Sunday, August 30, 2015

Dubbing


FILM menjadi lebih menarik bila memakai bahasa yang dimengerti penonton. Namun tidak mudah memahami cerita film asing yang disajikan. Setidaknya ada dua cara yang biasa digunakan untuk menyampaikan pesan cerita kepada penonton: memakai teknik subtitle atau teks dan dubbing atau sulih suara.

Ada penonton yang lebih menikmati film yang menggunakan teknik subtitle, namun ada pula yang suka film  dengan dubbing karena lebih mudah dipahami. Tapi yang jelas, duibbing memiliki tanggung jawab yang lebih besar karena tak sekadar menerjemahkan dan menyulihsuarakan. Pengalih suara harus dapat menyamakan intonasi dan emosi tokoh yang diperankan.

Di beberapa negara, profesi dubber karenanya menempati posisi bergengsi, bahkan bisa memperoleh penghargaan atas profesionalismenya. Dikutip dari situs Spiegel, dubber bernama Gerrit Schmidt-Foss, yang berasal dari Jerman, mendapat berbagai predikat berkat kemampuan profesionalnya itu. Film Titanic dan Romeo & Juliet, misalnya, memberi penghargaan German Dubbing.


Perkembangan zaman memperluas pekerjaan dubber. Saat ini dubber tak melulu berperan dalam film, tapi sudah memasuki area seperti game dan audio book.  Sayangnya, perluasan itu belum merambah Indonesia.

Kebanggaan akan pekerjaan tersebut belum sepenuhnya dihargai. Itu sebabnya, Nurhasanah, dengan suara Doraemonnya, misalnya, membutuhkan dedikasi dan komitmen pada saat melakoninya. Juga Ony Syahrial, aktor pemeran tuyul dalam sinetron Tuyul dan Mbak Yul ketika mengisi suara karakter kartun Jepang, Crayon Shin-chan.

Dubber asal Amerika Serikat jauh lebih beruntung dalam menjalankan profesinya. Serial animasi The Simpsons, misalnya, tak lepas dari dubber yang mengisi suara tokohnya. Seperti dilansir Therichest.com, dubber memiliki penghasilan yang tinggi.

Berbicara mengenai animasi, jelas tidak lengkap jika tidak membahas soal animasi Negeri Sakura. Tentunya kesuksesan film-film animasinya didukung pula oleh eksistensi dubber, yang disebut seiyu. Bahkan ada acara tahunan bernama Seiyu Awards, yang memberi penghargaan kepada dubber berprestasi. Hal itu membuktikan pentingnya peran seiyu dalam industri film dan animasi.

Maka Battle of Surabaya menjadi awal Indonesia unjuk gigi. Baik animasi, konsep cerita, maupun dubber yang terpilih sangat berkualitas. Pengisi suaranya pun melibatkan sejumlah aktor dan aktris film Indonesia populer.


Sumber: MALE Zone, MALE 149 http://male.detik.com

No comments:

Post a Comment