Hal itu dianggap tidak mengejutkan karena diabetes merupakan faktor terkuat penyebab terjadinya disfungsi ereksi.

Kopi telah lama dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung dan terbukti dapat melindungi seseorang dari ancaman terkena demensia, diabetes tipe 2, dan kanker kulit. Namun efek tersebut didapat dari kopi yang diproses secara alami, bukan kopi dalam kemasan. Kopi juga mengandung sejumlah antioksidan dan bahan kimia alami yang bersifat menyehatkan tubuh. 

Sumber: MALE 135 http://male.detik.com

No comments:

Post a Comment